Profil Northern Territory

1.  Keterangan Dasar

         Nama resmi                 :  Northern Territory (NT)

         Ibukota                        :  Darwin

         Administrator               Her Honour the Honourable Vicky O'Halloran AM

         Chief Minister              :  The Hon. Michael Patrick Francis Gunner, MLA

         Luas Wilayah                :  1.347.160 Km2 (dengan garis pantai sepanjang 5.100 Km)

         Jumlah Penduduk        :  245.740 jiwa (September 2016)

         Agama                         :  Kristen (Anglican, Uniting Church), Kristen Ortodoks, Katolik, Islam

         Iklim                             :  

    • ​Wilayah Top End (Darwin, Katherine dan   sekitarnya) = 2 musim/Tropis (musim hujan – wet season dari bulan November – April, musim kering – dry season dari bulan Mei – Oktober)
    • ​Wilayah Central Australia (Alice Springs dan sekitarnya) = 4 musim (panas, dingin, semi dan gugur)

         Etnisitas                        :  Inggris, Irlandia, Yunani dan Eropa lainnya, New Zealand,                               

                                                 Cina, Filipina, Thailand, Malaysia, Timor Leste dan Indonesia, sementara 

                                                 penduduk asli Aborijin (25,5%)

         Produk Ekspor             :  Uranium, emas, perak, tembaga, pasir besi, timah bauksit, mangan, nikel, 

                                                 tungsten, ternak sapi, mangga, ikan laut, produk kulit buaya, mutiara

         Gross State Product     :  US$ 23.6 milyar dengan pertumbuhan GSP 2.7% (2015-2016)

         Mitra Dagang Utama    :  Jepang, China, Thailand, Indonesia, dan United States

         Emerging trade partner:  Vietnam, India, Malaysia, Filipina, Timor Leste


2.  Peta Wilayah NT

  map_of_northern_territory.png

 

3.  Sejarah singkat dan demografi NT

        NT melepaskan diri dari negara bagian South Australia sejak tahun 1911 dan berada dibawah Pemerintah Federal. Pada tahun 1923, NT diberikan representasi pada Federal House of Representative.  Pemilihan anggota Parlemen NT (Northern Territory Legislative Council) diadakan untuk pertama kali pada tahun 1947. Selanjutnya sejak tahun 1974 hingga kini, nama Parlemen NT diubah menjadi Northern Territory Legislative Assembly.

       NT mencakup sekitar seperenam dari luas seluruh Australia dengan luas 1.347.160 Km2 dan mempunyai garis pantai sepanjang 5.100 Km. NT merupakan wilayah ketiga terbesar setelah Western Australia (WA – 2.529.875 km2) dan Queensland (QLD – 1.730.648 km2), namun memiliki populasi terkecil yaitu sekitar 245.740 jiwa (September 2016).

          Populasi NT terdiri dari berbagai bangsa yakni Inggris, Yunani, Cina, Filipina, Thailand, Malaysia, Timor Leste dan Indonesia, sementara penduduk asli Suku Aborijin  mencakup sekitar 25,5% yaitu sekitar 58.247 jiwa.  Darwin merupakan ibu kota NT dan juga kota terbesar dengan penduduk 71.347 jiwa, diikuti oleh Alice Springs 24.640 jiwa, Palmerston 20.570 jiwa, Katherine 6.719 jiwa, McMinns Lagoon 5.245 jiwa, Nhulunbuy 3.804 jiwa, Howard Springs 3.440 jiwa, Tennant Creek 3.286 jiwa.

​ 

4.  Sistem Politik dan Pemerintahan

          Status NT yang belum merupakan "State" menjadikan kewenangan pemerintahan masih dibawah Pemerintah Federal. Namun kemudian sesuai Self Government Act 1978, Parlemen Federal memberikan sebagian wewenang kepada NT untuk menyelenggarakan pemerintahan sendiri secara terbatas dengan catatan Parlemen Federal tetap memiliki kekuasaan untuk membatalkan peraturan perundangan yang diputuskan oleh  Northern Territory Legislative Assembly. Wacana untuk merubah status NT dari "Territory" menjadi "State" masih bergulir dan menjadi perdebatan, sehingga mendorong terbentuknya NT Statehood Steering Committee.

​ 

5.  Perkembangan wilayah NT

​5.1.    Politik

             Terdapat dua partai politik yang besar di NT yaitu Country Liberal Party (CLP) yang dipimpin oleh Mr. Gary Higgins dan Australlian Labour Party (ALP) dibawah pimpinan Hon Michael Gunner, serta partai kecil lain seperti Greens maupun politisi dari kalangan Independen. Ketua Parlemen (Speaker) dijabat oleh Mrs. Kezia Purick dari partai independen.

