Senegal

​​​​​​I. Profil Negara

 
Negara:​Republik Senegal (Republic of Senegal / République du Sénégal)
Ibu kota:Dakar (WIB – 7)
Kepala Negara/Pemerintahan:Macky Sall (sejak 2 April 2012)
Ketua Parlemen:Moustapha Niasse (sejak 30 July 2012 terpilih kembali pada 11 Oktober 2013 dan 14 Oktober 2014)
Perdana Menteri:Mahammed Boun Abdallah Dionne (sejak 8 July 2014 dan ditunjuk kembali pada 6 September 2017)
Menteri Luar Negeri:Sidiki Kaba (sejak 7 September 2017)
Bahasa Resmi:Perancis
Agama:Islam (95,4%), Kristen (4,2%), Kepercayaan lain (0,4%)
Hari Kemerdekaan:4 April 1960
Luas Wilayah:192.530 Km²
Penduduk:15.411.614 (World Bank, 2016)
Mata Uang:

West African CFA (XOF)

XOF per USD: 617 (2017)

GDP (Nominal):USD 15,66 miliar (World Bank, 2014)
GDP (Per Kapita):USD 1.067,1 (World Bank, 2014)
Cadangan Devisa:USD 387 juta (termasuk emas) (World Bank, 2000)
Foreign Direct Investment:USD -277,9 juta (World Bank, 2013)
Total Perdagangan Internasional:USD 8,2 miliar (World Bank, 2015) (defisit USD 3 miliar)
Pertumbuhan GDP:6,6 % (World Bank, 2016)
Industri Unggulan:Perikanan, Pariwisata, Pertambangan (fosfat, emas), Pertanian
Perwakilan Pemerintah Kedua Negara:

Indonesia:

KBRI Dakar

Senegal:

Kedubes Senegal di Tokyo, Jepang

II. Hubungan Bilateral

  • ​Politik

Hubungan diplomatik RI-Senegal secara resmi dibuka pada tanggal 3 Oktober 1980. Pemerintah Indonesia dan Senegal saat ini sedang memproses draft Memorandum of Understanding (MoU) Pembentukan Komisi Bersama Indonesia – Senegal dan draft MoU bebas visa bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas.
  • ​Ekonomi dan Perdagangan

Di bidang ekonomi, berdasarkan data Kementerian Perdagangan RI nilai perdagangan Indonesia-Senegal mencapai USD 81,9 juta pada tahun 2016, menurun sebesar 8,5% dibanding tahun 2015 (USD 89,4 juta) ​dengan surplus di pihak Indonesia. Tren total perdagangan kedua negara periode 2012-2016 adalah sebesar 16,97​%. Indonesia mengalami surplus perdagangan sebesar 31,07​% dari produk non migas. Selain itu, dalam rangka penguatan kerja sama bilateral dan Kerja Sama Selatan-selatan, Pemerintah RI juga telah menyerahkan 5 (lima) traktor tangan kepada Pemerintah Senegal pada tahun 2014.​​
  • ​​Sosial-Budaya​

Di bidang sosial-budaya, dalam kurun waktu 2012-2017, Pemri telah memberikan beasiswa kepada 8 (delapan) WN Senegal melalui skema Beasiswa Darmasiswa dan Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB). Pada tahun 2017, terdapat 3 (tiga) orang WN Senegal yang mendapatkan Beasiswa Darmasiswa dari Pemri.

KBRI memiliki program kelas Bahasa Indonesia di kampus ISM-Dakar. Saat ini, program kelas Bahasa ditangani oleh alumnus penerima Beasiswa dari Pemri bernama Dr. Daniel Bitty yang saat ini menjabat sebagai Direktur Institut Afrika-Asia, ISM-Dakar. Program kelas Bahasa telah dirintis sejak tahun 2008 dan terus diberlangsungkan hingga saat ini. Di ISM-Dakar saat ini terdapat Indonesian Club yang berisi mahasiswa/i yang tergabung dalam kelas Bahasa.