PRESS RELEASE: KONDISI FAKTUAL MESIR TERKINI

8/22/2013

 

?

PRESS RELEASE

No: SE.065/VIII/2013/PENSOSBUD

 

KONDISI FAKTUAL MESIR


Perkembangan Kondisi Politik dan Keamanan Dalam Negeri Mesir


1.    Pasca pergantian pemerintahan di Mesir sejak 3 Juli 2013, kondisi politik dan keamanan di Mesir mengalami gejolak yang ditunjukkan dengan sejumlah aksi unjuk rasa baik di Cairo maupun kota-kota lainnya,  khususnya yang dilancarkan oleh massa pendukung Mohamed Morsi. Korban jiwa dari kalangan warga Mesir juga telah berjatuhan akibat aksi-aksi kekerasan yang terjadi, yang mana kondisi ini telah mengundang polemik serta keprihatinan berbagai pihak terhadap gejolak yang terjadi di Mesir saat ini.

 

2.    Sebagai negara yang menganut prinsip non-intervensi terhadap urusan dalam negerai negara asing, Indonesia, di tengah keprihatinan atas kondisi Mesir saat ini, memiliki harapan besar agar Mesir segera dapat mengatasi persoalannya dengan baik. Perlu benar-benar dipahami posisi Pemerintah Mesir yang cukup tegas menolak intervensi asing terkait kondisi Mesir saat ini, dan kiranya rakyat Indonesia yang telah begitu erat hubungannya dengan rakyat Mesir, dapat menghormati dan memaklumi kondisi Mesir saat ini dengan cara menahan diri dan tidak ikut campur urusan dalam negeri Mesir. Hal ini pada gilirannya akan mendukung upaya perlindungan WNI di Mesir sebagai salah satu tugas utama KBRI Cairo.

 

3.    KBRI Cairo secara intensif mengikuti perkembangan politik dan keamanan Mesir dari waktu ke waktu, termasuk perkembangan diberlakukannya state of emergency serta jam malam di Mesir. Terkait kedua kebijakan tersebut, dapat kami jabarkan sbb:

 

            a)    State of Emergency

-       Diberlakukan selama 30 hari terhitung mulai 14 Agustus 2013 di seluruh provinsi di Mesir

-       State of emergency, sebagaimana disampaikan melalui konferensi pers oleh Perdana Menteri (PM) Mesir Hazem El-Beblawi, adalah kebijakan pelarangan digelarnya aksi-aksi unjuk rasa demi pemulihan keamanan.

 

Imbauan KBRI:

 

Agar WNI di Mesir menjauhi pusat-pusat unjuk rasa, serta tidak ikut campur dalam urusan dalam negeri Mesir demi keselamatan WNI.

 

             b)    Curfew (Jam Malam) pukul 7 malam s.d. 6 pagi

 

-       Sejauh ini diberlakukan di 14 provinsi, terhitung mulai tanggal 14 Agustus 2013, yaitu di Cairo, Giza, Alexandria, Suez, Ismailia, Assiut, Sohag, Beni Suef, Minya, Beheira, Sinai Utara, Sinai Selatan, Fayoum and Qena. Khusus untuk wilayah Sharm El Sheikh di Sinai Selatan, sebelumnya juga termasuk ke dalam daftar wilayah diberlakukannya jam malam, namun pada 15 Agustus 2013 telah dicabut, demi menjaga pariwisata Mesir.

 

-       Jam malam berarti bahwa tidak boleh ada warga yang tampak berlalu lalang di luar rumah pada kerangka waktu tersebut, demi keamanan. Hal ini perlu dipahami sebagai bagian dari upaya pemerintah Mesir dalam memulihkan keamanan dalam negeri.

 

Imbauan KBRI:

 

Agar WNI di Mesir TIDAK MELANGGAR ketentuan jam malam tersebut, serta selalu membawa identitas diri jika ingin bepergian ke luar rumah pada waktu-waktu di luar jam malam.

 

4.    KBRI Cairo meminta kerja sama seluruh pihak khususnya di tanah air untuk dapat menyikapi kondisi politik dan keamanan Mesir saat ini secara obyektif, dan dapat menahan diri dari sikap maupun pernyataan yang justru akan membahayakan keamanan WNI di Mesir.

