Dinner dengan DPR: Pembinaan Mahasiswa adalah Investasi Terbesar Bangsa

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pada Selasa, 21 Juli 2009, bertempat di Wisma Duta KBRI, Duta Besar RI, Cairo beserta Ibu Yasmin Fachir telah menyelenggarakan dinner (jamuan makan malam) sekaligus pertemuan antara Delegasi Pansus 4 (Empat) RUU Bidang Peradilan DPR RI dengans eluruh staf KBRI dan perwakilan mahasiswa dan masyarakat Indonesia di Cairo. Pansus DPR dalam kesempatan tersebut melakukan studi banding bidang peradilan ke beberapa instansi terkait di Mesir. Pansus Peradilan DPR RI berjumlah 26 orang dan dipimpin oleh H. Yudho Paripurno, SH, dan diikuti beberapa anggota lainnya termasuk Prof Dr. Bomer Pasaribu dan beberapa anggota komisi DPR lainnya.

Hadir pada acara tersebut, selain para home staf KBRI beserta istri dan sejumlah perwakilan mahasiswa yang terdiri dari pengurus inti PPMI (Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia) dan Wihdah, adalah 4 mahasiswa Indonesia asal Riau yang mengalami salah tangkap oleh State Security pada bulan Juni lalu.

Dalam sambutannya, Duta Besar RI menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada para delegasi serta mengharapkan agar kunjungan tersebut mendapat hasil maksimal yang berguna bagi pembangunan Indonesia. Dubes RI juga memaparkan secara singkat hubungan bilateral Indonesia-Mesir di berbagai bidang, meliputi politik, ekonomi perdagangan dan sosial budaya dan pendidikan.

Secara politik, menurut Dubes, hubungan Indonesia – Mesir tidak ada masalah , hanya perlu "adanya keseimbangan" kunjungan tingkat tertinggia, mengingat seluruh Presiden Indonesia, selain Habibie, telah berkunjung ke Mesir, sementara kunjungan terakhir Presiden Hosni Mubarak dilakukan tahun 1983. Hal ini, "to strke the balance" juga menjadi perhatian tersendiri bagi kami, papar Dubes RU

Di bidang ekonomi dan perdagangan, hubungan kedua negara mengalami peningkatan yang cukup signifikan yang ditandai dengan meningkatnya volume dagang kedua negara (bilateral trade) tahun 2008 sebesar 1,1 millyar dollar. "Jumlah itu sebenarnya merupakan sasaran untuk tahun 2010", papar Dubes. Selain itu, jenis komoditi dagang yang dipertukarkan Indonesia-Mesir tahun 2007 hanya 12 jenis dan tahun 2008 telah mencapai 28 jenis komoditi.

Padas kesempatan lainnya, Dubes juga memaparkan hubungan sosial budaya kemasyarakatan Indonesia – Mesir yang telah ada semenjak tahun 1850 yang ditandai dengan adanya Ruwaq Jawi (asrama mahasiswa Indonesia di samping mesjid al Azhar). Saat ini KBRI Cairo sedang membuat buku sejarah yang intinya mamaparkan data sejarah tentang hubugnan Indonesia Mesir. Dalam kaitan ini, keberadaan mahasiswa Indonesia di Mesir juga mendapatkan perhatian tinggi dari Dubes RI.

Untuk pembinaan mahasiswa Indonesia, pada tahun 2008 KBRI telah menyelenggarakan lokakarya yang berhasil menghadirkan stake holders dari Indonesia dan Mesir diantaranya Menteri Agama, Gubernur/Pemda, tokoh masyarakt dan alumni al-Azhar, Grand Sheikh Azhar, Rektor Azhar dan lainnya, yang dilatarbelakangi oleh satu keprihatinan dimana tingkat kegagalan mahasiswa Indonesia di atas 50 %. S

Mengingat kontribusi al-Azhar yang sudah begitu banyak terhadap Indonesia, maka dalam pembahasan lokakarya muncul satu ide yang menarik, bahagaimana Indonesia dapat berkontribusi terhadap waqaf al Azhar yang manfaatnya juga akan kembalai kepada Indonesia sendiri, yaitu dalam bentuk upaya Indonesia membangun asrama dalam kampus al-Azhar dan diserahkan pengelolaannya kepada al-Azarh dan ditempati oleh mahasiswa Indonesia, Mesir dan mahasiswa asing lainnya.

Ide ini mendapat sambutan baik pihak al-Azhar di mana Rektor al-Azhar telah mengalokasikan tanah dalam compound kampus al-Azhar. Di tanah yang telah dialokasikan Rektor al-Azhar tersebut dapat dibangun 5 gedung asrama 6 tingkat yang bisa menampung 400 mahasiswa asing, Mesir dan Indonesia. dan mahasiswa negara lainny. "Harga 1 gedung mencapai 14 millyar rupiah. Untuk 5 gedung mencapai 70 millyar" , papar Dubes RI.

Sisi lain manfaat asrama tersebut adalah mereka (mahasiswa Indonesia) akan lebih mudah dibina dan hal ini merupakan salah satu investasi besar bangsa bagi kelangsungan generasi penerus Indonesia.

Terkait dengan hal tersebut, para anggota Dewan (DPR) menyampaikan apresiasi pemikiran dan menyatakan akan turut membantu merealisasikan cita-cita pembangunan asrama tersebut. Selain itu, seluruh anggota Pansus DPR juga meminta para mahasiswa untuk kembali memfokuskan pada tujuan utama yaitu menyelesaikan kuliah di Al Azhar secepat dan sebaik mungkin dan segera kembali membangun Indonesia. Selama belajar di Al Azhar, para anggota DPR juga mengingatkan agar seluruh pihak dapat saling mawas diri dan tanggap trerhadap lingkungan Mesir yang mempunyai karakteristik berbeda dengan Indonesia.