Natal Kemlu 2018: Memaknai Damai Natal dalam Keseharian

Jakarta, 4 Desember 2018: Subtema Natal yang dipilih sangatlah relevan dengan situasi bangsa saat ini, dan Saya yakin bahwa Umat Kristiani Indonesia dapat menjadi bagian dari bangsa Indonesia yang berkontribusi untuk menghadirkan damai dan kesejahteraan khususnya dalam upaya untuk menjaga persatuan dan kesatuan Bangsa”, demikian disampaikan A.M. Fachir, Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia dalam sambutan pembukaan Perayaan Natal Kementerian Luar Negeri di Jakarta tanggal 4 Desember 2018.

Bertema "Yesus Kristus Hikmat bagi Kita", serta sub tema “Dengan Hikmat Allah, Kita Bekerja dan Menghadirkan Damai Sejahtera Bagi Persatuan dan Kemajuan Bangsa”, perayaan Natal di Kementerian Luar Negeri telah diselenggarakan secara khidmat dan sederhana. "Sejalan dengan tema besar Natal 2018, perayaan ini dimaksudkan agar warga Kristiani Kemlu kiranya senantiasa bekerja keras dan membagi damai kepada sesama manusia," demikian ditegaskan Ketua Umum Panitia Natal Kemlu 2018. 

Perayaan Natal telah dihadiri oleh Wakil Menlu, jajaran pejabat eselon 1 dan 2, mantan Duta Besar RI, warga dan keluarga Kemlu. Seusai sambutan, perayaan dilanjutkan dengan Pesan Natal oleh Romo C. Putranto dan Doa Syafaat yang dipimpin oleh Pendeta Jeffrey Sompotan. Perayaan menghadirkan Keroncong Toegoe, paduan suara anak Panti Asuhan Soli Deo Gloria dan Grup Peace Acapella.

Para peserta Sekolah Dinas Luar Negeri/SEKDILU angkatan ke-40 juga membawakan penampilan khusus.
 
Persembahan saat perayaan Natal akan disampaikan pada korban bencana alam di Sulawesi Tengah.

Sebagai bagian dari rangkaian ibadah dan perayaan Natal Kemlu 2018, telah dilaksanakan kegiatan bakti sosial ke Panti Wreda Karya Kasih, Panti Asuhan Disabilitas Ganda Yayasan Bhakti Luhur, dan Rumah Kerang Puteri Kasih. Selain itu, panitia juga mengunjungi warga Kemlu yang sakit dan membutuhkan bantuan. 

Sebelum perayaan natal Menlu RI sempat menyapa umat nasrani kemlu dan menyampaikan pesan damai dan toleransi bagi sebuah Indonesia yang damai dan maju, “Jika perayaan perayaan seperti natal dan perayaan lainnya digunakan untuk merayakan kemajemukan, perbedaan dan toleransi, maka Indonesia niscaya akan menjadi negara yang penuh dengan perdamaian dan kesejakteraan bagi seluruh rakyat”, demikian disampaikan Retno LP Marsudi.