​              Pejabat penting lain tertinggi di NT dengan tugas kehormatan yang lebih bersifat protokoler dan seremonial serta bertugas untuk mewakili Gubernur Jenderal Australia adalah Administrator. Administrator NT saat ini dijabat oleh Her Honour the Honourable Vicky O'Halloran AM sebagai Administrator NT yang ke-20 dan telah menjabat sejak tanggal 31 Oktober 2017. Masa jabatan Administrator adalah dua tahun dan dapat diperpanjang.

 

5.2.    Susunan Kabinet Pemerintah NT

​1​

Hon. Michael Patrick Francis Gunner, MLA

Chief Minister                       

Menteri Urusan Polisi, Kebakaran dan Gawat Darurat

Pertahanan

Menteri Urusan Aboriginal
Menteri Perdagangan, Bisnis dan Inovasi

Menteri Utara Australia

2​

Hon. Nicole Susan Manison, MLA

Deputy Chief Minister

Bendahara

Menteri Anak

Menteri Infastruktur, Perencanaan dan Logistik

 

3

Hon Natasha Kate Fyles, MLA

Jaksa Agung dan Menteri Peradilan

Menteri Kesehatan

 

4

Hon.Gerald Francis McCarthy, MLA

Menteri Perumahan dan Pengembangan Masyarakat

Menteri Pelayanan Esensial

Menteri Tenaga Kerja Umum

 

5

Hon. Kenneth Edward Vowles, MLA

Menteri Perindustrian dan Sumber Daya Utama

6

Hon. Lauren Jane Moss, MLA

Menteri Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam

Menteri Pariwisata dan Kebudayaan

Menteri Pelayanan Korporasi dan Informasi

7

Hon. Eva Dina Lawler, MLA

Menteri Pendidikan

 

8

Hon Dales Suzanne Wakefield, MLA

Menteri Keluarga Territory

 

 

​5.3.    Ekonomi

Struktur perekonomian NT sangat bergantung pada aspek perdagangan internasional. Komoditas utama perdagangan internasional NT adalah migas, bahan tambang mineral, dan ternak (livecattle). Disamping itu, perekonomian NT juga sangat dipengaruhi oleh proyek utama yang sedang berjalan di NT yaitu proyek LNG Ichthys senilai US$ 34 milyar. Namun tahun ini proyek tersebut sudah mencapai puncak konstruksi dan memasuki tahap produksi sehingga berdampak pada melambatnya pertumbuhan ekonomi NT. Dengan selesainya pembangunan proyek gas Ichthys, NT akan memasok sekitar 10% kebutuhan gas Jepang. Cadangan gas onshore NT diperkirakan lebih dari 200 trilyun kaki kubik. NT juga telah mempersiapkan diri untuk menjadi international hub bagi pengoperasian dan pemeliharaan industri migas lepas pantai (offshore).

Beberapa proyek pembangunan yang saat ini tengah digarap oleh Pemerintah NT untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat NT adalah: pembangunan pipa gas North East Gas Interconnector, pembangunan railway yang menghubungkan Tennant Creek dan Mount Isa (QLD), pembangunan dam Ord Stage 3, proyek perikanan/budidaya Sea Dragon (tambak udang), dan pertambangan rare-earth oleh Arafura Resources.

Selain itu juga terdapat beberapa proyek konstruksi yang tengah dijalankan dan ditawarkan yaitu pembangunan infrastruktur transportasi, tempat tinggal, public goods, dan pariwisata. Upaya pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah NT merupakan salah satu strategi dalam menarik modal swasta untuk mengoperasikan dan mengembangkan pelabuhan, perluasan koridor transportasi, dan peningkatan konektivitas udara dan shipping ke Asia. 

Terkait dengan perdagangan internasional, nilai total perdagangan internasional NT sepanjang tahun 2016 meningkat hingga $2,6 milyar, dibandingkan dengan tahun 2015 sebesar $2,1 milyar. Peningkatan nilai perdagangan internasional NT disebabkan karena menurunnya nilai impor produk dari $3,2 milyar menjadi $1,8 milyar dan turunnya nilai ekspor dari $4,4 milyar menjadi $ 1,1 milyar. Turunnya nilai ekspor NT merefleksikan berkurangnya permintaan dari negara-negara tujuan ekspor utama NT dan didorong oleh faktor harga komoditas dan volume produksi yang rendah. Turunnya nilai impor NT disebabkan oleh semakin berkurangnya impor produk konstruksi untuk proyek LNG. 

