Estonia

REPUBLIK ESTONIA

 
 

I.     KETERANGAN DASAR

 
 

1.

Nama Negara

:

Republik Estonia

2.


 

3.

Ibu Kota


 

Bentuk Negara

:


 

:

Tallinn


 

Republik 

4.

Kepala Negara

:

Presiden Mrs. Kersti Kaljulaid (sejak 10 Oktober 2016)

5.

Kepala Pemerintahan

:

 

Perdana Menteri Mr. Jüri Ratas (sejak 21 November 2016)

6.

Letak

:

Estonia terletak di bagian Barat Laut Eropa Timur pada garis Lintang Utara 590 00” dan Bujur Timur 260 00”, dengan ketinggian rata-rata sekitar 50 m dari permukaan laut

7.

Perbatasan

:

Estonia berbatasan dengan Laut Baltik, Teluk Finlandia, di antara Rusia dan Latvia

8.

Wilayah

:

Luas wilayah Estonia 45.226 km2. Wilayah Estonia terdiri dari daratan seluas 43.211 km2 dan danau 2.015 km2. 1/10 wilayahnya terdiri dari pulau-pulau, yang berjumlah 1.520 pulau di Laut Baltik. Selain itu, 20% dari wilayah Estonia terdiri dari rawa-rawa

9.

Iklim

:

Iklim di Estonia ditentukan oleh lokasinya yang terletak di barat laut kontinen Euroasia. Bagian terdekat dengan Laut Baltik sangat dipengaruhi oleh perbedaan iklim setempat, terutama di daerah pantai. Temperatur tahunan di titik terbarat adalah 6.0oC dan di bagian tertimur adalah sekitar 4.2°C - 4.3°C

10.

Pembagian Wilayah

:

79 municipalities yang dikelompokkan ke dalam 15 Regional Councils (maakond)

11.

Penduduk

:

1,32 juta jiwa (1 Januari 2017)

12.

Hari Nasional

:

24 Februari (Hari Kemerdekaan)

13.

A g a m a

:

Evangelical Lutheran, Orthodox, Kristen, Katolik, Budha, Hindu, Islam, Tao dan Yahudi

14.

Bahasa Nasional

:

Estonia

15.

Ekonomi

:

-  Mata uang        : Euro (€)

-  GDP perkapita :  € 20,916 (2016)

16.

Angkatan Bersenjata

:

Terdiri dari Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara dengan jumlah kekuatan sekitar 291.696 orang (2005)

17.

Sistem Pemerintahan

:

Demokrasi Parlementer

18.

Sistem Peradilan

:

Didasarkan pada sistem hukum sipil. 

19.

Konstitusi

:

Konstitusi 1938 yang disahkan pada tanggal 28 Juni 1992.


 

20.


 

Partai Politik Utama


 

:

  • Partai Reformasi

  • Partai Tengah

  • Partai Sosial Demokrat Estonia

  • Partai Pro Patria and Res Publica (IRL)

  • Partai Rakyat Konservatif

  • Partai Kebebasan

 
 

II.    KERJASAMA BILATERAL

 

a.    Sejarah singkat hubungan bilateral

 

Indonesia memberikan pengakuan terhadap pemulihan kembali kemerdekaan dan kedaulatan Republik Estonia pada 16 September 1991. Pada tanggal 1 Februari 1993 Pemerintah Estonia menyetujui pembukaan hubungan diplomatik antara Pemerintah RI dengan Pemerintah Estonia pada tingkat Duta Besar. Pembukaan hubungan diplomatik tersebut ditandatangani pada tanggal 5 Juli 1993. Pelaksanaan hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Estonia dirangkap oleh Duta Besar Republik Indonesia di Helsinki, Finlandia.

 
 

b.    Kerjasama dan hubungan politik

 

Hubungan bilateral Indonesia dan Estonia secara umum berjalan dengan baik. Hubungan diplomatik RI-Estonia yang telah terjalin sejak tahun 1993 membawa dampak positif dengan semakin meningkatnya kerjasama kedua negara di bidang politik, ekonomi dan sosial budaya. Salah satunya adalah meningkatnya jumlah permohonan visa kunjungan warga negara Estonia ke Indonesia baik untuk kunjungan wisata maupun kunjungan usaha, bahkan untuk kunjungan jurnalistik.

 
 

c.    Kerjasama ekonomi, perdagangan dan investasi

 

Perdagangan Indonesia dan Estonia pada periode 2004-2009 mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun dengan total perdagangan antara 2 juta euro - 10 juta euro. Nilai perdagangan yang cukup mengesankan adalah pada tahun 2008, dengan total volume perdagangan 10,67 juta euro, dengan surplus bagi Indonesia sebesar 6 juta euro atau tertinggi selama 4 tahun terakhir.

