Be Part of the Solution, Pesan Menlu Retno di Talkshow #DiplofestPadang

Padang, 2 Februari 2019:  Pelajar Sumatera Barat harus aktif dalam Diplomasi, dan menjadi bagian dari Solusi dari tantangan yang dihadapi Indonesia dan Dunia. Hal ini ditekankan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi di hadapan sekitar 1.000 mahasiswa pada Talkshow  di Convention Hall Universitas Andalas (2/2).

Hal ini jugan pengingat bahwa Sumatera Barat adalah tempat asal dari sejumlah legenda Diplomasi Indonesia seperti Muhammad Hatta dan Sultan Syahrir. 

Talkshow Menlu RI di Universitas Andalas merupakan bagian dari rangkaian kegiatan “Diplofest" atau Diplomacy Festival yang diadakan Kementerian Luar Negeri di Padang pada 1-2 Februari 2019. 

Dalam paparannya, Menlu Retno juga mengingatkan bahwa Indonesia, terutama generasi muda tidak boleh "take peace for granted". 

"Di Indonesia kita bisa hidup, keluar rumah tanpa rasa takut. Hal itu hanya bisa kita alami karena kondisi Indonesia yang relatif damai. Itu yang harus kita ingat. Jaga negara kita, jangan sampai ada konflik di Indonesia. Hormati perbedaan. Be part of the solution, not the problem. Jangan lupa berbuat baik bagi Indonesia," kata Menlu Retno. 

Menlu Retno mengungkapkan upaya-upaya Indonesia dalam turut menjaga perdamaian dunia, termasuk di Indian Ocean Rim Association (IORA), 
Palestina, Afghanistan dan Rakhine State. 

Diplomasi yang aktif, bersahabat, bermartabat dan dapat berkontribusi pada perdamaian Indonesia adalah ciri diplomasi ala Indonesia. 

Dalam kerja sama IORA, Menlu menegaskan bahwa Padang harus terus melanjutkan perannya, karena lokasi Padang yang berhadapan dengan Samudra Hindia.

Pada tahun 2017, setelah 20 tahun, Indonesia menyelenggarakam KTT IORA untuk pertama kali. IORA merupakan salah satu upaya dalam mengimplementasikan agenda maritime fulcrum sebagai upaya untuk kembali membangkitkan budaya bahari.

Untuk isu Afghanistan, Indonesia menginisiasi pertemuan trilateral ulama antara Afghanistan, Pakistan dan Indonesia yang mengajak para ulama di ketiga negara bertukar pandangan mengenai perdamaian. 

Mengenai Palestina, Indonesia terus secara konsisten mendukung perjuangan kemerdekaan bangsa Palestina. Menlu Retno memaparkan Open Debate DK PBB yang baru dihadirinya, dimana Indonesia mengangkat isu Palestina pada tanggal 22 Januari 2019. Indonesia menegaskan bahwa tidak ada solusi lain untuk menyelesaikan konflik Israel Palestine kecuali "two state solution". 

"It's the only solution,"tegas Menlu Retno.  

Pada tanggal 23 Januari, Kemlu Palestina langsung mengeluarkan rilis khusus yang isinya berterimakasih atas dukungan Indonesia. 

Palestina adalah isu kemanusiaan, isu ketaaatan pada hukum internasional dan ketaatan pada resolusi PBB. 

"Jalan masih panjang bagi Palestina, tapi Indonesia akan terus bersama sampai Palestina merdeka," kata Menlu Retno

Disampaikan pula upaya diplomasi kemanusiaan Indonesia seperti pada isu Rakhine State. 

“Indonesia akan terus berada di garda terdepan untuk memastikan isu kemanusiaan dapat diselesaikan dengan bermartabat," tegasnya.

“Diplofest" bertujuan untuk mendekatkan dunia diplomasi dan langkah diplomasi Indonesia kepada kalangan generasi muda. Sebelumya, Diplofest telah sukses diselenggarakan di Yogyakarta pada 25 – 26 Oktober 2018 , Surabaya pada 23 – 24 November 2018 dan Bandung ,18-19 Desember 2018.  (Kementerian Luar Negeri RI)​