Distrik Kyela di Tanzania kagumi Minapadi dan Pertanian Maju Indonesia

Di hari ketiga kunjungan kerjanya ke Provinsi Mbeya, Dubes RI untuk Tanzania, Prof. Dr. Ratlan Pardede melakukan peninjauan langsung ke Distrik Kyela dalam rangka memetakan potensi wilayah.

Ditemani Sekretaris Daerah Mbeya, Mariam Mtunguja, Dubes Pardede meninjau Distrik Kyela yang berbatasan dengan negara tetangga Malawi.

District Commissioner Kyela, saat menerima Dubes Pardede dan rombongan di kantornya, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Dubes Pardede, dan berharap Indonesia yang terkenal sebagai produsen top dunia di bidang pertanian termasuk sawit, kakao dan padi, dapat bekerjasama dengan Kyela mengembangkan potensi pertanian di distrik tersebut.

"Melihat besarnya pasar di Indonesia, Kyela ingin sekali dapat memasok produk pertanian ke Indonesia, akan tetapi produksi kami masih rendah. Untuk itu, kami berharap Indonesia dapat melakukan kerjasama dalam peningkatan produksi pertanian Kyela", ujarnya.

Selain itu, DC juga mengundang investor Indonesia untuk menggarap 1.118 ha lahan di Kyela dimana 54 ha ditujukan bagi pengembangan industri.

Dalam diskusi dengan jajaran tinggi Distrik Kyela, diperoleh informasi terkait hambatan-hambatan di sektor kelapa sawit, seperti bibit berkualitas rendah dan pengolahan yang masih manual dengan mesin tradisional yang masih labour intensive dengan produktivitas rendah.

"Untuk itu kami butuh bantuan ekstraksi, dan produksi sawit" ujarnya.

"Kyela juga penghasil sayur dan buah-buahan yang masih dijual dalam bentuk mentah, sehingga kerap terbuang ketika tidak terjual. Untuk itu, amat dibutuhkan mesin pengolahan dan industri agro-processing untuk memberi nilai tambah produk" imbuh DC.

Mengemuka pula dalam diskusi, harapan agar Indonesia bisa membagi metode terintegrasi  penanaman padi dan budidaya ikan atau yang dikenal dengan Minapadi.

"Kami tahu di Indonesia terdapat pertanian integrasi padi dengan budidaya ikan, Kami amat terkesan karena metode itu akan mampu meningkatkan efisiensi lahan untuk budidaya dua komoditas sekaligus. Kami berharap Indonesia dapat mengedukasi  kami agar dapat kami praktekan di sini" ujar salah satu staf distrik.

Dubes Pardede menyampaikan apresiasinya setelah melihat tidak ada lahan tidur yang belum tergarap di Kyela. Hal tersebut disebutnya mencerminkan etos kerja masyarakat Kyela yang tinggi.

"Saya mengapresiasi masukan-masukan yang kami terima sehubungan dengan potensi kerjasama Indonesia dengan Distrik Kyela. Kyela amat potensial, dan strategis, untuk itu, informasi dan peluang-peluang ini akan saya sampaikan dan rekomendasikan kepada pihak-pihak terkait dan investor di Indonesia agar dapat terjalin kerjasama" pungkas Dubes Pardede.

Usai pertemuan di kantor DC, Dubes Pardede melakukan peninjauan ke areal pengolahan kelapa sawit pemrosesan padi menjadi beras, sebagai penutup kunjungannya ke distrik tersebut.

Distrik Kyela merupakan distrik yang terletak di selatan Provinsi Mbeya, dengan populasi 221 ribu penduduk. Kyela dengan kesuburan tanah dan iklim yang mendukung merupakan penghasil beras beraroma khas, kakao, kacang mede, jagung, kelapa sawit dan buah-buahan. Kyela terbentang di sepanjang Danau Nyasa yang memisahkan Tanzania dengan Malawi.