Guinea-Bissau

​I. Profil Negara

Negara:Republik Guinea-Bissau (Republic of Guinea-Bissau / Republica da Guine-Bissau)
Ibu kota:Bissau (WIB – 7)
Kepala Negara/Pemerintahan:José Mario Vaz (sejak 17 Juni 2014)
Ketua Parlemen:Cipriano Cassamá
Perdana Menteri:Umaro Sissoco Embaló (sejak 18 November 2016)
Menteri Luar Negeri:Jorge Malú (sejak 2016)
Bahasa Resmi:Portugese Crioulo
Agama:Islam (45,1%), Kristen (22,1%), Animisme (14,9%), Kepercayaan lain (15,9%)
Hari Kemerdekaan:24 September 1973
Luas Wilayah:28.120 Km²
Penduduk:1.815.698  jiwa (World Bank, 2016)
Mata Uang:

West African CFA (XOF)

XOF per USD : 617 (2017)

GDP (Nominal):USD 1,126 miliar (World Bank, 2016)
GDP (Per Kapita) :USD 620,14 (World Bank, 2016)
Cadangan Devisa:USD 67 juta (termasuk emas) (World Bank, 2000)
Foreign Direct Investment:USD -19,6 juta (World Bank, 2013)
Total Perdagangan Internasional:USD 135 juta (2005) ​defisit USD 88 juta
Pertumbuhan GDP:5,6​% (World Bank, 2015)
Industri Unggulan:Perkebunan (Kacang, Kapas), Pertanian (Padi), Perikanan
Perwakilan Pemerintah Kedua Negara:

Indonesia:

KBRI Dakar

Guinea-Bissau:

Sedang dalam proses pembukaan kantor perwakilan di Jakarta


II. Hubungan Bilateral

  • Politik

Hubungan diplomatik RI-Guinea-Bissau dibuka pada tahun 12 Desember 1996. Kedua negara saling dukung dalam berbagai fora internasional antara lain Inter-Parliamentary Union (IPU) dan Keanggotaan Indonesia di Dewan International Maritime Organization (IMO) Kategori C periode 2016-2017.​

Pada tanggal 7 Agustus 2017 di Bissau, Menteri Pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu, dan Menteri Pertahanan Guinea-Bissau, Eduardo Costa Sanha. menandatangani naskah Letter of Intent (LoI). Penandatanganan LoI ini sekaligus menjadi sejarah baru bagi hubungan kedua negara dimana untuk pertama kalinya pejabat tinggi Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Guinea-Bissau sejak dibukanya hubungan diplomatik kedua negara pada 12 Desember 1996​

  • ​Ekonomi dan Perdagangan

Di bidang ekonomi, nilai perdagangan Indonesia - Guinea-Bissau mencapai USD 2,9 juta pada tahun 2016, menurun 26,5% dibanding tahun 2015 (USD 4 juta) dengan surplus di pihak Indonesia. 

  • ​Sosial-Budaya

Dalam kurun waktu 2012-2017 belum ada warga n​egara Guinea-Bissau yang berhasil menerima beasiswa dari Pemerintah Indonesia.​

Pada tahun 2017, Pemerintah Guinea-Bissau meminta dana bantuan haji kepada Pemerintah Indonesia untuk memberangkatkan jamaah haji dari Guinea-Bissau. Sampai saat ini belum ada tanggapan resmi dari Pemri terkait permintaan tersebut.