Sosialisasi Pemilu WNI di Luar Negeri 2018 di Wilayah Kerja KJRI Cape Town

Cape Town, Afrika Selatan – Pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2014, tingkat partisipasi pemilih luar negeri hanya sebesar 22 persen dari seluruh kapasitas pemilih WNI. Penyebab utamanya, adalah ketidakpahaman pemilih dalam menyalurkan hak politiknya. Hal ini tentu tidak dapat dibiarkan berulang lagi terjadi karena rakyat merupakan pemegang kedaulatan tertinggi dalam suatu negara demokrasi. Dengan demikian, KPU melalui Panitia Pemilihan Umum Luar Negeri (PPLN) sebagai salah satu elemen penyelenggara pemilu berupaya semaksimal mungkin agar warga negara Indonesia dapat memahami cara dan metode pemilu serta memanfaatkan hak pilihnya melalui pemilu. Dari Rakyat, Oleh Rakyat, dan Untuk Rakyat, sebagai salah satu prinsip penyelenggaraan pemilu. “KPU hadir pada sosialisasi ini untuk memastikan bahwa WNI di wilayah kerja KJRI Cape Town dapat memperoleh pelayanan yang patut dalam proses pemilu 2019. Diharapkan sosialisasi yang terselenggara ini dapat memberikan manfaat bagi seluruh WNI di Cape Town dan sekitarnya guna menyalurkan hak pilihnya pada pemilu 2019," tegas Anggota KPU Pusat, Bapak Wahyu Setiawan pada kegiatan Sosialisasi Pemilu WNI di Luar Negeri pada hari Kamis, 18 Oktober 2018 di Radisson Blu Hotel & Residence, Cape Town dihadapan sekitar 40 orang WNI di wilayah kerja KJRI Cape Town.


Menjadi Golongan Putih (Golput) bukan solusi dan bukan pilihan bagi demokrasi. Negara telah menjamin hak konstitusional setiap WNI untuk memilih wakil rakyatnya secara langsung, satu suara akan menentukan nasib bangsa. “Suara pemilih luar negeri akan menentukan apakah sebuah parpol dapat mencapai batas minimum dalam parlemen atau parliamentary threshold yang memungkinkan parpol tersebut memperoleh kursi di parlemen", ujar Kepala Biro Perencanaan dan Data KPU, Bapak Sumariyandono.​

Pemilu tahun 2019 ini berbeda dengan Pemilu tahun 2014 karena penyelenggaraannya yang serentak. Sudah ada 20 parpol yang telah ditetapkan dalam daftar parpol peserta pemilu (khusus 4 Parpol terdaftar hanya untuk Daerah Istimewa Aceh). Pemilih di luar negeri akan mendapatkan 2 (dua) Surat Suara: Surat Suara untuk pemilihan anggota DPR RI Daerah Pemilihan DKI Jakarta II (Jakpus, Jaksel, dan Luar Negeri) dan Surat Suara untuk pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Guna penyelenggaraan pemilu 2019 yang lancar dan terkendali, pemilih WNI disarankan dapat lebih bijak dan tidak terlalu terpengaruh oleh situasi politik di dalam negeri, terutama oleh berita-berita hoax dan provokasi yang tengah berkembang di tanah air.​

Pemilu di wilayah kerja KJRI Cape Town rencananya akan terselenggara pada tanggal 13 April 2019. Hingga kini, tercatat sudah ada 115 orang – 52 laki-laki dan 63 perempuan pada Daftar Pemilih Tetap di wilayah kerja KJRI Cape Town. Pada sambutan Kepala Perwakilan RI Cape Town yang dibacakan oleh Konsul Konsuler disampaikan juga salah satu tantangan pemilu di wilayah kerja KJRI Cape Town, yakni adanya ketidakpastian jumlah pelaut Indonesia yang akan berpartisipasi dalam Pemilu 2019 di Cape Town. ​

Peserta sosialisasi terlihat antusias menanggapi materi yang telah disampaikan. Beberapa diskusi yang mengemuka, antara lain, terkait cara pencoblosan suara. Pilihan suara akan tetap dianggap sah dan otomatis selama pencoblosan suara dilakukan di dalam kotak parpol yang dipilih. Sekiranya pemilih WNI tidak spesifik memilih anggota DPR-RI, maka suara pemilih yang bersangkutan akan jatuh kepada suara partai. Namun perlu diperhatikan bahwa hanya Parpol yang memenuhi ketentuan minimum suara yang akan menduduki kursi DPR-RI.  ​

Tim KPU juga mengingatkan bahwa PPLN Cape Town dapat membantu pengecekan sekiranya ada data ganda dari WNI pemilih di wilayah kerja KJRI Cape Town. Hal ini dapat diakses bagi WNI yang memiliki KTP elektronik melalui www.lindungihakpilihmu.kpu.go.id