Untuk menjaga pertumbuhan ekonomi di level yang positif, Pemerintah NT telah mencanangkan program Territory 2030, sebagai rencana jangka panjang NT dan dasar penyusunan rencana strategis maupun penentuan inisiatif kebijakan Pemerintah NT yaitu antara lain meningkatkan eksplorasi, produksi dan investasi di bidang mineral dan energi; meningkatkan jumlah penumpang udara domestik dan internasional di Darwin dan Alice Springs serta meningkatkan aksesibilitas antara Darwin dengan kota-kota lainnya di Australia; menjadikan Darwin sebagai salah satu kota Australia yang terjangkau dan layak untuk ditinggali; menjadikan NT sebagai jembatan antara Asia dan Australia, baik secara geografis, ekonomi maupun budaya; serta menjadikan Darwin sebagai Pusat Kegiatan Migas baik dari segi operasi, maintenance dan pengembangan tenaga kerja.

Letak yang dekat dengan kawasan Asia terutama dari segi jarak jika dibandingkan dengan wilayah selatan Australia telah mendorong Pemerintah NT untuk menetapkan kebijakan Darwin sebagai pintu gerbang masuk/keluar (gateway) hubungan perdagangan Australia ke Asia dan sebaliknya. Untuk itu Pemerintah NT terus menggalakkan pembangunan dan pengembangan infrastruktur termasuk berbagai sarana fisik dan fasilitas penunjang, seperti pelabuhan udara dan laut, termasuk jalur kereta api dari Darwin ke wilayah selatan Australia.

​Gambar ilustrasi kedekatan Darwin dengan wilayah Asia

 strategic-location-map-small.jpg

 

5.4.    Pertahanan Keamanan

Wilayah NT merupakan salah satu pangkalan pertahanan utama Australia  Di wilayah NT terdapat beberapa pangkalan militer seperti Robertson Barracks untuk, Northern Command – Larrakeyah, RAAF Base – Darwin, Tindal Air Base - Katherine, Pine Gap Joint Facility (Alice Springs).

​Menindaklanjuti hasil kunjungan Presiden Obama ke Darwin tanggal 17 November 2011 tentang penempatan dan rotasi rutin personil marinir AS di Darwin, Pemerintah Amerika Serikat secara rutin menempatkan sejumlah 1250 personilnya yang tergabung dalam Marine Rotational Force-Darwin di Darwin. Penempatan personil marinir dimaksud untuk jangka waktu 6 bulan dari April sampai dengan Oktober. Saat ini pasukan marinir Amerika Serikat yang ditempatkan di Darwin berasal  dari 3rd Battalion 4th Marine Regiment California beserta peralatan beratnya yaitu helikopter serbu. Pasukan marinir tersebut tinggal di Robertson Barrack dan melakukan latihan di beberapa lokasi pelatihan ADF di NT termasuk Mount Bundey dan Kangaroo Flat Training Areas. Sesuai dengan perencanaan, jumlah pasukan Marinir akan mencapai 2,500 personil.

 

5.5.    Sosial Budaya

NT kaya dengan sejarah budaya dan ragam bahasa/dialek yang salah satunya merupakan hasil interaksi antara kebudayaan penduduk asli Australia (Suku Aborijin) dan kebudayaan Suku Makassar atau Makassan – Indonesia berabad-abad yang lalu. Para pelaut  Makassar berlayar ke wilayah Utara Australia menuju ke Kimberly, Australia Barat dan Pulau Mornington sebelah timur Teluk Carpenteria (Carpetaria Gulf) sejak tahun 1720 dengan tujuan untuk berdagang dan mencari Teripang. Ketika berbaur dengan Suku Aborijin, para nelayan asal Makassar ini menukarkan barang-barang bawaanya seperti tembakau, sandang, pangan, dan pisau dengan hak atau ijin untuk memancing di perairan Australia.

Hasil interaksi dan perpaduan kebudayaan dapat dilihat pada kebudayaan Suku Aborijin dalam bentuk sejarah, lagu-lagu dan tarian dan juga melalui lukisan-lukisan yang menggambarkan interaksi tersebut. Bukti kuat keterkaitan budaya dapat dijumpai dalam bahasa yang dipakai oleh Suku Aborijin di pesisir utara Australia seperti rupiah (uang/money), jama (bekerja/work) dan balanda (orang kulit putih/caucassion). Pada tahun 1906 semua perahu dari Makassar meninggalkan benua Australia setelah Pemerintah Australia mengeluarkan kebijakan untuk melindungi kedaulatan wilayahnya.

Dari segi bahasa, hampir seperempat warga NT menguasai dua bahasa (bilingual) dengan 10 bahasa yang paling banyak dipakai yaitu bahasa Aborijin dan Toreit Strait Islanders, Jerman, Yunani, Italia, Kroasia, Belanda, Cina, Mekadonia, Kantonese dan Spanyol. ​