Dubes RI Buka Bimbingan Teknis Pengawasan Pemilu Presiden Di Luar Negeri

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pada hari Sabtu, 27 Juni 2009, bertempat di ruang Bhinneka Tunggal Ika KBRI Cairo, Duta Besar RI, A.M. Fachir membuka secara resmi Bimbingan Teknis Pengawasan Pemilu di Luar Negeri yang diikuti beberapa perwakilan RI di Timur Tengah, antara lain Perwakilan RI di Riyadh, Jeddah dan Kuwait.

Dubes RI, A.M. Fachir, dalam sambutannya, antara lain menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada KBRI Cairo untuk menyelenggarakan acara tersebut. Dalam bagian lain, Dubes menyampaikan pentingnya seluruh pihak terkait, termasuk pengawas luar negeri, untuk menyamakan visi dan misi menyukseskan pelaksanaan Pemilu Presiden yang akan diselenggarakan tanggal 8 Juli 2009 nanti. "Kesamaan visi mutlak diperlukan, dan tentunya harus didukung dengan kesamaan tujuan menyukseskan Piplres, tentunya dikaitkan dengan peraturan perundangan yang berlaku dan situasi dan kondisi masing-masing negara".

Dalam kesempatan tersebut, Dubes RI memaparkan secara singkat pelaksanaan Pemilu DPR yang lalu di Mesir, dimana PPLN dan KBRI Cairo beserta sleluruh elemen keindonesiaan di Mesir "bahu-membahu" menyukseskan agenda Pemilu. "KBRI Cairo memfasilitasi jemputan (transportasi) pemilih baik di Cairo maupun di luar Cairo dengan total trip fasilitasi transportasi lebih dari 50 kali", papar Dubes. Selain itu, untuk "menarik pemilih" datang ke TPSLN, KBRI Cairo juga menyediakan konsumsi. "Bagi kami, ajang Pemilu juga menjadi ajang silaturahmi antar WNI yang jauh dari Indonesia". Dengan kebersamaan tersebut, "turn out" Pemilu DPR di Cairo mencapai lebih dari 60%.

Sementara itu anggota Bawaslu Agustiani Sitorus dan Sekretaris Waslu Syahri Sakidin, dalam kesempatan lainnya, menyampaikan pentingnya acara Bimtek tersebut sebagai wahana "saling tikar informasi, pandangan dan ilmu" yang nantinya akan diterapkan "di lapangan" pada saat pelaksanaan Pilpres. Keduanya menyadari adanya "kompleksitas" pelaksanaan Pemilu Nasional di luar negeri terkait dengan perbedaan hukum, aturan, waktu serta situasi dan kondisi masyarakatnya. Disamping itu, diingatkan pula agar seluruh elemen bangsa menyukseskan Pilpres nanti paling tidak dengan beberapa tujuan, antara lain: meningkatkan "turn out" hasil Pemilu dan meminimalisir surat suara tidak sah. Selain itu, diharapkan seluruh institusi penyelenggara Pemilu dapat bekerja secara professional dan saling berkoordinasi.

Acara Bimtek Waslu ini diikuti oleh 4 (empat) perwakilan luar negeri, masing-masing: Cairo, Jeddah, Riyadh dan Kuwait. Kegiatan berlangsung dua hari pada 27 - 28 Juni 2009.

Materi bimbingan berupa slide presentation disampaikan tentang strategi pengawasan pemilu presiden dan wakil presiden di luar negeri dan penanganan pelanggaran pemilu disampaikano oleh delegasi Bawaslu Pusat. Sementara materi yang terkait dengan mekanisme dan tata kerja pengawasan pemilu LN disampaikan oleh anggota Pokja Waslu LN. Acara bimbingan teknis pengawasan pemilu ini berlangsung selama 1 hari penuh.

Setelah selesainya kegiatan hari perrtama (27/06/09), Dubes RI Cairo beserta ibu Yasmin Fachir berrkenan menyelenggarakan Jamuan Makan Malam bagi seluruh delegasi Waslu dan Peserta.