Sekilas Info tentang Denmark dan Lithuania

bendera denmark.jpg
DENMARK

Kerjasama bilateral Indonesia - Denmark selama  yang telah terjalin selama 68 tahun ini, sampai saat ini berlangsung baik dan dinamis. Denmark  mendukung  integritas wilayah NKRI, proses demokratisasi dan reformasi di Indonesia. Denmark juga mengakui bahwa Indonesia merupakan pilar stabilitas di Asia Tenggara dan sebagai mitra yang penting dalam upaya memajukan kerja sama dan perdamaian dunia. Denmark  menghargai upaya Indonesia memajukan nilai-nilai demokrasi, keamanan dan perdamaian.

Hubungan politik RI-Denmark sepanjang tahun 2017 berjalan baik, sebagaimana halnya dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah Denmark tetap konsisten mengakui kedaulatan nasional dan integritas wilayah NKRI sejalan dengan Deklarasi Kemitraan yang ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri kedua negara di Jakarta pada bulan Oktober 2015. Pelaksanaan hubungan bilateral antara Indonesia dan Denmark belum banyak berubah, dengan titik berat pada hubungan ekonomi dan perdagangan. Hal ini terutama karena posisi Indonesia sebagai salah satu emerging economies di dunia dengan potensi pasar yang sangat besar, dan termasuk salah satu strategic partner Pemerintah Denmark di kawasan Asia. Perlu dicatat bahwa pengakuan terhadap Indonesia sebagai rekan strategis bagi Denmark salah satunya diperlihatkan melalui kunjungan pejabat tinggi Pemerintah Denmark pada tahun 2017, antara lain kunjungan Menteri Kerja Sama Pembangunan Denmark, Ulla Tørnæs, pada bulan Mei 2017, dan kunjungan PM Denmark, Lars Løkke Rasmussen di bulan November.

Dari perspektif politik, Denmark tetap memandang Indonesia sebagai negara yang sukses melakukan demokratisasi sekaligus pula model keselarasan nilai-nilai demokrasi dan Islam. Denmark mengakui peranan penting Indonesia sebagai negara terbesar dan berpengaruh di ASEAN, sehingga menjadi mitra penting dalam hal pemajuan demokrasi, HAM dan liberalisasi perdagangan - yang merupakan kepentingan Denmark di kawasan Asia Tenggara dan global.

Kunjungan PM Denmark, H.E. Mr. Lars Løkke Rasmussen, ke Indonesia pada bulan November 2017 dinilai sebagai kunjungan bersejarah, mengingat kunjungan itu merupakan kunjungan pertama PM Denmark ke Indonesia sejak pembukaan hubungan diplomatik di tahun 1950 yang lalu, serta telah berlangsung dengan baik dan konstruktif bagi kedua belah pihak. Kunjungan tersebut juga telah membuka babak baru dalam meningkatkan hubungan dan kerja sama bilateral antara kedua negara, baik pada tataran politik maupun ekonomi perdagangan dan people-to-people contact. Hal itu dibuktikan dengan tercapainya kesepakatan kerja sama bebas visa bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas kedua negara, serta Plan of Action 2017-2020 yang menjadi kerangka dasar dalam menerapkan berbagai program kerja sama antara Indonesia dan Denmark, dan MoU bidang lingkungan hidup.

Selama 2017 tingkat pertumbuhan ekonomi Denmark cukup mengalami kenaikan menjadi 2,3 % pada akhir 2017 dari 1,7 % pada 2016. Nilai produk domestik bruto (PDB) Denmark pada tahun 2017 mencapai USD 324,1 miliar (DKK 1,94 triliun) atau naik 9,05 % jika dibandingkan tahun 2016 yang tercatat senilai US$ 297,2 miliar, dengan tingkat inflasi sebesar 1 % pada skala tahunan. Sementara itu tingkat pengangguran turun menjadi 5,9% dari 6,2% pada tahun 2016.

Sedangkan total nilai perdagangan Denmark dengan Dunia pada per Januari-September 2017 mencapai US$ 143,8 miliar, naik dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2016, yang tercatat sebesar US$ 134,3 miliar. Total perdagangan tersebut terdiri dari ekspor ke Dunia periode Januari-September 2017 sebesar US$ 75,9 miliar, yang naik 6,42 % apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2016, sebesar US$ 71,3 miliar dan impor dari Dunia sebesar US$ 67,97 miliar atau naik 7,96% dibandingkan nilai impor periode yang sama tahun 2016, sebesar US$ 62,96 miliar. Sementara itu, Denmark kembali menduduki urutan ke-3 dunia dalam Ease doing Business (EdB) index World Bank.  

