Indonesia Promosikan Peran Jurnalis medan Diplomasi Digital di Houston, Texas

​Indonesia Promosikan Peran Jurnalis medan Diplomasi Digital di Houston, Texas

Indonesia gaungkan peran jurnalisme dan diplomasi digital Indonesia pada simposium jurnalisme di University of HoustonTexas, Kamis, 26 April 2018. Simposium yang merupakan inisiatif Dr. Temple Northup, Direktur Jack Valenti School of Communication UH ini, mendapat dukungan dari KJRI Houston.Simposium hadirkan narasumber Janet Steele,jurnalis AS,Konjen RI di Houston, jurnalis dan akademisi berbakat dari Indonesia, China, India, Malaysia dan AS.Sekitar100 pengunjung dari kalangan universitas, jurnalis dan masyarakat di AS hadiri simposium yang bertajuk Journalism in Asia: Current Trends & Challengesdi UH Alumni Center.

Konjen RI, Dr. Nana Yuliana dengan featured remarks “Role of Digital Diplomacy in Indonesia" paparkan bahwa pada era globalisasi ini media digital merupakan bagian integral dalam diplomasi Indonesia. Diplomasi digital selain bertujuan diseminasi informasisecara global juga esensial dalam membangun kepercayaan publik dan berperan sebagai fungsi akuntabilitas dan transparansi publik. Instagram, twitter,facebook dan youtube menjadi sarana yang efektif dan efisien dalam suarakan diplomasi Indonesia baik dibidang ekonomi, maritim, perlindungan WNI maupun peran dalam forum internasional. Saat ini Indonesia gencar kampanyekan pencalonan sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode2019.

Janet Steele, seorang Indonesianis berbagi pengalaman riset tentang jurnalisme dan Islam di Indonesia dan Malaysia melalui paparan Journalism of Islam Contending Views in Muslim Southeast  Asia. Stelle yang juga Direktur Institute of Public Diplomacy and Global Communication George Washington University, secara khusus menulis buku tentang majalah TEMPO yang fokus pada isu politik dan budaya Orde Baru. Dia juga bandingkan perkembangan jurnalisme di Indonesia dan Malaysia yang cenderung sulit mengeksplorasi perkembangan Islam di Malaysiakarena media di Indonesia lebih terbuka.

Indonesia sangat bangga dengan kehadiran jurnalis dan akademisi muda juga berbakat dari Indonesia. Mereka adalah Devi Asmarani, editor in chief dan Hera Diani, managing editor, media online feminis Magdalene serta Prodita Sabarini, editor Conversation Indonesia, media online bersumber analisa dari akademisi dan peneliti. Dosen universitas Bhayangkara (Ubhara) Jakarta yaitu Hizkia Yosias Polimpung dan Rina Sovianti juga berbagi ilmu jurnalisme pada simposium ini. Mereka berbagi praktik terbaik di Indonesia seputar isu Intersection of Culture & Journalism in Asia serta Trends &Challenges in Journalism Education in Asia bersama panelis dari negara Asia.

University of Houston dan Ubhara menjalin kerjasama di dibidang ilmu komunikasi sejak September 2017. Dosen Ubahara berkesempatan berikan workshop tentang penulisan artikel dan data jurnalisme kepada staf KJRI Houston sebagai bagian dari peningkatan kapasitas  SDM. Simposium ini tingkatkan upaya university to university partnership dan engagement dengan media setempat guna optimalkan diplomasi publik dan diplomasi digital Indonesia di AS.

 

Karbela