Mendag Zanzibar Ajukan Kerjasama UKM dan Pariwisata dengan Indonesia

Menteri Perdagangan Zanzibar, Amina Salum Ali, mengajukan dibentuknya kerjasama di sektor UKM dan Pariwisata antara wilayahnya dengan Indonesia. Hal tersebut disampaikannya saat menerima Duta Besar RI untuk Tanzania, Prof. Dr. Ratlan Pardede, di kantor Kementerian Perdagangan, Industri dan Pemasaran di Zanzibar, Minggu (26/11/2017).

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Menteri Amina Salum Ali ungkapkan kebutuhan pihaknya untuk belajar dari Indonesia yang telah menghubungkan kedua sektor tersebut dalam pembangunan ekonominya. Hal tersebut ia pelajari saat saat mendampingi Presiden Zanzibar, Dr. Ali Mohammed Shein ke Indonesia bulan Mei tahun ini.

“UKM di Indonesia mendapat dukungan penuh dari pemerintah. Selain itu, ada keterkaitan antara sektor UKM dan pariwisata Indonesia, yang saling topang,  dan saling memajukan, sehingga memberikan manfaat ekonomi yang tinggi bagi masyarakat. Zanzibar perlu belajar banyak dari Indonesia dalam hal ini” ungkapnya.

Hal ini disebutnya perlu, mengingat struktur usaha ekonomi di Zanzibar, umumnya merupakan usaha kecil menengah, dimana separuhnya melibatkan perempuan. Indonesia dikatakannya telah berhasil memberdayakan perempuan yang terlibat dalam UKM sehingga mencapai taraf hidup yang lebih tinggi.

Menteri Salum Ali menggarisbawahi kerjasama di beberapa bidang seperti agroprocessing dan penambahan nilai rumput laut dan rempah-rempah, manufaktur skala menengah seperti perakitan industri ringan, garmen dan kerajinan tangan, obat generik, perikanan dan pengolahan ikan.

Menteri Salum Ali juga menyampaikan apresiasi tinggi atas kehadiran Maria Gigih Setiarti, ahli rumput laut dari Indonesia yang telah memberikan pelatihan pengolahan penambahan nilai rumput laut bagi petani rumput laut di Zanzibar bulan lalu. Menteri Salum menyebut kehadiran Ibu Maria menjadi pembuka mata atas tingginya nilai rumput laut yang selama ini tidak mereka ketahui.

“Sebelumnya, petani rumput laut di Zanzibar tidak pernah memanfaatkan rumput laut yang mereka budidayakan, dan hanya menjualnya dalam bentuk kering belum terolah. Dengan teknologi yang diajarkan ibu Maria, mereka mampu menciptakan produk turunan rumput laut, dan mengolahnya sebagai panganan yang dapat mereka konsumsi dan memiliki nilai ekonomi tinggi” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Salum menyebutkan keinginan pihaknya untuk meningkatkan kerjasama perdagangan utamanya komoditi cengkeh Zanzibar untuk diekspor ke Indonesia. Menteri Salum Ali juga mengusulkan dibentuknya perjanjian kesepakatan tarif antar kedua negara untuk meningkatkan perdagangan Indonesia dengan Zanzibar.

Dubes Pardede menyambut baik usulan dari Menteri Salum Ali. Menurut Dubes Pardede, sudah saatnya hubungan historis yang terjalin baik antara Indonesia dengan Zanzibar diterjemahkan kedalam hubungan ekonomi demi keuntungan masyarakat kedua negara.

Dubes Pardede menambahkan, Indonesia siap berbagi pengalaman dan pengetahuan untuk membantu mempercepat pembangunan ekonomi Zanzibar. Ia juga mengamini perlunya pembentukan kesepakatan preferential trade agreement untuk mendorong perdagangan kedua pihak.

Dubes Pardede juga menyinggung rencana penyelenggaraan Indonesia-Africa Forum (IAF) 2018 di Bali serta mengharapkan kehadiran Zanzibar dalam forum tersebut. Hal tersebut disambut baik oleh Menteri Salum Ali yang akan memanfaatkan kehadiran Zanzibar pada forum tersebut untuk melakukan peninjauan ke sentra produksi cengkeh serta bertemu dengan pihak-pihak terkait di Indonesia, utamanya mempertemukan badan promosi investasi kedua negara untuk berdialog membahas area kerjasama yang dapat dijajaki.

Pertemuan dengan Menteri Amina Salum Ali merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja tiga hari Dubes Pardede ke Zanzibar dalam rangka memetakan potensi wilayah di Tanzania. Sebelumnya, Dubes Pardede telah bertemu dengan Presiden Zanzibar, Sekjen Kementerian Pertanian Zanzibar serta melakukan peninjauan lapangan ke sentra budidaya rumput laut.