Penanganan Kasus Penahanan 2 Mahasiswa Indonesia di Mesir

1. KBRI Cairo menerima informasi tidak resmi tentang adanya penangkapan terhadap 2 mahasiswa Al Azhar warga Negara Indonesia ketika keduanya berusaha mengambil kembali barang yang ditinggalkan di Desa Samanud setelah sebelumnya mereka meninggalkan Desa Samanud karena terancam ditangkap oleh Aparat Keamanan Mesir.  

2. Penangkapan atas kedua mahasiswa S1 Al Azhar tersebut atas nama Sdr. Muhammad Hadi dan Sdr. Nurul Islami Elfis terjadi pada 1 Agustus 2017 oleh aparat Kepolisian Aga di Samanud, wilayah Provinsi Dakhaliyah Mesir, yang berjarak sekitar 150 kilometer dari Cairo.  

3. Upaya perlindungan warganegara yang dilakukan KBRI Cairo telah dilaksanakan sejak awal kejadian tersebut diketahui oleh KBRI Cairo. KBRI Cairo terus berkomunikasi dengan Kemlu Mesir, National Security, Kementerian Dalam Negeri, dan aparat keamanan Mesir.  Namun demikian, hingga saat ini KBRI Cairo belum menerima notifikasi resmi dari pihak-pihak terkait Mesir perihal penahanan dua mahasiswa Indonesia tersebut. 

4. KBRI Cairo juga telah melakukan kunjungan ke Kantor Kepolisian Aga agar dapat dipertemukan dengan kedua mahasiswa Indonesia tersebut dan meminta keduanya dapat dibebaskan. Namun aparat Kepolisian Aga tidak berkenan memberikan keterangan atau informasi terkait keberadaan keduanya. Sehubungan dengan hal ini, KBRI akan menyiapkan pengacara untuk memberikan perlindungan hukum kepada kedua mahasiswa tersebut. 

5. Sebelum kejadian penangkapan ini, jauh hari KBRI Cairo telah menyampaikan imbauan kepada para mahasiswa Indonesia di Mesir untuk senantiasa waspada terhadap gerakan atau perkumpulan yang bertentangan dengan kebijakan Pemerintah Mesir, khususnya memasuki wilayah terlarang seperti Desa Samanud. Sebagai informasi, Universitas Al Azhar telah melarang mahasiswanya untuk berguru kepada para sheikh yang tidak berafiliasi dengan Al Azhar yang umumnya berada di luar kota Cairo, serta melarang mahasiswa Al Azhar bertempat tinggal dan berguru dengan Sheikh di Samanud karena diindikasikan bahwa di wilayah itu terdapat kelompok radikal yang berseberangan dengan Pemerintah Mesir. 

6. Ketika para mahasiswa Al Azhar yang sebelumnya bertempat tinggal di Samanud meninggalkan Samanud untuk pindah ke Cairo karena kekhawatiran ditangkap aparat keamanan Mesir, KBRI Cairo telah menawarkan bantuan untuk membantu mengambilkan barang-barang mahasiswa yang tertinggal di desa Samanud, namun tawaran ini ditolak oleh para mahasiswa tersebut.

7. KBRI Cairo akan kembali menyampaikan nota diplomatik kepada Kemlu Mesir, National Security, dan Kementerian Dalam Negeri Mesir untuk menegaskan pentingnya kedua negara memiliki MoU mengenai “Mandatory  Consular Notification’’ untuk melindungi warga negara kedua negara jika terdapat penangkapan oleh aparat keamanan  atas warga negaranya di negara lainnya  untuk mencegah berulangnya kasus penangkapan tanpa notifikasi. Selain itu, KBRI Cairo juga meminta kemudahan akses bertemu dengan WNI yang ditahan di Mesir.