KBRI Kairo Buka Puasa Bersama dan Peringati Malam Nuzulul Quran

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pada Kamis 10 September 2009, bertermpat di lapangan rumput Wisma Duta KBRI Cairo diselenggarakan acara buka puasa bersama dan peringatan malam Nuzulul Quran dengan dihadiri oleh Duta Besar RI dan Ibu Yasmin Fachir, seluruh home dan local staf beserta keluarga, perwakilan dari berbagai organisasii kemahasiswaan serta masyarakat Indonesia di Mesir. Ikut hadir pada acara tersebut, 2 orang kontingen Indonesia yang sedang mengikuti musabaqah tahfizd el Quran internasional yang diselenggarakan tahun ini di Mesir.

Acara buka puasa diawali dengan buka bersama, shalat Maghrib berjamaah, makan bersama dan ramah tamah. Sedangkan acara peringatan malam Nuzulul Quran dengan tema " Dengan Peringatan Malam Nuzulul Quran kita tingkatkan pemahaman Islam kita sebagai Rahamatan Lil Alamiin" dimulai setelah shalat Isa dan shalat Taraweh berjamaah. Acara peringatan dimulai dengan sambutan Duta Besar A.M. Fachir, kemudian dilanjutkan dengan parade Tahfidz el Quran oleh peserta kontingen Indonesia pada Musabaqah Tahfidz al Quran, Sdr. Abdullah Lutfi dan dua orang anggota Al Quran Community Cairo dari kalangan mahasiswa Indonesia di Mesir yaitu Sdr. Hanufa Maulana dan Sdr. Zulkarnaen Ahmad.

Bertindak selaku penceramah pada acara peringatan Nuzulul Quran adalah Ustadz Abbas Mansur Tamam, MA, mahasiswa Indonesia yang sedang menyelesaikan pendidikan program S-3 di Universitas Al Azhar.

Duta Besar RI, A.M. Fachir dalam sambutannya antara lain menghimbau para jamaah agar momen peringatan malam Nuzulul Quran ini dapat menggugah hati kita sudah sejauh mana kualitas kita dalam "membumikan" ayat ayat al Quran dalam kehidupan sehari-hari. "Dalam peringatan ini kita tidak saja mengikuti sejarah turunnya al Quran yang penuh dengan mukjizat dan peristiwa-peristiwa besar itu, tapi jauh lebih penting adalah bagaimana kita menerjemahkan al Quran dalam kehidupan sehari-hari dengan meneladani Rasulullah yang menjadi uswatun hasanah, menjadikan al Quran itu sebagai landaran moral dalam setiap tindakan dan perbuatan kita sehari-hari" demikian dipaparkan Dubes A.M. Fachir.

Menyinggung tema peringatan malam Nuzulul Quran yang intinya meningkatkan pemahaman keislaman yang rahmatan lil alamiin, Dubes A.M. Fachir mengatakan ini sangat erat kaitannya dengan urusan diri kita sendiri karena didalamnya tercakup anjuran menjaga kebersihan, bersikap toleransi, tolong-menolong dan bersikap amanah. "Bagaimana mungkin kita mengatakan Islam rahmatan lil Alamiin kalau dalam hal yang terkait dengan urusan diri kita sendiri ataupun urusan sesama kita saja kita belum bisa mengamalkan ajaran-ajaran Islam, salah satu contoh yang menonjol adalah masalah kebersihan lingkungan", ujar A.M. Fachir.

Maka dari itu, katanya, untuk menjadi rahmatan lil alamiin, kita harus kuat, kita harus mampu dan kita harus bisa menunjukkan setiap langkah dan tindakan kita sejalan dengan ayat-ayat al Quran. Bila seseorang sudah menerapkan al Quran maka dia akan bersikap amanah dalam bekerja, amanah dalam belajar dan bahkan bisa tolong-menolong membantu orang lain. Dan lebih dari itu, perilakunya akan menjadi motivasi dan pegangan hidup kita sehari-sehari, dan ini jauh lebih penting dari pada membicarakan masalah-masalah yang lebih besar.

