Selenggarakan Indonesia-Africa Maritime Dialogue (IAMD), Indonesia Bahas Kerja Sama Maritim dengan Afrika


Bali, Indonesia - Menlu RI Retno L.P. Marsudi telah membuka acara Indonesia – Africa Maritime Dialogue (IAMD) bersama dengan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, yang diselenggarakan di Bali, 29 Oktober 2018.

Indonesia – Africa Maritime Dialogue merupakan parallel event Our Ocean Conference (OOC) dan mengusung dua tema utama yang menjadi kepentingan bersama Indonesia dan Afrika, yaitu maritime security dan sustainable fisheries. 

“Laut memiliki arti penting bagi Indonesia dan Afrika, baik sebagai sumber lapangan kerja maupun sumber ekspor” ujar Menlu Retno pada pembukaannya. Lebih lanjut Menlu Retno menyampaikan bahwa Indonesia dan Afrika sama-sama memiliki potensi maritim yang besar dan juga menghadapi tantangan yang sama dalam mengelola laut, antara lain IUU fishing, pembajakan, perdagangan manusia, dan lain-lain. Untuk itu sangat diperlukan kerja sama internasional yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan guna menyelesaikan tantangan yang dihadapi.

IAMD dihadiri oleh 23 negara Afrika yaitu Algeria, Angola, Cabo Verde, Cote d’Ivoire, Egypt, Ethiopia, Ghana, Libya, Madagaskar, Mauritania, Mauritis, Maroko, Mozambik, Namibia, Senegal, Seychelles, Somalia, South Africa, Tanzania, Tunisia, Uni Komoro, Zambia, Zimbabwe. Seluruh negara Afrika yang hadir pada OOC. Selain negara Afrika, turut hadir negara mitra yaitu Jepang dan Belanda serta empat NGOs dan non-state actors yaitu Fish-I-Africa, Global Fishing Watch, Interpol dan UNODC.

Pada akhir acara, negara-negara yang hadir di IAMD menyepakati Summary of Meeting yang menekankan pentingnya peningkatan kerja sama konkret di bidang kemaritiman baik di sektor maritime security dan sustainable fisheries baik melalui kerja sama bilateral, trilateral bersama negara mitra lain, NGOs dan non-state actors lainnya. Peningkatan kerja sama tersebut akan memperkuat upaya pelestarian laut dan sumber dayanya guna kesejahteraan bersama.