Tujuan Ekspor terbesar Denmark tahun 2017 adalah Jerman (dengan nilai transaksi USD 11,4 miliar yang naik dari USD 11,2 miliar tahun 2016) diikuti dengan Swedia (USD 8,4 miliar dari 8,2 miliar), Inggris (USD 6,3 miliar naik dari 4,3 miliar,  Amerika Serikat (USD 5,8 miliar turun dari 5,9 miliar )  dan Norwegia (USD 4,7 miliar naik dari (USD 4,4 miliar) Sedangkan negara asal impor utama Denmark adalah Jerman (dengan nilai transaksi USD 14,7 miliar naik dari 13,8 miliar tahun 2016), Swedia (USD 7,9 miliar naik dari USD 7,6 miliar), Tiongkok (USD 5,2 naik dari 5,0 miliar) , Belanda (USD 5,1 miliar naik dari 4,9 miliar), Norwegia (USD 3,4 miliar naik dari USD 2,7 miliar).

Total nilai perdagangan Denmark dengan Indonesia pada periode Januari-September 2017 sebesar US$ 309,73 juta, atau naik 9,98 % dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2016, yang tercatat sebesar US$ 281,61 juta. Total perdagangan tersebut terdiri dari ekspor Indonesia ke Denmark periode Januari-September 2017 sebesar US$ 193,86 juta, atau naik 11,76% apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2016, yang tercatat sebesar US$ 173,46 juta. Sementara itu nilai impor Indonesia pada periode Januari-September 2017 sebesar US$ 115,86 juta atau naik 7,13 % dibandingkan nilai impor periode yang sama tahun 2016, sebesar US$ 108,15 juta.

Sektor-sektor kerja sama ekonomi Indonesia-Denmark  yang diutamakan adalah di bidang maritim, energi (energi baru dan terbarukan dan konservasi energi), pertanian, dan kerja sama pembangunan termasuk lingkungan hidup, melalui kesepakatan Memorandum of Understanding (MoU) di bidang-bidang kerja sama: Transportasi, Maritim, Kebudayaan, Kesehatan dan Energi. Dalam perkembangannya disepakati pula MoU di bidang Pertanian, dan Memorandum of Understanding Economic Modelling of Load Dispatch antara PT. PLN dengan Danish Energy Agency yang diwakili oleh Kedubes Denmark di Jakarta.

Sebagai tindak lanjut dari MoU Kerja Sama Pertanian, Indonesia dan Denmark pada Bulan Oktober 2017 yang lalu telah melaksanakan Second Joint Agriculture Working Group di Kopenhagen Denmark yang menghasilkan kesepakatan untuk menjajaki kerja sama pertukaran bibit sapi ternak unggulan dari Denmark.

Hubungan kedua negara dalam aspek sosial dan budaya tumbuh dengan baik. Awareness satu sama lain perlu terus ditingkatkan. Baik Indonesia maupun Denmark sama-sama mendorong adanya kerjasama bidang pendidikan tinggi, melalui kesepakatan antar universitas atau institusi perguruan tinggi. Selain mengidentifikasi kesepakatan-kesepakatan yang perlu diperbarui, KBRI mencari potensi kerjasama dengan 8 universitas di Denmark. 

Promosi budaya terus dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan seluruh stakeholder di Denmark akan kondisi dan potensi sosial serta keragaman kebudayan dan adat istiadat Indonesia, termasuk di dalamnya melalui sosialisasi program Darmasiswa.

Secara khusus, Pemerintah Denmark mengakui keunggulan Indonesia dalam menjaga toleransi dan kerukunan antar umat beragama dengan mengedepankan dialog yang melibatkan para pemuka agama, masyarakat madani, akademisi, dan masyarakat umum. Pada tahun 2017, Pemerintah Denmark memfasilitasi kehadiran Wahid Foundation ke Denmark untuk berbagi pengalaman mengenai toleransi beragama di Indonesia. Di samping itu, dalam kunjungan ke Indonesia, PM Denmark menyempatkan diri untuk melakukan dialog lintas agama yang dihadiri oleh perwakilan lintas agama di Indonesia, yaitu antara lain, Bapak Nasaruddin Umar (Imam Besar Mesjid Istiqlal), Ibu Yenny Wahid, dan Franz Magnis-Suseno.

Di bidang promosi Trade Tourism Investment (TTI) KBRI Kopenhagen tetap aktif melakukan  berbagai upaya dengan mengadakan  kegiatan promosi wisata, dagang, kuliner dan budaya Indonesia lainnya yang dilakukan secara mandiri, melalui partisipasi dalam berbagai event pameran perdagangan, industri dan wisata internasional yang diadakan di beberapa kota di Denmark, utamanya di Kopenhagen, Herning, Horsens, dan Aarhus.

