Himbauan kepada Masyarakat Indonesia yang Bepergian ke Timor-Leste agar Mematuhi Undang-Undang Imigrasi Timor-Leste No. 11

PRESS RELEASE

 

 

Himbauan kepada Masyarakat Indonesia yang Bepergian ke Timor-Leste agar Mematuhi  Undang-Undang Imigrasi Timor-Leste No. 11 Tahun 2017

 

Pemerintah Timor-Leste telah mengeluarkan Undang-Undang Imigrasi No. 11 Tahun 2017 pada tanggal 24 Agustus 2017. Pemberlakuan Undang-Undang tersebut menggantikan UU Keimigrasian No. 9 Tahun 2003. Diberlakukannya UU Imigrasi Timor-Leste No. 11 Tahun 2017 dimaksudkan untuk memperbaiki mekanisme kerja, memperbaiki sistem penerimaan turis dan pekerja warga negara asing (WNA), dan dalam hal keamanan.

 

Sebagai bagian dari upaya Perwakilan Pemerintah Indonesia di luar negeri, dalam hal ini KBRI Dili, dalam melaksanakan perlindungan terhadap Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia di Timor-Leste, disampaikan informasi mengenai intisari UU Imigrasi Timor-Leste No. 11 Tahun 2017 dimaksud, sebagai berikut:

 

A.   Pemerintah Timor-Leste mengeluarkan 8 tipe visa, yaitu:

 

a.    Visa Diplomatik

Tipe visa ini diberikan kepada WNA yang menggunakan Paspor Diplomatik, masa berlaku visa 30 hari dan dapat digunakan untuk beberapa kali perjalanan. Visa ini didapatkan dari Kementrian Luar Negeri Timor Leste.

 

b.    Visa Transit

Visa transit di berikan kepada WNA yang masuk ke Timor-Leste dengan tujuan untuk melanjutkan perjalanannya ke negara lain.

 

c.    Visa Turis

Visa turis diberikan kepada WNA yang masuk ke Timor-Leste dengan tujuan untuk wisata. Visa turis berlaku untuk 30 hari dan dapat diperpanjang satu kali sesuai ketentuan yang ada.

 

d.    Visa Transit Bandara Udara

Visa ini sejenis dengan visa transit, akan tetapi diberikan kepada WNA yang termasuk dalam kategori negara rawan dan hanya bisa berada di bandara, tidak diperbolehkan keluar bandara.

 

e.    Visa Kerja

Visa kerja diberikan kepada WNA yang bermaksud untuk bekerja di Timor-Leste. Visa kerja diberikan untuk jangka waktu 1 tahun. Visa ini dapat diperpanjang beberapa kali setelah masa berlaku  habis dan dapat digunakan untuk beberapa kali perjalanan.

f.     Visa Bisnis Kelas I dan II

  • Visa Bisnis Kelas I

    Visa ini diberikan kepada WNA yang akan melakukan penanaman modal atau mempunyai keinginan berinvestasi di Timor-Leste. Visa ini berlaku untuk 60 hari dan dapat digunakan untuk beberapa kali perjalanan, namun tidak dapat di perpanjang.
  • Visa Bisnis Kelas II

    Visa ini diberikan kepada WNA yang ini menetap di Timor-Leste dan melakukan usaha dengan biaya yang cukup besar.  Visa ini berlaku selama 2 tahun, dan dapat digunakan untuk beberapa kali perjalanan.

     

g.    Visa Tinggal Terbatas

Visa Tinggal Terbatas ini diberikan kepada :

        1. Pelajar yang ingin melanjutkan pendidikan di Timor-Leste
        2. WNA yang ingin melakukan kegiatan/penelitian (spt. dokter, ilmuwan, perawat, dll)
        3. Para relawan
        4. Diberikan kepada keluarga yang akan berkunjung (bagi keluarga yang pemegang paspor Diplomatik). Visa tinggal terbatas ini juga diberikan kepada WNA yang bertugas di Timor-Leste sebagai diplomat dan tugas kenegaraan, selain Visa Diplomatik yang sudah dijelaskan pada poin pertama.

           

          Visa Tinggal Terbatas diberikan untuk beberapa kegiatan yaitu :
  • Kegiatan budaya
  • Olahraga
  • Penelitian ilmiah
  • Jurnalistik

     

h.    Visa Tinggal Menetap

Visa ini diberikan kepada WNA yang berkeinginan untuk menetap dan tinggal di Timor-Leste dengan tujuan :

  • Urusan dinas/pekerjaan diplomatik
  • Kunjungan keluarga

    Masa berlaku visa yang diberikan yaitu 90 hari dan dapat digunakan untuk beberapa kali perjalanan.

