Keriuhan Perayaan Hari Anak Nasional 2018

​Pada hari Sabtu, 21 Juli 2018, Jingili Water Garden dipenuhi oleh suara riuh rendah anak-anak yang tengah mengikuti berbagai permainan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2018. Dengan dilatarbelakangi oleh lantunan lagu anak-anak Indonesia, anak-anak Indonesia di Darwin mengikuti berbagai pertandingan yang diselenggarakan oleh Konsulat RI bekerjasama dengan Dharma Wanita Persatuan KRI Darwin.

Sekitar 70 anak-anak dari usia 2 - 12 tahun dengan antusias mengikuti perlombaan mewarnai, menyanyi Lagu Anak Indonesia, makan donat, balap karung, balap kelereng, dan lempar bola. Tanpa diduga ternyata anak-anak ini dengan sangat fasih mampu menyanyikan berbagai lagu anak-anak Indonesia seperti Nina Bobo, Burung Kakatua dan Sayang Semuanya, meskipun mereka tidak tinggal di Indonesia.

Dalam pembukaannya, Konsul RI Darwin, Dicky Soerjanatamihardja menyampaikan bahwa Hari Anak Nasional diperingati setiap tahunnya untuk mengingatkan kita agar berpartisipasi mewujudkan duni anak yang lebih baik dan memastikan segala hal yang terbaik untuk anak-anak dalam masa pertumbuhan dan perkembangnya. Diharapkan dengan menyatukan perayaan Hari Anak Nasional dengan rangkaian kegiatan HUT RI ke-73 ini, masyarakat Indonesia di Darwin dapat memperkenalkan tradisi tahunan ini kepada anak-anak dan cucu-cucu mereka yang tumbuh jauh dari Indonesia.

​Kegiatan ini juga merupakan rangkaian dari Peringatan HUT RI ke-73, sehingga, setelah anak-anak menyelesaikan pertandingannya, pertandingan tradisional untuk dewasa dimulai. Masyarakat Indonesia di Darwin dengan semangat 45 mengikuti berbagai pertandingan yang diadakan, antara lain joget balon, rantai hulahup, balap karung, makan donat dan tarik tambang. Seluruh kegiatan dipenuhi oleh suasana santai dan canda tawa. 

Beberapa masyarakat menyampaikan, bahwa kegiatan pertandingan tradisional ini merupakan kegiatan yang mereka tunggu setiap tahunnya, karena selain mereka dapat berkumpul dan bersilaturahmi dengan masyarakat Indonesia lainnya, mereka juga mempunyai kesempatan untuk  dapat mengenang kembali kenangan masa kecil mereka, serta mengobati kerinduan mereka akan Indonesia. 


Tim Media KRI Darwin

2018