Indonesia dorong kerja sama pariwisata dan pemanfaatan teknologi nuklir untuk pembangunan ekonomi dengan Tanzania

​Indonesia terus upayakan peningkatan hubungan ekonomi dengan Tanzania di berbagai bidang beberapa diantaranya melalui kerja sama pariwisata dan pemanfaatan teknologi nuklir untuk pembangunan ekonomi.


Inisiasi kerja sama pariwisata dan pemanfaatan teknologi nuklir merupakan beberapa hal yang mengemuka dalam kunjungan Prof. Ratlan Pardede, Dubes RI untuk Tanzania ke Provinsi Arusha (28/09/2018).

"Indonesia dan Tanzania melalui kerja sama yang aktif dapat saling mendukung pemanfaatan teknologi nuklir untuk pembangunan ekonomi" ujar Dubes Pardede dalam sambutannya di kantor Tanzania Atomic Energy Commission (TAEC).

Dalam kunjungan ke Arusha, Dubes Pardede melakukan pertemuan dengan Prof. Lazaro S.P. Busagala, Direktur Jenderal TAEC. 

Dalam pertemuan dengan Direktur Jenderal TAEC, Dubes Pardede juga mengunjungi fasilitas laboratorium yang dimiliki institusi tenaga atom Tanzania.

"Kerja sama dengan Indonesia di bidang pemanfaatan teknologi nuklir antar lembaga kedua negara akan menjadi salah satu prioritas TAEC" ujar Prof. Busalaga.

Prof. Busalaga mengakui Tanzania dapat belajar dari Indonesia dalam mengembangkan kapasitas dalam pemanfaatan teknologi nuklir untuk pembangunan ekonomi.

Secara terpisah, Dubes Pardede juga melakukan pertemuan dengan Tanzania Association of Tour Operators (TATO) untuk membahas kerja sama promosi destinasi pariwisata antara Indonesia dengan Tanzania.

"Karakteristik destinasi wisata yang komplementer antara Indonesia dengan Tanzania menjadi salah satu alasan Indonesia dan Tanzania dapat bekerja sama di bidang pariwisata" jelas Dubes Pardede.

Arusha merupakan salah satu kota destinasi pariwisata utama di Tanzania sekaligus gerbang menuju Taman Nasional Serengeti dan Gunung Kilimanjaro.

"Indonesia dengan ragam destinasi wisata dan manajemen promosi yang baik dapat menjadi salah satu contoh dalam mengembangkan pariwisata Tanzania" ujar Sirili M. Akko, Executive Secretary TATO.

Selain melakukan pertemuan dengan TAEC dan TATO, Dubes Pardede juga melakukan pembicaraan dengan Pejabat Provinsi Arusha, Kadin Provinsi Arusha dan Komisi Pertambangan Provinsi Arusha.

Dari pertemuan dengan Kadin Arusha, terdapat potensi ekspor produk kelapa sawit dan pupuk organik di Arusha.

Selain memiliki lahan pertanian yang subur, Provinsi Arusha juga merupakan daerah penghasil mineral berharga seperti emas dan tanzanite.

Potensi ekonomi yang dimiliki Arusha dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk mendorong peningkatan hubungan ekonomi antara Indonesia dengan Tanzania.

Beberapa peluang investasi di Arusha antara lain di sektor pertambangan emas, pertanian, pariwisata dan pembangunan infrastruktur.

"Provinsi Arusha dengan tangan terbuka menyambut peluang kerja sama bidang ekonomi dengan Indonesia" pungkas Hargeney Chitukuro, Acting Regional Administrative Secretary Provinsi Arusha.

Tanzania merupakan salah satu mitra Indonesia di kawasan Afrika Timur dan pasar non tradisional produk Indonesia yang belum terjamah secara optimal.