Guna mendukung pencapaian kepentingan nasional Indonesia di Denmark, selama tahun 2017, KBRI Kopenhagen telah memfasilitasi 28 kunjungan delegasi dari berbagai institusi di Indonesia, baik dari lembaga eksekutif maupun legislatif serta pengusaha dan berbagai organisasi lainnya. Jumlah total delegasi yang difasilitasi adalah sebanyak 272 orang.

Dalam rangka mengantisipasi tantangan dan kendala pelaksanaan tugas di masa mendatang, KBRI Kopenhagen terus melakukan kajian dan evaluasi, sehingga dapat mengantisipasi perubahan-perubahan mendasar yang bersifat strategis/jangka panjang di kawasan Eropa, khususnya Denmark, dan diharapkan dapat menunjang efektivitas dan efisiensi pelaksanaan tugas pokok dan fungsi yang diemban.

 bendera lithuania.png

LITHUANIA


Hubungan Bilateral Indonesia-Lithuania pada tahun yang telah terjalin dengan baik  sejak tahun 1993 semakin meningkat yang diperlihatkan antara lain melalui kunjungan Presiden Lithuania, H.E. Ms. Dalia Grybauskaitē, ke Indonesia yang dipandang sebagai kunjungan bersejarah dan secara umum telah berlangsung dengan baik, terutama dalam rangka meningkatkan hubungan bilateral dan kerja sama antara Indonesia dan Lithuania yang telah berlangsung sejak dibukanya hubungan diplomatik antara kedua negara pada bulan Maret 1993. Dalam kesempatan itu telah dilakukan serangkaian pertemuan kedua Kepala Negara yang berlangsung hangat, serta diikuti dengan penandatanganan MoU kerja sama renewable energy dan LoI bidang transportasi, serta pelaksanaan Energy Forum dan bilateral pertanian yang berlangsung konstruktif.

Diplomasi ekonomi Indonesia Lithuania selama ini diisi dengan berbagai kegiatan promosi dalam rangka meningkatkan jumlah wisatawan, investasi dan mitra dagang dari Lithuania ke Indonesia, serta saling dukung pencalonan masing-masing negara dalam fora internasional dan upaya pendekatan untuk mendorong terbentuknya kerja sama antar asosiasi/organisasi bisnis/dagang ataupun antar kota.

Selama periode 5 tahun terakhir Indonesia selalu mengalami surplus dalam hal perdagangan dengan Lithuania. Pada periode tersebut, nilai impor Lithuania dari Indonesia mengalami peningkatan dari EUR 13,447 juta pada tahun 2012 menjadi EUR 21,92 juta pada tahun 2016, atau naik 62,65%. Sementara itu, nilai ekspor Lithuania ke Indonesia juga mengalami peningkatan dari Eur 3,79 juta pada 2012 menjadi EUR 7,41 juta pada tahun 2016, atau mengalami peningkatan sebesar 95,22%.

Pada skala tahunan, nilai impor Lithuania dari Indonesia pada tahun 2016 sebesar EUR 21,92 juta, atau turun 25,03% dibandingkan tahun 2015 yang tercatat senilai EUR 29,23 juta. Sementara itu, nilai ekspor Lithuania ke Indonesia pada tahun 2016 mencapai EUR 7,41 juta, atau mengalami kenaikan sebesar37,02% jika dibandaingkan tahun 2015 yang tercatat senilai EUR 5,41 juta.

Potensi kerja sama di bidang perdagangan antara Indonesia dan Lithuania masih cukup besar. Indonesia dapat meningkatkan ekspor ke Lithuania dengan memasukkan komoditi ekspor Indonesia yang dibutuhkan oleh Lithuania, misalnya : tembakau, minyak kelapa sawit, animal or vegetable fats and oil, furnitur, food and drink, termasuk kopi, dll.

Kegiatan diplomasi diutamakan pada peningkatan kerjasama pendidikan tinggi, riset dan inovasi, melalui berbagai pertemuan, diskusi dengan para pemangku kepentingan di pemerintahan, parlemen dan perguruan tinggi. Program Darmasiswa Indonesia untuk mempelajari Bahasa dan seni budaya Indonesia bagi pelajar Lithuania setiap tahunnya mendapat tanggapan positif dan meningkat minat dari mahasiswa Lithuania. Di tahun 2017/2018, enam  mahasiswa yang dinyatakan diterima.

Kunjungan Presiden Lithuania ke Indonesia dipandang sebagai salah satu upaya mendekatkan diri secara Budaya dari Budaya Eropa ke Budaya Asia, karena banyaknya peminat siswa untuk mempelajari kerajinan batik dan berpariwisata ke Bali dan tujuan wisata lainnya di Indonesia.

Lithuania menawarkan untuk menjajaki kerjasama bidang kesehatan, khususnya alat-alat medis dan farmasi. Keunggulan Lithuania di bidang ini terkait erat dengan bidang IT, bidang bio-informatics, bio-kimia, uji klinis dan laser untuk medis.