Sementara itu, Ustadz Abbas Mansur Tamam, MA, selaku penceramah menguraikan beberapa ayat ayat al quran yang menjelaskan bahwa kehidupan manusia di dunia itu digantungkan optimalisasinya dengan keyakinan akan adanya hari berbangkit dimana semua manusia akan mempertanggungjawabkan segala perbuatannya, perbuatan baik akan mendapat pahala dan perbuatan buruk akan menerima siksa Allah SWT.

Menurutnya, ada tiga paradigma tentang memaknai kata-kata 'el din' agama yaitu;

Pertama el din berarti agama berarti al jaza wal hisab (penghitungan dan pembalasan) di akirat kelakDalam hal ini Rasulluah mengatakan bahwa orang yang cerdas adalah orang yang melakukan penghitungan terhadap amalannya dan kemudian berusaha untuk beramal sebagai bekal untuk hidup setelah mati. Sebaliknya orang yang lemah, orang yang tidak berdaya adalah orang yang mengikuti hawa nafsu kemudian berangan-angan akan mendapat ambpunan dan syafaat dari Rasulullah tanpa berusaha untuk beramal sebagai bekal di kemudian hari. Berkaitan dengan ini, agama digantungkan optimalisasnya bahwa hidup ini akan berakhir dan akan diminta pertanggungjawaban baik amalan baik maupun amalan jelek.

Kedua, agama berarti 'taat' sebagai konsekuensi dari keimanan tentang penghitungan dan pembalasan dengan perhitungan bahwa mustahil kita memiliki keyakinan yang utuh tentang kebangkitan dan pembalasan tetapi dengan sengaja mengenyampingkan perintah dan larangan allah SWT. Betul yang disampaikan oleh Bapak Duta Besar A.M. Fachir dalam sambutannya terdahulu, bahwa masalah yang paling utama adalah persoalan ketaatan, bagaimana pengetahun yang kita peroleh dari al quran kemuduian merembes menjadi penghayatan dalam diri kita yang kemudian membuahkan ketaatan kepada Allah SWT.

Ketiga adalah kebiasaan. Ketika kita memiliki keyakinan bahwa amal-amal akan dihisab dan akan dipertanggungjawabkan kelak dan kita berusaha selalu taat, maka ketaatan ini pada gilirannya akan menjadi satu kebiasaan. Untuk itu, agama untuk pengertian yang ketiga berarti adat kebiasaan, karena harus dilakukan secara kontiniu.

Untuk itu, dalam rangka memperingati malam nuzulul quran, penceramah mengajak hadirin untuk menyadari al quran sebagai satu karunia besar dan menjadi menjadi pegangan hidup dalam setiap amalam kita dan bagaimana interaksi kita dengan al Quran dengan membaca, memahami dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari, betapapun kesibukan kita setiap hari dan ini lah yang menjadi inti dari ketaatan kita kepada Allah SWt

Pada peringatan malam nuzulul quran tersebut, panitia Ramadhan Mesjid Indonesia Cairo juga mengumumkan pemenang lomba yang diselenggarakan dalam menyemarakkan kegiatan ramadhan di kalangan masyarakat Indonesia di Mesir, antara lain lomba cerita islami, lomba mewarnai dan kaligrafi, lomba imlak menulis ulang ayat pendek dan lomba menulis hikmah ramadhan dan lomba pidato dalam bahasa Indonesia.

Pada kesempatan peringatan tersebut, juga diadakan parade bacaan tahfidz al Quran oleh salah satu kontingen Indonesia pada Musabaqah Tahfidz al Quran, Sdr. Abdullah Lutfi dan dua orang anggota Al Quran Community Cairo dari kalangan mahasiswa Indonesia di Mesir yaitu Sdr. Hanufa Maulana dan Sdr. Zulkarnaen Ahmad. Dalam kesempatan tersebut para hadiri mengajukan beberapa pertanyaan dengan membacakan ayat al quran untuk dilanjutkan dan dijelaskan posisi nomor ayat, halaman, nama surat dan urutan ayat dalam surat serta informasi lainnya oleh para hufadz (penghafal) tersebut. Penampilan dan cara para hufadz melanjutkan bacaan al Quran menjawab pertanyaan yang diajukan mendapat sambutan baik dan tepuk tangan meriah oleh para jamaah.