Pembinaan Hubungan dengan Otoritas Keamanan Mesir demi Perlindungan WNI

​ Upaya-upaya untuk membangkitkan kesadaran WNI secara internal terhadap keselamatan diri, maupun meningkatkan perhatian para aparat keamanan Mesir secara eksternal selalu dilakukan secara rutin oleh KBRI Cairo. Dalam catatan KBRI, sejumlah 5.178 orang WNI yang terdaftar dalam database online lapor diri di Mesir mayoritas berdomisili di Cairo dan khususnya terkonsentrasi di wilayah Distrik 10 Nasr City.

Dalam beberapa pernyataan, baik disampaikan oleh para pejabat keamanan, pengacara maupun pengalaman para WNI sendiri, daerah Distrik 10 memang terkenal sebagai daerah rawan kriminal. Nyaris setiap hari terdapat laporan tindak kriminal dengan korban WNI, diantaranya pelajar, mahasiswa, jurnalis, pekerja formal maupun informal atau bahkan menimpa KBRI, baik para staf maupun asset perwakilan.

 
    Hal inilah yang mendasari meningkatnya intensitas pertemuan dan juga level para pejabat yang terlibat dalam koordinasi keamanan bagi WNI di Mesir antara KBRI Cairo dengan Otoritas Keamanan Mesir. Pada 9 Desember 2015, secara khusus Pihak Kepala Kepolisan Wilayah Nasr City berkoordinasi dengan Otoritas National Security (Kementerian Dalam Negeri) melakukan pertemuan dengan KBRI Cairo dan juga Perwakilan Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) di Kantor Kepolisian Sektor I Nasr City.

    Dalam pertemuan didiskusikan seluruh isu keamanan yang menimpa WNI selama beberapa bulan terakhir dan juga janji bahwa peningkatan patroli keamanan akan lebih diintensifkan di wilayah Distrik 10. Kantor Pelayanan Konsuler KBRI Cairo di Gedung 33, Ahmed Azzumur Street, Nasr City, juga akan diberikan pengamanan khusus dengan petugas resmi yang juga dapat menjadi penghubung langsung ke markas kepolisian jika terdapat tindakan kriminal yang menimpa WNI.

    KBRI Cairo kembali menghimbau agar seluruh WNI melakukan Lapor Diri dan melakukan pemutakhiran data-data pribadi sebagai perlindungan terhadap diri sendiri. Selain itu diharapkan juga agar selalu waspada mengingat sebagai tamu, WNI wajib menjaga harkat dan martabat pribadi dengan tidak membuka kesempatan sehingga menjadi korban kejahatan. Seluruh WNI diwajibkan juga untuk menaati seluruh hukum yang berlaku di Mesir dan Indonesia, tidak menyepelekan dan mengesampingkan azas serta etika dengan alasan-alasan pribadi yang tidak mencerminkan kecerdasan sebagai sebuah bangsa.

 
    Sekiranya WNI di Mesir mengalami musibah, segera hubungi nomor-nomor, sbb:
a.    Pengaduan Umum Kepolisian: 122;
b.    Telpon Sentral KBRI Cairo: 27947200, 27947209, 27925451, 27925452;
c.    Hotline Perlindungan WNI: 010-2222-9989;
d.    Dody Harendro (F. Protkons): 010-28100662
e.    Joko Sumaryono (F.Protkons): 010-1518-5795
f.    Ahmad Baihaqi M. (Ketua DKKM): +20 115 618 5120