Tingkatkan kerja sama perlindungan PMI, Secretary for Labour and Social Welfare Hong Kong kunjungi Indonesia

Dalam pertemuan dengan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri, Secretary for Labour and Social Welfare, Dr Law Chi-kwong sampaikan betapa signifikan peran PMI dalam kehidupan masyarakat Hong Kong. Oleh karena itu, Hong Kong terus berkomitmen untuk menjamin perlindungan bagi PMI dan menjadikan Hong Kong sebagai tempat bekerja yang nyaman.

 

Menteri Hanif Dhakiri telah mengemukakan sejumlah masalah yang banyak dialami PMI di Hong Kong antara lain, kenaikan gaji, beban kerja berlebih, pekerjaan tidak sesuai kontrak, atau pungutan berlebih dari agen. Secretary Law menekankan bahwa apabila PMI memiliki beban kerja berlebih yang melanggar kontrak dapat segera dilaporkan. Departemen Tenaga Kerja Hong Kong saat ini telah memiliki hotline khusus bagi pembantu rumah tangga asing. Dalam kaitan ini, Konjen RI Hong Kong, Tri Tharyat, menyerahkan “Buku Pintar PMI Hong Kong" kepada Menaker Hong Kong, Menaker RI, Kepala BNP2TKI dan asosiasi agensi penempatan PMI. “Saya berharap dalam momentum yang baik ini, semua pihak dapat bekerja Sama meningkatkan upaya perlindungan PMI Hong Kong. Buku pintar ini menjadi salah satu kontribusi KJRI Hong Kong sebagai panduan praktis bagi PMI supaya sadar akan hak dan kewajibannya serta tahu kemana harus melaporkan masalahnya", ujar Konjen Tri.

 

Selain dari permasalahan tersebut, baik Indonesia maupun Hong Kong sepakat akan pentingnya literasi keuangan bagi PMI, agar PMI tidak mudah menjadi korban kejahatan keuangan. Secara khusus Menteri Hanif Dhakiri juga meminta agar pada saat pemilihan umum tanggal 14 April 2019, PMI dapat menggunakan hak pilihnya dengan lancar.

 

Dalam kunjungan yang dilaksanakan selama 20-22 Januari 2019 ini, Secretary Law juga bertemu dengan Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid. Kedua pihak membahas pentingnya persiapan PMI sebelum berangkat, agar PMI sadar akan hak dan kewajibannya ketika di Hong Kong nanti. Secretary Law juga telah melihat secara langsung pelatihan yang dilaksanakan di balai latihan kerja milik PT Sukses Dua Bersaudara dan PT Karya Semesta Sejahtera.​​​​