Bareskrim Kembali Tangkap 4 Pelaku Perdagangan Orang

Bekerjasama dengan Perwakilan RI Cairo, Bareskrim Polri kembali menangkap 4 (empat) tersangka agen ilegal pemberangkatan Buruh Migran Indonesia secara non-prosedural ke Mesir. Pelaku dengan inisial F dan M serta I dan W merupakan perekrut pekerja rumah tangga dari berbagai daerah untuk kemudian diperdagangkan ke Timur Tengah, khususnya ke Mesir.

Para Pekerja Rumah Tangga tersebut tidak dibekali oleh kemampuan (baik bahasa maupun penguasaan alat, dsb), tidak melalui BNP2TKI sehingga tidak memiliki Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTLN), diberangkatkan sebagai turis (dengan visa wisata) ke Mesir via negara ketiga, dan kemudian teraniaya oleh majikan di Mesir yang memang tidak mengakui keberadaan domestic worker asing.

F dan M ditangkap setelah KBRI Cairo menangani dan memulangkan korban O yang sering mendapatkan pemukulan oleh majikan dan perjanjian gaji yang tidak sesuai. O kemudian melarikan diri dan terlantar selama 2 hari sebelum akhirnya diatarkan WN Malaysia ke Kantor Konsuler KBRI Cairo.

Sementara I dan WN ditangkap setelah terdapat laporan dari KBRI Cairo mengenai korban T. Korban juga sempat hamil dengan ayah dari janin yang tidak jelas dan mengalami tekanan mental sehingga menggugurkan kandungannya. KBRI Cairo telah memediasi kasusnya sehingga ybs tidak ditahan di Mesir dan memulangkannya ke Indonesia.

Penangkapan ini merupakan yang ke-3 kali selama 3 (tiga) bulan terakhir dengan 8 (delapan) pelaku TPPO yang sedang menunggu proses peradilan dengan korban-korban dari Mesir. Saat ini pun, KBRI Cairo tengah dalam proses memperkarakan pelaku TPPO WN Mesir mengingat Mesir telah memiliki Pengadilan Khusus Trafficking in Persons. KBRI Mesir selalu mengedepankan prinsip kepedulian dan keberpihakan dalam konteks perlindungan WNI, walalupun keberadaan dan izin kerja para domestic workers di Mesir berstatus ilegal.
 ​