Penangkapan Empat Mahasiswa Indonesia Oleh Aparat Keamanan Mesir

7/7/2009

 

1. Aparat kemanan Mesir pada Minggu (28 Juni 2009) sekitar pukul 02.30 CLT, telah melakukan penangkapan terhadap 4 (empat) mahasiswa Indonesia masing-masing: Fathurrahman, Ahmad Yunus, Tasri Sugandi dan Arzil. Berdasarkan pengakuan para korban, pihak keamanan mencari mahasiswa Indonesia bernama Ismail Nasution. Setelah aparat keamanan tidak menemukan sdr. Ismail Nasution, aparat kemudian melakukan penangkapan terhadap 4 (empat) mahasiswa Indonesia tersebut serta menyita beberapa barang antara lain paspor, CPU komputer, beberapa kitab, beberapa poster dan barang lainnya. Aparat keamanan juga melakukan interogasi dan penahanan terhadap keempat mahasiswa tersebut di Kantor State Security dan Kantor Polsek II Nasr City. Berdasarkan pengakuan mahasiswa korban penangkapan tersebut, selama proses penggeledahan rumah dan interogasi, aparat keamanan Mesir melakukan tindakan kekerasan diluar batas kewajaran terhadap beberapa korban, antara lain menutup mata (blind folded), mengikat kaki dengan tali, pemukulan, dan penyetruman beberapa anggota tubuh;

2. Terkait dengan hal tersebut, perlu disampaikan beberapa langkah yang telah dilakukan KBRI Cairo, antara lain:

a. Pada Minggu (28/06/09), pejabat dan staf fungsi Konsuler bersama dengan beberapa pihak lainnya (PPMI) telah melakukan komunikasi dan pertemuan dengan beberapa instansi berwenang Mesir, untuk mengetahui tempat penahanan dan kondisi mahasiswa tersebut. Pihak berwenang Mesir pada saat pertemuan tersebut tidak dapat memberikan keterangan yang dibutuhkan;

b. Pada Senin (29/06/09), KBRI mengirimkan nota diplomatik kepada pihak-pihak terkait di Mesir meminta klarifikasi informasi penahanan mahasiswa Indonesia serta permintaan akses pendampingan terhadap mereka. Selain itu, KBRI juga menyatakan concern tidak adanya komunikasi resmi kepada KBRI Cairo atas penahahan mereka;

c. Pada Senin (29/06/09) dan Selasa (30/06/09) pihak KBRI Cairo tetap melakukan pertemuan dengan beberapa instansi terkait di Mesir, tetapi tetap belum mendapatkan keterangan resmi;

d. Pada Rabu (01/07/09) dini hari, KBRI Cairo mendapatkan informasi pembebasan 4 (empat) mahasiswa Indonesia tersebut. Pada Rabu (01/07/09) sore hari, pejabat konsuler, staf konsuler beserta 4 (empat) mahasiswa Indonesia korban penangkapan serta sdr. Ismail Nasution telah mendatangi kembali Kantor State Security untuk mengambil barang-barang mereka yang ikut disita pada saat penangkapan. Dalam pertemuan tersebut, pihak State Security tidak memberikan keterangan alasan penangkapan dan hanya mempersilakan mengambil barang-barang pribadi tersebut. Aparat keamanan juga tidak melakukan interogasi kepada Sdr. Ismail Nasution;

e. Pada Jum’at (03/07/09), KBRI Cairo melakukan pertemuan dengan kelima mahasiswa Indonesia tersebut di Kantor Konsuler Nasr City untuk mengetahui perkembangan yang terjadi. Dalam pertemuan tersebut, KBRI Cairo juga mendokumentasikan luka korban dalam bentuk foto-foto. Dalam pertemuan tersebut juga ditawarkan kepada para korban untuk tinggal di KBRI Cairo Garden City atau Gedung Konsuler KBRI di Hay Asyir sekiranya hal tersebut dibutuhkan;

f. Pada Sabtu (04/07/09) pukul 23.00 CLT , Dubes RI Cairo didampingi beberapa staf juga melakukan pertemuan dengan kelima korban bertempat di rumah (imarah) mahasiswa di Tub Ramly, Hay Asyir, Nasr City;

g. Pada Minggu (05/07/09), KBRI Cairo kembali mengirimkan nota diplomatik kepada pihak-pihak terkait di Mesir. Selain itu, HOC dan Counsellor Protkons juga melakukan pertemuan dengan pihak Kemlu Mesir untuk menyampaikan nota tersebut by hand dan menyampaikan concern yang mendalam pihak Indonesia terkait dengan penangkapan dan penahanan mahasiswa tersebut;

h. Pada Senin (06/07/09), Dubes RI Cairo didampingi Sek I Protkons melakukan pertemuan dengan Asisten Menteri Luar Negeri Mesir urusan Konsuler di Kemlu Mesir. Dalam pertemuan tersebut Dubes RI kembali menegaskan berbagai concern Indonesia, antara lain keperluan Pemerintah Mesir memberikan klarifikasi kasus tersebut, jaminan keamanan tidak saja bagi korban tetapi juga bagi para mahasiswa Indonesia di Mesir, kelangsungan studi para korban, rehabilitasi korban (fisik, psikis dan nama baik), serta perlunya upaya pencegahan agar kasus serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang. Dalam kaitan ini, Asmenlu Mesir urusan Konsuler menyampaikan rasa keprihatinan atas kasus tersebut dan akan segera mengkoordinasikan penyelesaian kasus dengan pihak-pihak terkait.

3. Dalam kaitan ini, KBRI juga menghimbau kepada masyarakat Indonesia di Mesir untuk:

a. Tidak panik, tetap tenang, namun sekaligus perlu meningkatkan kewaspadaan diri dan lingungan sekitar;

b. Tidak melakukan hal-hal yang melanggar aturan hukum yang berlaku di Mesir termasuk tindakan/ kegiatan yang "berlebihan/ over" yang dapat disalahartikan pihak lain mengingat status dan keberadaan Warga Negara Indonesia di Mesir serta adanya perbedaan situasi dan kondisi antara Indonesia dan Mesir;

c. Selalu membawa identitas yang berlaku, seperti kartu mahasiswa, passpor, dan bukti identitas lainnya;

d. Hotline KBRI Cairo untuk penanganan masalah kekonsuleran: Muhammad Abdullah/ Consellor Protkons (0123935432) dan Thomas A Siregar/ Sek I Protkons (0123947711).

Demikian disampaikan, atas perhatian dan kerjasama seluruh Warga Negara Indonesia di Mesir, diucapkan terima kasih.

Cairo, 7 Juli 2009