Undang Mahasiswa Asia Afrika, Museum KAA Gelar Buka Puasa Bersama

Bandung – Museum KAA menggelar acara buka puasa bersama mahasiswa Asia dan Afrika di Museum KAA, Jalan Asia Afrika No.65 Bandung, Jumat (24/6) sore. Acara itu diisi pula dengan diskusi interaktif bersama mahasiswa Asia dan Afrika. Diskusi ini bertema Ramadan in Asia and Africa.

"Ini tradisi setiap Ramadan di museum kami (red-Museum KAA). Diskusi saat Ramadan. Tahun lalu (red-2015) tema acaranya adalah Ramadan in Korea. Saat itu kami bekerja sama dengan Pusat Kebudayaan Korea. Diskusi membahas kehidupan umat Islam di Korea," ujar Kepala Museum KAA, Thomas Ardian Siregar kepada Tim Humas Sahabat Museum KAA.

Thomas melanjutkan, tema Ramadan in Asia and Africa lebih fokus menggali kehidupan umat Islam selama bulan Ramadan di sejumlah negara di benua Asia dan Afrika. "Kami menghadirkan mahasiswa-mahasiswa asal Asia dan Afrika. Misalnya, Nigeria, Kenya, Tunisia, Palestina, Pakistan, dan Thailand. Mereka saat ini tengah menempuh studi di berbagai perguruan tinggi di Indonesia," imbuh Thomas.

Para mahasiswa itu, terang Thomas, bergabung di komunitas SMKAA (red-Sahabat Museum KAA). Kini di SMKAA ada dua klub mahasiswa Asia Afrika. Pertama, YAAA (red-Young African Ambassadors in Asia) adalah komunitas mahasiswa Afrika di Asia. Sedangkan, mahasiswa Asia bergabung di ASAI (red-Asian Students Association in Indonesia).

Senada dengan Thomas, Ketua YAAA Hashim Umar Farouk Lawal (Nigeria) dan Ketua ASAI Mohammad Jairul Islam (Bangladesh) saat diwawancara sepakat menyatakan, tema Ramadan in Asia and Africa sangat tepat. Pasalnya, melalui acara itu mereka dapat leluasa mempromosikan kehidupan Islam di negara-negara Asia dan Afrika.

Selain diskusi, dalam acara ini qori (pembaca Al Quran) tunanetra, Heppi Septian melantunkan dua ayat kitab suci Al Quran, yakni ayat 12 dan 13 Surat Al Hujurat. Heppi tergabung dalam komunitas di bawah naungan Balai Penerbitan Braille Indonesia Abiyoso.

Di penghujung acara, Museum KAA berbagi kasih dengan anak Panti Asuhan Nugraha dan Panti Asuhan Multazam Bandung. Selanjutnya, buka puasa bersama dan silaturahmi menutup seluruh rangkaian acara.

Dalam kesempatan terpisah, Project Officer acara T. Adhi Primasanto atau yang karib disapa Prima menjelaskan, acara itu dilatari salah satu prinsip Dasasila Bandung, yaitu semua bangsa dan ras manusia harus diperlakukan secara setara. Perbedaan suku dan budaya antar bangsa harus dijembatani oleh sikap saling memahami akan perbedaan.

"Oleh karena itu, melalui semangat bulan Ramadan ini, upaya untuk saling memahami tersebut dilakukan melalui diskusi mengenai kehidupan umat Islam di beberapa negara yang memiliki budaya yang berbeda, khususnya tradisi di bulan Ramadan," urai Prima.

Acara ini dihadiri para relasi Museum KAA dari museum-museum di wilayah Jawa Barat, pejabat perwakilan Pemerintah Kota Bandung, kalangan pelaku usaha, dan sahabat serta komunitas yang bernaung di bawah Museum KAA, serta seluruh keluarga besar Museum KAA.

(Sumber: Museum KAA)

 

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi

Thomas Ardian Siregar (Kepala Museum KAA)

Jalan Asia Afrika No.65 Bandung 40111 | Telp.: (+62-22) 4233564 / Faks.: (+62-22) 4238031

Web: www.asianafricanmuseum.org  / E-mail: asianafrican.museum@kemlu.go.id

Twitter: @AsiAfricaMuseum | Facebook: Friends of Museum of the Asian-African Conference