Diskusi Regional Asia - Mengenal Pasar Vietnam

Vietnam adalah salah satu negara pesaing Indonesia, banyaknya masyarakat kelas menengah atas baru akibat pertumbuhan ekonomi Vietnam merupakan pasar potensial bagi produk Indonesia untuk mendapatkan pangsa pasar Vietnam.

Dalam kesempatan ini Duta Besar RI untuk Vietnam, Ibnu Hadi membuka forum dengan menyampaikan bahwa Indonesia mengalami surplus perdagangan dengan Vietnam dari tahun 2016 s.d 2017 dan diharapkan pada tahun ini juga akan mengalami surplus. Batubara masih mendominasi ekspor Indonesia ke Vietnam dengan nilai USD396,3 milyar, kemudian minyak goreng dan minyak sayur dari kelapa sawit, kertas, logam, produk komputer dan elektrik, produk perikanan.

Adanya perang dagang antara RRT dan USA menguntungkan Vietnam sebagai eksportir. Ekspor terbesar Vietnam adalah suku cadang alat-alat telekomunikasi (pabrik samsung terbesar di dunia ada di Vietnam), diikuti dengan tekstil dan garmen. Banyak orang dari Indonesia yg bekerja sebagai profesional (manager, supervisor, desainer) di Vietnam. Karena lebih efektif dan efisien dari pada mendidik orang Vietnam sendiri atau merekrut dari negara-negara seperti Jepang, Korea dan RRT.

Ada beberapa produk Indonesia yang diimpor Vietnam untuk di ekspor kembali seperti benang dan mete. Sedangkan impor Indonesia terbesar dari Vietnam adalah beras, besi dan baja, peralatan telekomunikasi dan mesin. Sebagai contoh, produk butter cookies dari Mayora merupakan best seller di Vietnam mengalahkan produk dari Thailand dan RRT. Buah salak Indonesia sangat digemari oleh masyarakat Vietnam, sehingga ini menjadi potensi indonesia untuk masuk kesana. Helmet juga menjadi produk potensial karena petumbuhan sepeda motor di Vietnam sebanyak 12 juta unit.

Konsul Jenderal RI, Hanif Salim yang hadir mendamping Duta Besar juga berkesempatan untuk memperkenalkan beberapa pengusaha Vietnam yang hadir di TEI agar dapat mendorong peluang dan komunikasi lebih lanjut antara pengusaha Indonesia yang hadir dengan pegusaha Vietnam yang diundang tersebut. Salah satunya adalah Miss Wan Ketua Asosiasi Garmen di Vietnam. Beliau menyampaikan bahwa TEI ini merupakan kesempatan besar bagi mereka untuk mendapatkan produk potensial untuk dipasarkan di pasar Vietnam. Indonesia dan Vietnam mempunyai kemiripan dalam segi fisik, budaya dan pemikiran. Mereka sangat senang dengan sambutan yang diberikan oleh masyarakat Indonesia dan mereka dengan mudah mencari produk yang mereka cari. Mereka ingin agar para pengusaha garmen atau baju agar mengekspor produk mereka ke vietnam dan agar mereka dapat berinvestasi atau membuka toko di sana. Rest area juga masih belum banyak sehingga merupakan peluang bagi pengusaha baik untuk ekspor, investasi, maupun memberdayakan tenaga kerja Indonesia.


Kedubes Indonesia dan Konjen RI di Vietnam banyak mengadakan kegiatan untuk mendorong produk Indonesia agar dapat masuk ke pasar Vietnam. Event selanjutnya adalah Vietnam International Fashion Fair pada tanggal 13 – 18 Desember 2018.