Diplomasi Ekonomi ke Afrika: Kemlu Luncurkan #IAFbali2018, #IndonesiaAfrica

Jakarta: Diplomasi ekonomi Indonesia diharapkan dapat meningkatkan penetrasi pasar ke Afrika. Benua ini menyimpan potensi untuk mendorong ekspor dan investasi Indonesia. Kampanye publik menjadi penting. Untuk meningkatkan kesadararan publik mengenai Diplomasi Ekonomi Indonesia di Afrika, Kemlu meluncurkan tagar #IAFbali2018 dan #IndonesiaAfrica.

"Afrika merupakan benua masa depan dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tenaga kerja yang melimpah dan daya beli yang kuat. Hal inilah yang menjadikan Afrika sebagai pasar prospektif untuk produk-produk Indonesia," demikian diuraikan Staf Khusus Menlu untuk Isu-Isu Strategis Kemlu, Duta Besar Djauhari Oratmangun acara bertema PR and Diplomacy Indonesia in Africa di Jakarta (3/10).

Upaya-upaya penetrasi ke Afrika antara lain dilakukan dengan bantuan skema pembiayaan oleh Indonesia Eximbank yaitu National Interest Account, rencana skema imbal dagang dan negosiasi pembentukan Preferential Trade Agreement.

"Untuk itu, Indonesia akan menyelenggarakan Indonesia-Africa Forum (IAF) di Bali pada April 2018 sebagai platform untuk mendekatkan kalangan bisnis Indonesia dengan negara-negara di Afrika," terang Dubes Oratmangun.

IAF, lanjutnya, akan menjadi acara bersejarah bagi hubungan bisnis Indonesia dan negara-negara di Afrika. Forum ini diharapkan akan melahirkan kesepakatan-kesepakatan bisnis yang bernilai signifikan untuk kedua pihak.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo tegas memberikan arahan untuk mewujudkan kedekatan politik dengan Afrika yang telah dibangun sejak 1955. Hubungan ini, menurut Presiden, harus ditransformasikan menjadi kedekatan ekonomi yang nyata dan menekankan pada peningkatan investasi, kerja sama teknik serta penghapusan hambatan perdagangan.

Dalam pertemuan para pemimpin negara G20 (Hamburg, Juli 2017), Presiden Joko Widodo juga telah menegaskan dukungan Indonesia atas pengembangan kemitraan yang sejajar G20-Afrika dan pencapaian Agenda 2063 di Afrika melalui Compact with Africa.

Selain itu, upaya diplomasi ekonomi ke Afrika juga telah dilakukan oleh Menlu Retno Marsudi. Menlu telah beberapa kali melakukan kunjungan bilateral ke beberapa negara Afrika dengan membawa misi bisnis.

Sebanyak 60 peserta bincang ala pegiat PR yang terdiri dari perwakilan media, perusahaan dan praktisi PR di Indonesia, menanggapi positif upaya peningkatan diplomasi ekonomi Indonesia di Afrika. Disampaikan bahwa upaya tersebut selain membawa manfaat ekonomi juga diyakini akan dapat meningkatkan citra Indonesia di mata dunia internasional. (sumber: Dit. Afrika/Yo2k)