 

Pada periode Januari - Juni 2009, total perdagangan luar negeri Estonia dengan Indonesia mencapai 4.593.354 euro dengan nilai ekspor Estonia ke Indonesia mencapai 2.706.711 euro, dan import Estonia dari Indonesia sebesar 1.886.643 euro.  Dengan demikian, pada periode tersebut, Indonesia mengalami surplus perdagangan hingga 820.068 euro atau jauh menyusut dibandingkan tahun 2008 yang mencapai surplus sebesar 3.772.662 euro. Penurunan surplus ini disebabkan antara lain, situasi ekonomi di Estonia yang tidak menentu akibat krisis ekonomi dunia dan permintaan dalam negeri yang terus merosot. Selain itu, meningkatnya pengangguran mengakibatkan turunnya daya beli. Hal ini merupakan dampak langsung penutupan banyak pabrik dan perusahaan di Estonia akibat krisis ekonomi dunia.

 

Sepuluh komoditi utama yang mendominasi ekspor komoditi Indonesia ke Estonia dalam perdagangan bilateral kedua negara periode Januari-Juni 2009 adalah, animal or vegetable fats and oil; woods and articles of woods, paper and paperboard, furniture, bedding, mattrasses, organic chemical, articles of stone, plaster, cement, footwear, dan gaitters, manmade filaments, other made-up textile articles, manmade stapple fibres.

 

Berdasarkan data spesifik Bank of Estonia 2006, investasi langsung Indonesia ke Estonia sejumlah USD 1.980.000, sedangkan sebaliknya, tidak ada investasi Estonia di Indonesia. Investasi Indonesia tahun 2005 senilai USD 2.790.000.

 
 

d.    Kerjasama Sosial budaya dan Pariwisata

 

Dalam upaya meningkatkan hubungan baik RI-Estonia di bidang sosial budaya, pada tahun 2002 telah ditandatangani persetujuan kerjasama kebudayaan antara Indonesia dan Estonia di Tallinn, Estonia oleh Dubes RI untuk Finlandia merangkap Estonia dan Menteri Kebudayaan Estonia. Persetujuan tersebut diratifikasi pada bulan Desember 2002. Selanjutnya sebagai tindak lanjut persetujuan kebudayaan tersebut, yang merupakan landasan dalam penyelenggaraan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan antara kedua negara di bidang kebudayaan, pendidikan dan ilmu pengetahuan, maka KBRI Helsinki telah melaksanakan pagelaran kebudayaan Indonesia di Tallinn, Estonia pada bulan Agustus 2002 dan Mei 2003.

 

Yayasan "Selamat Indonesia"

 

Konsul kehormatan RI di Estonia, Mr. Ain Lindre, pada awal 2006 menginformasikan bahwa dirinya dan beberapa pengusaha Estonia telah mendirikan organisasi non profit (non profit organisation) atau yayasan yang bernama "Selamat Indonesia". Organisasi ini bertujuan untuk mengembangkan kerjasama kebudayaan, bisnis, turisme dan perdagangan antara Indonesia dan Estonia.

 

"Selamat Indonesia" didirikan melalui penandatanganan Charter of the Foundation oleh 18 (delapan belas) orang Estonia di kota Narva, Estonia, pada tanggal 26 Januari 2006. Anggota Yayasan "Selamat Indonesia" pada umumnya adalah para pengusaha dan politisi yang tertarik untuk memajukan kerjasama ekonomi dan kebudayaan antara kedua negara. Salah satu penandatangan yayasan tersebut adalah Walikota Narva.

 

 

III. SUSUNAN KABINET PEMERINTAHAN


 

SUSUNAN KABINET PEMERINTAHAN

REPUBLIK ESTONIA

(2016-2019) 

 

1.

Perdana Menteri                                                       

:

Mr. Jüri Ratas (Centre Party)

2.      

Menteri Luar Negeri

:

Mr. Sven Mikser (Social Democratic Party)

3.      

Menteri Keuangan

:

Mr. Toomas Tõniste (Pro Patria And Res Publica Party)

4.    

Menteri Dalam Negeri

:

Mr.  Andres Anvelt (Social Democratic Party)

5. 

Menteri Pertahanan

:

Mr. Jüri Luik (Pro Patria And Res Publica Party)

6.  

Menteri Kehakiman

:

Mr. Urmas Reinsalu (Pro Patria and Res Publica Party)

7.  

Menteri Perekonomian dan Infrastruktur

:

MsKadri Simson (Centre Party)

8. 

Menteri Kebudayaan

:

MrIndrek Saar (Social Democratic Party)

9.  

Menteri Kesehatan dan Ketenagakerjaan

:

Mr. Jevgeni Ossinovski (Social Democratic Party)

10.  

Menteri Perlindungan Sosial

:

Ms.  Kaia Iva (Pro Patria and Res Publica Party)

11.  

Menteri Pendidikan Dan Riset

:

Ms. Mailis Reps (Centre Party)

12.  

Menteri Lingkungan Hidup            

:

Mr. Siim Kisler ( Pro Patria and Res Publica Party)

13.  

Menteri Administrasi Publik

:

Mr. Jaak Aab (Centre Party)

14.  

Menteri Pedesaan

:

Mr. Tarmo Tamm (Centre Party)

15.  

Menteri Kewirausahawan dan Teknologi Informasi

:

Ms. Urve Palo (Social Democratic Party)