Dorong Peningkatan Jumlah Wisatawan, KBRI Dhaka Berpartisipasi pada 7th Asian Tourism Fair

​Dhaka, 6 Oktober 2018: Dalam rangka mendorong peningkatan jumlah wisatawan asal Bangladesh, KBRI Dhaka berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata mempromosikan “Wonderful Indonesia” pada 7th Asian Tourism Fair yang berlangsung pada tanggal 28-30 September 2018 di Dhaka. Asian Tourism Fair adalah ajang pameran pariwisata internasional tahunan yang diselenggarakan di Bangladesh sejak tahun 2011. Ini adalah kali kelima KBRI Dhaka berpartisipasi pada pameran tersebut

Pada partisipasi tahun ini, KBRI Dhaka bersama Kemenpar tidak hanya mempromosikan wisata dan budaya Indonesia, namun juga menghadirkan tour operator dari Indonesia untuk menjual paket-paket wisata. Lebih dari 20.000 pengunjung hadir dalam 3 hari pameran Asian Tourism Fair 2018. 

 “Pesona Bali masih menjadi daya tarik utama masyarakat Bangladesh. Untuk itu, selain menampilkan Bali sebagai fokus pameran Indonesia, kami juga memperkenalkan “10 New Bali” sebagai tujuan wisata yang menarik di Indonesia”, demikian disampaikan oleh Dubes RI Dhaka, Rina Soemarno, yang menjadi “Tamu Utama” pada pameran yang dibuka oleh Menteri Perhubungan Udara dan Pariwisata Bangladesh tersebut. 

Sebagian dari warga Bangladesh bahkan telah beberapa kali mengunjungi Pulau Bali. Beberapa daerah di Bali seperti Ubud, Kuta, dan Seminyak menjadi destinasi favorit para pelancong asal Bangladesh. Para pengunjung yang singgah di Pavilion Wonderful Indonesia juga mengatakan sangat antusias untuk berkunjung ke Indonesia, khususnya ke Bali karena Pulau tersebut tidak hanya menawarkan beragam keindahan alam, namun juga budaya yang unik. 

Jumlah kunjungan wisatawan Bangladesh ke Indonesia meningkat pesat dalam 2 tahun terakhir. Jika pada tahun 2015 BPS mencatat hanya sekitar 15 ribu  wisatawan asal Bangladesh berkunjung ke Indonesia, di tahun 2017 jumlah kunjungan wisatawan asal Bangladesh meningkat lebih dari tiga kali lipat menjadi sekitar 52 ribu orang. Adanya kebijakan bebas visa yang diberikan oleh Pemerintah RI kepada warga Bangladesh ditengarai turut mendorong peningkatan jumlah wisatawan asal Bangladesh.
Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan Bangladesh yang signifikan ini menurut wakil dari Kemenpar, Pupung Fadhillah, menjadikan Bangladesh saat ini termasuk salah satu fokus pasar pariwisata Indonesia di Asian Selatan. Bangladesh menjadi pasar yang sangat potensial bagi pariwisata Indonesia terutama sejak dinobatkan sebagai negara dengan tingkat pertumbuhan orang kaya tercepat di dunia pada periode 2012-2017, mengalahkan negara-negara maju seperti Tiongkok dan AS. Pertumbuhan ekonomi Bangladesh yang dalam sepuluh tahun terakhir selalu di atas 7% menjadikan pertumbuhan kalangan ekonomi menengah ke atas meningkat dengan pesat. Kondisi lingkungan di Bangladesh dengan tingkat polusi tertinggi di dunia, juga mendorong masyarakat yang memiliki kemampuan secara finansial untuk sering berlibur ke luar negeri. ​