Menlu RI Menerima Deputi Perdana Menteri Republik Demokratik Kongo

Jakarta, 6 September 2018: Menteri Luar Negeri RI, Retno L.P. Marsudi telah menerima dan melakukan pertemuan dengan Deputi Perdana Menteri Republik Demokratik Kongo (RDK) yang merangkap Menteri Luar Negeri dan Integrasi Regional, Y.M. Leonard She Okitundu, Kamus (6/9). Kunjungan ini bersejarah, karena merupakan kunjungan pertama pejabat tinggi dari Republik Demokratik Kongo ke Indonesia sejak pembukaan hubungan diplomatik kedua negara pada tahun 1963, 55 tahun lalu, ujar Menlu Retno.   

Kunjungan tersebut adalah salah satu tindak lanjut Indonesia-Africa Forum (IAF) yang diselenggarakan bulan April lalu di Bali, dan bertujuan untuk meningkatkan kerja sama bilateral kedua negara. "Kunjungan ini menjadi tonggak baru bagi hubungan bilateral kedua negara. Kita membicarakan bagaimana mengokohkan pondasi kerja sama yang konkret khususnya ekonomi," ujar Menlu Retno.

Terdapat lima hal pokok yang telah dibahas antara kedua Menlu yaitu dukungan RDK atas pencalonan Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap DK PBB, Pemeliharaan Perdamaian terkait dengan pengiriman Kontingen RI pada Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB MONUSCO di RDK, Afrika sebagai salah satu prioritas politik luar negeri Indonesia, prioritas kerjasama di bidang infrastruktur, pertambangan, aquaculture dan agriculture, kelapa sawit, tekstil dan kerjasama bidang lingkungan hidup, serta pembentukan Sidang Komisi Bersama RI-RDK. Setelah pertemuan bilateral, kedua Menlu menandatangani Memorandum Saling Pengertian RI - RDK mengenai pembentukan Komisi Bilateral.

Dalam rangkaian kunjungan ke Indonesia, DPM RDK juga melakukan courtesy call kepada Wapres RI, pertemuan dengan KADIN, GAPKI dan sejumlah BUMN seperti PT TIMAH, PT. INALUM, PT. ANTAM, PT. WIKA, PT. DI dan Indonesia Eximbank dalam rangka mempersiapkan kerjasama konkret antara kedua negara. Kesepakatan kerja sama tersebut diharapkan dapat ditandatangani pada saat penyelenggaraan Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue yang akan diselenggarakan pada bulan Agustus tahun depan.