Forum Bisnis Indonesia di Bordeaux Sukses Raih Peluang Ekspor Teh dan Kopi

​​

Bordeaux, Perancis : Berbagai upaya peningkatan ekonomi, investasi, dan perdagangan terus digalakkan Pemerintah Indonesia, antara lain melalui pembangunan dan langkah reformasi kebijakan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi ekonomi, perbaikan sistem perijinan, dan menarik investasi asing.

Pada sektor infrastruktur, Presiden Joko Widodo terus melakukan pembangunan terutama untuk transportasi (jalan tol, jalur kereta, pelabuhan, bandara) dan energi agar mendukung pengembangan sektor industri, khususnya manufaktur di Tanah Air. Hal inilah yang antara lain disampaikan oleh Dubes RI Paris, Hotmangaradja Pandjaitan, dalam pembukaan 'Indonesian-France Business Forum' di Kota Bordeaux, Prancis pada Senin 14 Mei 2018.

Business Forum dihadiri oleh sekitar 21 pengusaha Bordeaux dari berbagai sektor, mencakup kalangan importir produk makanan, industri anggur, fund management, energi terbarukan dan consulting. Turut serta pula satu pengusaha Indonesia, yaitu Bapak Suryo Tutuko dari PT. InterAromat yang berbasis di Belanda.

Dalam paparannya, Dubes Pandjaitan pun mengundang para pengusaha Prancis, khususnya dari Bordeaux, untuk meningkatkan nilai perdagangannya di Indonesia. Selama ini produk dari Bordeaux yang telah masuk ke Indonesia umumnya anggur, sementara produk Indonesia yang masuk pasar Bordeaux antara lain kopi, teh, dan furnitur.

Dalam sesi selanjutnya, Bapak Rudjimin dari Fungsi Ekonomi KBRI Paris menjelaskan bahwa dalam penguatan makro ekonomi Indonesia, ditekankan aspek perkembangan ekonomi global dan regional, pertumbuhan ekonomi domestik, peningkatan daya saing, ease of doing business, dan infrastruktur index, inflasi dan analisis resiko.

Sementara itu Ibu Megawati, Atase Perdagangan KBRI Paris, menyampaikan mengenai Trade Expo Indonesia (TEI) tahun 2018 guna menarik minat pengusaha Bordeaux untuk ikut serta dalam TEI. Kemudian wakil dari EIBN (EU-Indonesia Business Network) pun menyampaikan perkembangan kebijakan investasi dan berbagai peluang investasi di Indonesia, khususnya di bidang infrastruktur, konstruksi, energi terbarukan, jasa layanan udara, kesehatan, industri makanan, dan jasa kesehatan. Disinggung pula peran EU-Indonesia Business Network, suatu program Uni Eropa yang membantu memberikan advokasi dan fasilitasi dalam meningkatan hubungan ekonomi Indonesia dengan anggota Uni Eropa.

Tampak para pengusaha Bordeaux mengapresiasi forum bisnis Indonesia ini. Kegiatan ini pun berhasil untuk memperoleh pemesanan vanili, teh, kopi dan makanan kering. Pengusaha Indonesia, PT InterAromat, telah melakukan tindak lanjut dengan melakukan kunjungan dan pertemuan lanjutan di berbagai perusahaan di Bordeaux pada tanggal 15 Mei 2018.

Dalam pertemuan dengan pengusaha anggur dan industri kayu, diperoleh informasi bahwa pengusaha Bordeaux ingin untuk melakukan impor barrel dari kayu jati, pembelian kayu, dan investasi dibidang perkayuan. KBRI Paris akan terus memantau dan memfasilitasi tindak lanjut dari Forum Bisnis di Bordeaux.

Disela-sela Forum Bisnis tersebut, Dubes Pandjaitan juga melakukan dialog dengan Wakil dari Pemerintah Kota Bordeaux untuk lebih mengenal potensi tersebut dan menjajaki peluang kerjasama dengan kota-kota di Indonesia. Kota Bordeaux berminat untuk membina kerjasama dengan kota-kota di Indonesia. Bordeaux merupakan Kota terbesar ke-6 di Prancis yang selama ini dikenal sebagai pusat industri anggur. (KBRI Paris)​