 

B.   SANKSI

 

Undang-Undang Imigrasi No. 11 Tahun 2017 Bagian II Pelanggaran Sub Bagian I Pelanggaran dan Sanksi, menjelaskan mengenai berbagai jenis pelanggaran keimigrasian dan sanksi yang dikenakan, sebagai berikut:

 

  1. Tinggal secara ilegal

    Bagi WNA yang tinggal di Timor-Leste melebihi periode ijin tinggal yang ditetapkan, akan dikenai sanksi sebesar US$ 150 – 230 untuk jangka waktu tidak melebihi 30 hari. Warga Negara Asing yang tinggal secara ilegal melebihi 30 hari, tetapi tidak lebih dari 90 hari akan dikenai sanksi sebesar US$ 230 - 350. Sanksi sebesar US$ 350 – 580 akan dikenakan kepada WNA yang tinggal secara ilegal di Timor-Leste lebih dari 90 hari.
  2. Kegiatan non-profesional tidak resmi

    Warga Negara Asing yang melakukan aktivitas non-profesional yang tidak sesuai dengan visa dan ijin tinggal, akan mendapat sanksi sebesar US$ 200 – 1000.

     
  3. Bekerja secara tidak resmi

    Setiap Warga Negara Asing yang bekerja tanpa visa dan ijin bekerja yang seharusnya, akan mendapatkan sanksi sebesar US$ 750 – 1500.

     
  4. Perpanjangan ijin tinggal melewati masa berlaku

    Warga Negara Asing yang melakukan perpanjangan ijin tinggal setelah melewati masa berlaku ijin tinggal maksimal 30 hari akan mendapatkan sanksi sebesar US$ 100- 250.

     
  5. Tidak melaporkan tempat tinggal

    Kepada WNA yang tidak melaporkan alamat tempat tinggal akan dikenakan sanksi sebesar US$ 50 – 250.

     
  6. Ketidakpatuhan terhadap kewajiban lainnya

    Pelanggaran terhadap kewajiban pendaftaran dan kewajiban lainnya dalam aturan ini akan mendapatkan sanksi sebesar US$ 30 – 250.

     

    Sebagai catatan, saat ini peraturan mengenai visa tersebut diatas belum diimplementasikan mengingat perlu dikoordinasikan lebih lanjut pada tingkat internal. Peraturan mengenai visa saat ini masih merujuk pada Immigration and Asylum Law of 2003 (Law 9/2003 of 15th October 2003). Sedangkan terkait pelanggaran keimigrasian, sanksi yang diberikan akan merujuk pada UU Imigrasi Timor-Leste No. 11 Tahun 2017 yang berlaku saat ini.

     

    Sehubungan dengan diberlakukannya UU Imigrasi Timor-Leste No. 11 Tahun 2017 tersebut, KBRI Dili menghimbau kepada WNI yang bermaksud untuk berkunjung, tinggal, dan bekerja di Timor-Leste supaya dapat melengkapi dokumen keimigrasian sesuai dengan tujuan kedatangan. Setiap tipe visa dan bentuk kunjungan ke Timor-Leste memiliki syarat dan ketentuannya masing-masing yang harus dihormati dan ditaati. Untuk memperoleh informasi lengkap mengenai persyaratan setiap tipe visa yang dikeluarkan oleh Pemerintah Timor-Leste, supaya menghubungi kantor Perwakilan Timor-Leste di Indonesia.

     

     


Kontak Perwakilan Timor-Leste di Indonesia

 

Kedutaan Besar RDTL – Jakarta

Mayapada Tower, 19th floor
Jl. Jend Sudirman Kav. 28
Jakarta 12920, Indonesia

Tel.: (+62) 21 5794 0102/03, (+62) 21 5794 0250 e (+62) 21 5292 2549 
Fax: (+62) 21 5794 0201 e (+62) 21 5292 2548

 

Konsulat Jenderal – Kupang

Jl. Frans Seda
Fatululi, Kota Kupang
NTT 81115, Indonesia

Tel.: (+62) 38 0855 4551-2
Fax: (+62) 38 0855 4553

 

Agen Konsul – Atambua

Timor Hotel, room 118
Jln. Siwabessi
Atambua, Indonesia

Tel.: (+62) 0389 21024
Fax: (+62) 0389 21024

 

Konsulat Jenderal – Surabaya

Jln. Kencana Sari Barat II / AA No. 8
Surabaya, Jawa Timur 60225, Indonesia

Tel.: (+62) 31 568 1548
Fax: (+62) 31 562 3139
E-mail: 217urab@onemedhealthcare.com

 

Konsulat Jenderal – Bali

Jln. Tukad Mas #4, Denpasar
Bali 80225, Indonesia

Tel.: (+62) 03 6123 5093
Fax: (+62) 03 6123 5093
Tlm.: (+62) 812 3917 6529
E-mail: cgtl@dpsbali.com

 

 

(Pensosbud KBRI Dili)