KJRI Houston bekerja sama dengan Emory University Gaungkan Wasatiyyat Islam Sebagai Strategi Menangkal Islamophobia Global,

​KJRI Houston bekerja sama dengan Emory University dan Jimmy Carter Center telah menyelenggarakan Seminar on Religion and Peacebuilding in the Era of Islamobhopia: Prospects and Challenges yang telah dihadiri peserta sekitar 150 orang tanggal 15 Oktober 2018. Seminar bertujuan sebagai upaya awareness raising dan image positif Islam, khususnya di Indonesia serta diskusi dalam menghadapi tantangan Islamophobia secara global.

Seminar menghadirkan narasumber Dr. Siti Ruhaini Dzuhayatin, Staf Khusus Presiden RI Urusan Keagaamaan Internasional dan Dr. Houda Abadi dari Carter Center. Seminar berjalan lancar dan dihadiri oleh Dean of Faculty of Theology Emory Univ serta para pakar agama dari Atlanta dan akademisi sekitar 150 orang. Moderator acara ini adalah Indonesianis, Dr. James Hoesterey.

Beberapa poin dari seminar menggarisbawahi bahwa Islamofobia adalah menifestasi kebencian dan prasangka negatif yang bukan hanya bersifat individual atau sosial tapi bersifat politis bahkan sistematis yang menjadi isu global. Islamofobia juga disebabkan oleh  internal  umat Islam yang memiliki berbagai perbedaan dan situasi ini dipolitisasi sehingga menimbulkan ketegangan/konflik internal. Hal ini mengakibatkan umat non muslim berpendapat bahwa Islam tidak memiliki  common values.

Sebagai ahli di bidang HAM dan Ketua dan Anggota Kosioner HAM OKI periode 2012-2018,  Dr. Ruhaini tekankan bahwa penanganan Islamofobia harus komprehensif melalui penguatan komunal dan dialog interfaith dan intrafaith dengan melibatkan semua pihak baik negara terutama community leader.

Indonesia dan AS telah berperan dalam isu peacebuilding dan conflict resolution.  Sebagai negara demokratis, Indonesia dan AS menjadi co-sponsor resolusi 16/18 Dewan HAM PBB on Combating intolerance, negative stereotyping and stigmatization of, and discrimination, incitement to violence and violence against, persons based on religion or belief (Co-sponsor: negara anggota OKI dan AS).

Dalam kesempatan ini, Konjen RI di Houston ikut menjelaskan tentang peran Indonesia dalam interfaith dialog, peran mediator Indonesia dalam penanganan konflik di Filipina Selatan, dan pengiriman pasukan perdamaian di berbagai negara.

KJRI Houston juga bekerja sama dengan University of Georgia mengundang Dr. Ruhaini untuk berdialog  dengan tokoh interfaith dan pemuka agama yang dihadiri peserta sekitar 30 orang di Islamic Center, Athens, Georgia tanggal 14 Oktober 2018. Sebelum rangkaian kegiatan tersebut, pada 13 Oktober 2018, KJRI Houston bekerja sama dengan Emory Gamelan menyelenggarakan 21st Anniversary Gamelan Concert and Reception yang dihadiri sekitar 200 orang. Dr. Ruhaini berkesempatan diwawancarai majalah Sacred Matters Magazine mengenai Islam di Indonesia.

 

Sumber: KJRI Houston

Foto: Yoshiko Photograhpy