Indonesia: Pasar Berpotensi untuk Produk Mainan Anak di Asia

Jumlah populasi berusia muda yang sangat besar, menjadikan Indonesia sebagai salah satu pasar  berpotensi untuk produk mainan anak di Asia. Agar dapat masuk pasar ini, Pemerintah Indonesia memiliki berbagai aturan, prosedur dan standar terkait impor mainan yang harus ditaati para produsen. Hal ini disampaikan oleh Sekjen Asosiasi Mainan Indonesia (AMI), Eko Wibowo Utomo pada saat berbicara dalam “Buyer Forum" di “Hong Kong Toys and Games Fair" di Pusat Pameran Hong Kong (HKCEC), Selasa (9/1). Pameran produk mainan dan permainan anak-anak ini diselenggarakan oleh Hong Kong Trade and Development Council (HKTDC) tanggal 8 – 11 Januari 2018.

“Selain harus memiliki lisensi impor, produsen mainan juga harus memiliki hak cipta dan menjalani sertifikasi SNI untuk produk-produk mainan yang akan dijual di Indonesia," jelas Eko Wibowo kepada para peserta forum. Untuk memenuhi standar SNI, produk mainan harus menjalani beberapa tes seperti tes fisik, bahan kimia, kelistrikan dan sebagainya, demikian tambah Eko.

Selain Sekjen AMI, Forum juga menghadirkan dua pembicara lain yaitu Ketua Umum Asosiasi Importir dan Distributor Mainan Indonesia Sandi Vidhianto dan VP Blibli.com Fransisca Nugraha. Sandi memperkenalkan Indonesia sebagai pasar potensial mainan anak, sementara Fransica memaparkan potensi bisnis online produk mainan anak.

Para peserta Buyer Forum nampak antusias memanfaatkan kesempatan itu untuk melontaskan berbagai macam pertanyaan seputar aturan dan prosedur dalam memasukan produk mainan anak ke Indonesia.

Toys and Games Fair adalah salah satu pameran mainan anak terbesar di Asia yang dilaksanakan setiap tahun di Hong Kong. Menurut pihak penyelenggara, acara tahun ini diikuti oleh lebih dari 2.000 produsen dan 100 ribu pembeli dari 45 negara. Pameran kali ini memperkenalkan banyak teknologi terbaru dalam produk mainan anak seperti robot, Augmented Reality (AR). dan drone.

Indonesia diwakili oleh PT Yolita Jaya Indonesia, produsen peralatan renang anak-anak dan PT Octagon Studio Indonesia, produsensi kartu AR interaktif. Selain itu, Asosiasi produsen dan distributor mainan anak di Indonesia juga mengorganisisir lebih dari 20 orang anggota delegasi buyer untuk mengikuti pameran.

Bersamaan dengan Toys and Games Fair, dilaksanakan pula dua pameran lainnya di Hong Kong yaitu International Stationary Fair dan Hong Kong International Licencing Show. Beberapa perusahaan Indonesia ikut berpartisipasi dalam kedua pameran itu antara lain PT. Ina Prima Grafindo, Pt. Solo Murni (Kiky Creative Products) dan PT Hompimpa Mulia Production.

KJRI Hong Kong yang diwakili oleh Konsul Ekonomi, Konsul Perdagangan dan Konsul Bea Cukai menyampaikan dukungannya kepada para perusahaan Indonesia yang ikut serta dalam pameran-pameran tersebut, baik sebagai exhibitor maupun sebagai buyer. “Kami selalu siap membantu dan memfasilitasi pengusaha Indonesia yang ingin memasarkan produknya melalui pameran-pameran di Hong Kong," kata Konsul Ekonomi, Erwin M. Akbar.​​