Bangun Kerjasama Ekonomi dengan Lumbung Pangan Tanzania, Dubes Pardede Temui Gubernur Mbeya

​Duta Besar RI untuk Tanzania, Prof. Dr. Ratlan Pardede melakukan program pemetaan potensi ekonomi daerah Tanzania hingga ke Provinsi Mbeya, 2-5 Oktober 2017.

Dalam kunjungan kerja ke provinsi penyumbang PDB terbesar kedua Tanzania tersebut, Dubes Pardede diterima Gubernur Mbeya, Armos Makalla beserta jajaran tinggi Pemerintah Provinsi Mbeya (3/10/2017).

Dubes Pardede menyampaikan tujuan kedatangannya ke Mbeya guna melakukan observasi dan inventarisasi produk potensial Mbeya untuk dikerjasamakan dengan Indonesia.

"Saya ingin meningkatkan volume perdagangan Indonesia-Tanzania dengan menjalin kerjasama ekonomi dengan berbagai daerah potensial seperti Mbeya" tambahnya.

Gubernur Makalla yang mengapresiasi dipilihnya Mbeya sebagai tujuan kunjungan kerja, menyampaikan bahwa Dubes Pardede datang di waktu yang tepat karena Mbeya baru saja menggelar forum investasi. Mbeya disebutnya akan sangat diuntungkan dengan kunjungan kerja Dubes Pardede dan menantikan dibinanya kerjasama dengan Indonesia dalam waktu dekat.

"Saya juga berkeinginan agar Dubes Pardede juga dapat mengundang komunitas bisnis Indonesia untuk berinvestasi di berbagai Distrik di Mbeya" , karena Mbeya merupkan region yang punya keunggulan dalam produksi pertanian, seperti padi, kentang, pisang, tomat, alpukat, gandum, tembakau, bunga matahari, nanas, kopi, teh, bawang, kakao, singkong, kacang-kacangan maupun  di sektor tambang seperti batubara dan emas.

Dari pertemuan tersebut, mengemuka peluang kerjasama sektor pertanian bagi Indonesia diantaranya untuk memasok  bibit, mesin pertaniaan dan pengolahan produk pertanian, agar komoditas pertanian di Mbeya memiliki nilai tambah.

Dalam pertemuan tersebut, Dubes Pardede juga menyampaikan keprihatinannya atas minimnya perdagangan langsung produk Indonesia di Tanzania.

"Produk Indonesia masuk lewat negara ketiga sehingga ada kerugian yang diderita kedua negara. Untuk itu saya mendorong perdagangan langsung, tidak hanya untuk menekan harga dan menaikkan daya saing produk Indonesia, namun juga memberi pemasukan bagi pemerintah Tanzania" ujarnya.

Perwakilan Kemlu Tanzania yang turut hadir dalam kunjungan, Emmanuel Luangisa, menambahkan bahwa Indonesia menempati posisi penting dalam hubungan kerjasama luar negeri Tanzania.

"Indonesia merupakan markas dan mesin penggerak ASEAN sehingga dapat menjadi hub bagi masuknya produk Tanzania di wilayah Asia Tenggara, dan sebaliknya, Tanzania sebagai hub produk Indonesia di Afrika Timur" jelasnya.

Di akhir pertemuan, Gubernur Makalla mengundang Indonesia untuk membuka kerjasama sister city antara Indonesia dengan wilayah manapun di Mbeya.

"Saya berharap dapat dibentuk kerjasama tersebut, dan untuk itu saya berikan dukungan penuh. Silahkan pilih wilayah manapun di Mbeya yang sesuai untuk menjadi sister city dengan kota di Indonesia" pungkasnya.

Mbeya menjadi Provinsi ketiga yang dikunjungi Dubes Pardede dalam rangka pemetaan potensi daerah Tanzania.Kunjungan ke Mbeya dipandang sebagai langkah penting mengingat Mbeya merupakan lumbung pangan Tanzania. Selama ini kerjasama bilateral Indonesia-Tanzania dititikberatkan di bidang pertanian dimana kedua negara memiliki Joint Agricultural Cooperation Committee yang bersidang setiap 2 tahun sekali. Indonesia juga aktif memberikan berbagai bantuan pelatihan dan pembangunan kapasitas bidang pertanian kepada Tanzania.