Marty Natalegawa Bicara tentang Masa Depan ASEAN di Universitas Sydney

Sydney, Australia: Dr. Marty Natalegawa yang pernah menjabat Menteri Luar Negeri Indonesia periode 2009-2014, memberikan kuliah umum tentang "Masa Depan ASEAN: Tantangan dan Peluang" di University of Sydney (USyd), Australia (12/3). Kuliah umum tersebut diselenggarakan USyd, didukung oleh Australian Institute of International Affairs (AIIA) dan Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) NSW. Pejabat dan staf KJRI Sydney maupun KBRI Canberra turut menghadiri kuliah umum tersebut.

Dalam acara yang dihadiri oleh sekitar 200 orang peserta tersebut, Dr. Natalegawa memaparkan secara mendalam mengenai tantangan dan peluang yang dihadapi oleh sepuluh anggota ASEAN di era yang sarat akan percepatan perubahan geopolitik. Menurut Dr. Natalegawa, negara di ASEAN memiliki beberapa pilihan untuk menghadapi perubahan tersebut, yakni reaktif, responsif, atau menjadi driver for change.

“Saat ini adalah waktu yang tepat bagi seluruh negara ASEAN untuk bangkit berdiri dan menjadi penentu perubahan bagi ASEAN," Marty menandaskan. “Daripada bereaksi saat perubahan sudah terjadi, lebih baik ASEAN menjadi penggerak sebuah perubahan," lanjutnya.

Kuliah umum tersebut dilanjutkan diskusi dengan moderator  Dr. Michael Vatikiotis, seorang penulis buku tentang Power and Conflict in Modern Southeast Asia, sebelum diakhiri sesi tanya jawab dengan audiens. Kuliah umum ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menjelang KTT Spesial ASEAN-Australia, yang akan diselenggarakan pada tanggal 16-18 Maret 2018 di Sydney.

Sebelum menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Indonesia periode 2009 – 2014, Dr. Marty Natalegawa periode 2002 - 2005 merupakan Direktur Jenderal bidang Kerjasama di Departemen Luar Negeri ASEAN untuk Indonesia. Saat ini kesibukan beliau adalah sebagai  anggota dalam bidang Mediasi Dewan Penasehat Tingkat Tinggi Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Indonesia, dan menjabat pula sebagai Penasehat Eksternal dari Tim Majelis Umum Presiden PBB. (Sumber: Tim Media KJRI Sydney)​