Giat Berinovasi, KJRI Hong Kong Dapatkan Penghargaan dari Wakil Menteri Luar Negeri

Hong Kong, 4 September 2018: KJRI Hong Kong raih penghargaan dari Wakil Menteri Luar Negeri, Dr. A.M. Fachir sebagai perwakilan RI yang pertama kali menerapkan sistem pembayaran PNBP non tunai dan mengimplementasikan Sistem Pembayaran PNBP Online (SIMPONI) dalam operasionalnya.

Penghargaan diserahkan secara langsung oleh Wamenlu RI kepada Konjen RI Hong Kong di Ruang Pelayanan Kekonsuleran KJRI, Selasa (4/9). 

Pada kesempatan itu, Wamenlu RI juga meresmikan sistem pembayaran PNBP non tunai dan pembayaran melalui SIMPONI di KJRI Hong Kong. Acara dihadiri oleh Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu RI, Duta Besar RI Beijing, perwakilan BUMN di Hong Kong, asosiasi agen penempatan PMI dan para pengguna jasa pelayanan KJRI.

Dalam sambutannya, Wamenlu Fachir menyampaikan bahwa sudah menjadi komitmen kuat Pemerintah untuk selalu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Apa yang telah diimplementasikan oleh KJRI Hong Kong merupakan inisiatif dan inovasi yang baik dan akan kami jadikan percontohan untuk diterapkan di kantor perwakilan lainnya," kata Wamenlu.

Wamenlu juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada rekanan KJRI antara lain Bank BUMN dan para agen penempatan PMI di Hong Kong yang telah bekerja sama dengan KJRI dalam mewujudkan sistem baru pembayaran PNBP ini.

"Kami mengharapkan masukan dan ide-ide baru dari para rekanan yang bisa membuat pelayanan lebih baik, lebih cepat, mudah dan murah," jelas Wamenlu. "Apabila ide-ide itu bisa diwujudkan semua pihak akan mengambil manfaat dari kemudahan itu," tambahnya.

Sementara itu, Konsul Jenderal RI Hong Kong Tri Tharyat menyampaikan bahwa sudah menjadi komitmen kuat dari KJRI selalu menggali inovasi-inovasi baru agar kualitas pelayanan semakin baik, cepat dan mudah. 

"Apalagi mengingat KJRI saat ini memberikan lebih dari 140 ribu pelayanan per tahun dengan pendapatan PNBP mencapai Rp 113 milyar per tahunnya," kata Konjen RI.

Dijelaskan Konjen, implementasi sistem pembayaran non tunai dan penggunaan SIMPONI telah banyak membantu dan memberikan kemudahan baik kepada pengguna jasa maupun staf KJRI.

"Bagi KJRI sendiri, implementasi ini telah memperkuat upaya peningkatan, transparansi, akuntabilitas dan meminimalisir adanya kesalahan pelaporan keuangan," Tri Tharyat menjelaskan.

Acara peresmian dilanjutkan dengan peninjauan langsung pemberian pelayanan di loket Konsuler dan di loket Bank Mandiri yang berlokasi di seberang KJRI Hong Kong.

Kepada Wamenlu, dijelaskan tentang alur pelayanan, sistem pembayaran dan sistem pelaporan, termasuk simulasi penyetoran PNBP melalui sistem SIMPONI.

Implementasi SIMPONI di KJRI Hong Kong merupakan pilot project yang akan diikuti dengan penerapan di Perwakilan RI lainnya. Sistem KJRI Hong Kong juga diharapkan dapat menjadi model yang dapat ditiru oleh Perwakilan lain dalam mengimplementasikan PNBP non tunai ini.