Pengusaha Pakistan Berminat Buka Trading House di Indonesia

Lahore, 12 September 2018: Dubes RI di Islamabad, Pakistan, Iwan Suyudhie Amri, melakukan pertemuan dengan para pengusaha Pakistan yang berbasis di Lahore, pada Rabu (12/9), guna membahas pendirian trading house untuk pemasaran yang lebih masif berbagai produk Indonesia di Pakistan. Lahore merupakan kota kedua terbesar di Pakistan dengan 14 juta penduduk dan kota termakmur di Pakistan dengan GDP (PPP) tahun 2017 sebesar USD 127 miliyar.

Mr. Shahzad Aslam, seorang pimpinan perusahaan A.S International yang telah lama menjalin hubungan bisnis dengan Indonesia sebagai importir batu bara dan plastik mengundang rombongan KBRI Islamabad meninjau tempat yang akan dijadikan sebagai storage dan pemasaran berbagai contoh produk Indonesia.

“Selama ini trading house yang terdapat di Shahalam Market baru menyediakan multi produk dari China, Dubai, Thailand, Turki dan Srilanka, kami ingin produk Indonesia dapat hadir di sini, karena permintaannya sangat besar," kata Shahzad. 

Lebih lanjut, Mr. Muneer seorang pengusaha importir minyak dan produk karet menambahkan, "Lokasi trading house ini telah dikenal oleh pelaku usaha di seluruh Pakistan, dan barang yang diminta nantinya dapat dikirim keluar Provinsi Punjab seperti Sindh, Khyber Pakhtunkhwa, dan Quetta."

Para pelaku usaha Pakistan tersebut yakin prospeknya akan cerah jika trading house tersebut didirikan di lokasi Shahalam tersebut. Setelah kunjungan ini, akan ditindaklanjuti dengan identifikasi produk Indonesia yang dapat dimasukan sebagai contoh produk yang dipasarkan dan dilanjutkan dengan persiapan pembukaan trading house sebelum akhir tahun 2018. 

"Beberapa kali ke Indonesia, kami yakin produk Indonesia tidak kalah kualitas dan harganya dengan produk negara lain yang sudah ada," tutur Mr. Shahzad kembali. 

“Sejak lama kami merencanakan pendirian trading house, namun masih tertunda untuk melihat lebih jauh berbagai aspek pengamatan termasuk lokasi yang strategis dan mitra Pakistan yang kredibel," ujar Dubes Iwan. “Upaya ini tidak lain adalah untuk mendorong ekspor non migas Indonesia sekaligus mengupayakan peningkatan nilai dagang Indonesia-Pakistan yang pada tahun 2018 mencapai USD 2,64 milyar," ia melanjutkan.

Menurut Dubes Iwan saat meninjau lokasi dan dari keterangan pelaku usaha asal Lahore tersebut, beberapa produk yang punya permintaan dan pemasaran yang besar adalah produk kecantikan, kosmetik, perfume, pakaian jadi anak-anak, pakaian bayi, pakaian jadi dewasa, peralatan sekolah, mainan/toys, elektrik, pecah belah, underwear, produk kebersihan, dan consumer good lainnya. 

Peran sebagai salesman bagi produk Indonesia harus dilakoni Kepala Perwakilan RI di semua negara sehabat, demikian pesan Presiden Jokowi," ujar Dubes Iwan. 

Shahalam market atau masyarakat Pakistan menyebutnya dengan Shalmi merupakan salah satu pusat pasar yang strategis dan terbesar di anak benua India dan Asia dengan luas sekitar 7 hektar, serta sekitar 40.000 pemilik usaha mendirikan kios dan kantor pemasaran produknya. Jalannya cukup sempit ditambah dengan padatnya pengunjung yang setiap harinya bisa mencapai sekitar 800.000 pengunjung.​ (Sumber: KBRI Islamabad)