Menlu Retno kepada Kaum Muda ASEAN: Jadilah Agen Toleransi dan Duta Perdamaian

Jakarta, 19 Oktober 2018: “Saya percaya bahwa tidak ada cara lain yang lebih baik untuk menatap masa depan selain memberdayakan potensi para kaum muda sebagai agen perdamaian, lentera toleransi dan mesin pertumbuhan ekonomi di kawasan,” ujar Menlu Retno di hadapan perwakilan kaum muda Negara Anggota ASEAN dan empat ratus mahasiswa Indonesia yang menghadiri ASEAN Intitute for Peace and Reconciliation (ASEAN-IPR) Youth Conference di Jakarta, (19/10).

Namun demikian, Menlu Retno juga mengingatkan bahwa di tengah benturan yang disebabkan politik identitas, kaum muda dapat terjebak sebagai korban atau bahkan memilih sebagai penyebar berita palsu, intoleransi dan kebencian, utamanya di ranah media sosial.

Oleh karena itu, dalam rangka mentransformasikan tantangan menjadi peluang dalam membentuk masa depan kawasan yang sejahtera, Menlu Retno menggarisbawahi pentingnya diciptakan tiga kondisi sebagai berikut: enabling environment bagi kaum muda untuk mengembangkan kreatifitasnya; masyarakat yang terbuka dan toleran; dan sinergisme pandangan serta aspirasi lintas generasi guna memperkuat toleransi dan sebagai kontra-naratif terhadap propaganda ekstremisme kekerasan.

Konferensi ASEAN-IPR yang mengangkat tema “Building Unity and Common Understanding in Countering Intolerance and Violent Extremism” ini menjadi platform yang sangat relevan. Konferensi ini bertujuan untuk melibatkan kaum muda dalam upaya mewujudkan perdamaian dan rekonsiliasi di kawasan, khususnya dalam menangkal ancaman intoleransi dan paham ekstremisme kekerasan.

Konferensi ini diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri RI bekerja sama dengan ASEAN-IPR dan Perutusan Tetap Republik Korea untuk ASEAN di Jakarta.

Kegiatan ini terdiri dari tiga sesi diskusi yang menghadirkan panelis terkemuka di bidang kepemudaan, penanggulangan terorisme dan penangkalan intoleransi. Terdapat pula side-events yang ditujukan untuk menyalurkan kreativitas dan aspirasi kaum muda dalam mempresentasikan proyek di bidang pemajuan perdamaian dan toleransi.