Pengusaha Mbeya undang Pengusaha Indonesia Pamerkan Produk di Mbeya

​Selepas bertemu dengan Gubernur Mbeya, Dubes RI untuk Tanzania, Prof. Dr. Ratlan Pardede menggelar pertemuan dengan Ketua Kamar Dagang, Industri dan Agrikultur (TCCIA) dan kalangan usaha Mbeya.

Di hadapan kalangan usaha yang hadir, Dubes Pardede memaparkan mengenai peluang kerjasama ekonomi Mbeya dengan Indonesia di bidang agrikultur, agroprocessing dan ekspor impor.

"Indonesia dapat memasok alat pertanian, berinvestasi di perkebunan, industri pengolahan agrikultur, serta mengirimkan ahli untuk pembangunan kapasitas" tegasnya.

Sependapat dengan apa yang disampaikan Dubed Pardede, Ketua TCCIA, Dr. Lwitiko Mwakalukwa berujar "Bantuan pembangunan kapasitas dan pengolahan merupakan yang utama dibutuhkan Mbeya, untuk menguatkan sendi sendi ekonomi di bidang pertanian".

Ia juga mengungkap jenis-jenis produk pertanian yang dapat dijajaki untuk dikerjasamakan dengan Mbeya yang kaya akan sumber daya alam seperti  padi, tembakau, teh, kopi dan kelapa sawit.

"Mbeya ingin belajar teknologi dan industrialisasi dari Indonesia" ujarnya. "Saat ini pengolahan produk pertanian di Mbeya masih amat sederhana, sehingga banyak produk yang tidak termanfaatkan, terbuang sia-sia karena tidak terjual" tambahnya.

Menanggapi informasi terkait partisipasi pengusaha Indonesia setiap tahunnya dalam pameran dagang terbesar Tanzania, Dar es Salaam International Trade Fair (DITF), ketua TCCIA meminta Dubes Pardede untuk menginisiasi peningkatan hubungan dagang dengan mengundang pengusaha Indonesia untuk berpameran di Mbeya.

"Tidak hanya di Dar es Salaam, kami harap pengusaha Indonesia dapat juga memamerkan produknya di Mbeya. Mbeya memiliki pasar yang potensial dan aktif, sehingga tidak akan mengecewakan untuk diajak berpartner" tambahnya.

Memanfaatkan momentum pertemuan tersebut, disampaikan juga mengenai penyelenggaraan Trade Expo Indonesia 2017, untuk menjaring kehadiran dunia usaha Mbeya pada TEI.

"Selain melihat produk yang dipamerkan, partisipan dapat melakukan pertemuan bisnis langsung dengan partner potensial, pemain kunci dalam industri dan produsen produk yang disasar" ujar Dubes Pardede.

Kehadiran pengusaha Mbeya pada TEI  diharap dapat memberikan hasil optimal dan mendorong perdagangan langsung produk Indonesia di Tanzania. "Dari keikutsertaan pada Trade Expo, saya berharap di Mbeya akan muncul distributor produk Indonesia, tidak hanya untuk pasar Tanzania, namun Mbeya dapat juga memanfaatkan posisi strategis dan keberadaan pelabuhan danau Nyasa sebagai hub masuknya produk Indonesia ke pasar negara tetangga seperti Malawi dan Zambia" pungkas Dubes Pardede.

Dubes Pardede menyebutkan nilai perdagangan Indonesia dan Tanzania masih belum maksimal. Oleh sebab itu selain melakukan langkah-langkah pemetaan potensi pasar daerah dan mempelajari mekanisme ekspor impor yang menguntungkan, pihaknya berharap keikutsertaan Tanzania pada sehingga penyelenggaraan TEI akan mampu mendorong peningkatan arus perdagangan baik barang maupun jasa antara kedua negara.