Dialog Kinerja Awali Tahun 2019 di Kementerian Luar Negeri

​​

Jakarta, 7 Januari 2019: Ritme kerja di awal tahun 2019 tidak boleh bergerak lambat. Capaian kinerja di tahun 2018 harus dievaluasi dan menjadi dasar untuk ditingkatkan di tahun 2019. Seluruh Pimpinan di Kemenlu harus terlibat dalam perencanaan kinerja dan penggunaan/pengendalian anggaran.

Mengawali tahun 2019, Menlu RI, Retno Marsudi, langsung adakan Dialog Kinerja bersama jajaran pejabat di Kementerian Luar Negeri, Senin (7/1). Dialog Kinerja ini juga merupakan tindaklanjut dari penandatanganan PK Menteri Luar Negeri tanggal 13 Desember 2018 pada saat penyerahan DIPA ke masing-masing Eselon I.

“Para Pimpinan di Kemlu agar tingkatkan koordinasi, kolaborasi yang baik di lingkungan Kemenlu dan dengan Perwakilan RI, sehingga terdapat keterkaitan kebijakan yang kuat antara program-program di Pusat dengan program di Perwakilan," pesan Menlu dalam Dialog Kinerja.

Forum Dialog Kinerja Organisasi (DKO) merupakan amanat dan tuntutan reformasi birokrasi sekaligus upaya untuk memajukan Reformasi Birokrasi (RB) di Kemlu. DKO ini mengevaluasi capaian kinerja tahun 2018 dan membahas penetapan target kinerja tahun 2019 yang dituangkan dalam PK.

“Nilai RB Kemlu telah mencapai 80%, dan untuk meningkatkan ke 100% perlu komitmen bersama untuk memenuhi kriteria RB terbaik, utamanya dalam aspek akuntabilitas kinerja,​" ujar Sekretaris Jenderal Kemlu, Mayerfas di forum tersebut.

Penetapan PK yang berisi Sasaran Strategis, Indikator Kinerja Utama (IKU) dan target IKU merupakan mandat Peraturan Presiden tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Nomor 29 tahun 2014 yang mewajibkan seluruh Pimpinan K/L dan entitas akuntabilitas kinerja Unit Eselon I serta Satker Eselon II menyusun PK.

Isi substansi Perjanjian Kinerja (PK) para Eselon I ini telah melalui proses panjang secara bottom up yang telah dikonsolidasikan dengan seluruh Unit dan Satker bersama seluruh Manajer Kinerja Organisasi (MKO) dan Sub Manajer Kinerja Organisasi (SMKO) di lingkungan Kemlu.