 

5.    Kepada pihak-pihak media di tanah air, KBRI Cairo juga mengajak untuk bekerja sama dengan baik dalam memberitakan kondisi Mesir yang sesungguhnya, tidak sepotong-sepotong, namun secara komprehensif dan berimbang dengan melihat berbagai sisi. Hal ini khususnya untuk menjaga hubungan baik antara pemerintah dan rakyat Indonesia dengan pemerintah dan rakyat Mesir yang telah sekian lama terjalin. Hubungan baik kedua negara ini pada gilirannya menjadi bagian dari elemen perlindungan WNI di Mesir, tidak hanya oleh KBRI Cairo, namun juga oleh Pemerintah Mesir.

 

6.    KBRI Cairo menyayangkan pemberitaan di salah satu media online di Indonesia yang menggambarkan adanya sniper yang diarahkan ke Kantor KBRI Cairo, dengan memuat foto yang SAMA SEKALI BUKAN FOTO DI LOKASI KANTOR PUSAT MAUPUN KONSULER KBRI CAIRO. Perlu kami luruskan bahwa TIDAK ADA sniper yang mengarah kepada Kantor KBRI ataupun tindakan represif tertentu dari pemerintah Mesir yang dilancarkan kepada warga negara Indonesia.

 

7.    KBRI Cairo juga menyayangkan adanya pemuatan foto pasokan sembako dari KBRI Cairo di Kantor Konsuler Nasr City oleh salah satu media online tersebut yang diklaim sebagai posko kemanusiaan yang dibuka oleh salah satu LSM di “Kantor Konsulat Jenderal RI” di Nasr City. Perlu kami sampaikan bahwa KBRI Cairo adalah institusi pemerintah yang bebas dari kepentingan-kepentingan kelompok atau golongan, dan tidak diperkenankan untuk dimanfaatkan bagi kepentingan kelompok tertentu. Posko-posko yang dibuka oleh KBRI Cairo, termasuk Kantor Konsuler Nasr City adalah Posko resmi Pemerintah RI yang bersifat netral dan sama sekali tidak bisa ditunggangi oleh kepentingan pribadi maupun kelompok manapun.

 

8.    KBRI Cairo sekali lagi meminta kerja sama dari seluruh pihak baik WNI di Mesir maupun pihak lainnya di tanah air untuk dapat menyikapi kondisi Mesir saat ini dengan pikiran jernih serta menjauhi sikap provokatif maupun pemberitaan sensasional yang justru dapat berdampak negatif bagi keselamatan WNI di Mesir.

 

9.    KBRI Cairo tidak tinggal diam dalam menangani perlindungan WNI di Mesir dan bekerja selama 24-jam penuh untuk memastikan kondisi WNI dalam keadaan aman dan selamat, serta sigap melakukan langkah-langkah yang diperlukan seiring dengan perkembangan politik dan keamanan dalam negeri Mesir dari waktu ke waktu.

 

Perkembangan Kondisi Ekonomi Dalam Negeri Mesir

 

1.    Pasar induk Mesir di wilayah Obour beroperasi secara normal dengan pengawasan ketat dari apkam untuk menghindari terjadinya tindak kekerasan di pasar induk tersebut. Impor produk bahan pokok tidak terpengaruh situasi keamanan. Menurut Fouad El Khabatim, Kepala Bea Cukai Mesir, tidak ada pengaruh atas gerakan impor produk bahan pokok atas situasi keamanan terakhir pasca pemerintah menetapkan Keadaan Darurat di Mesir per tanggal 14 Agustus 2013 hingga 14 September 2013. Koordinasi secara intensif dilakukan antara pihak Bea Cukai dengan militer dan kepolisian untuk melindungi produk-produk yang datang dari luar mulai dari proses keluar dari pelabuhan hingga ke pergudangan dengan memberi perhatian khusus terhadap produk-produk strategis. Pihak Bea Cukai juga menambah jam kerja dari 8 jam menjadi 12 jam per hari untuk memperlancar pengurusan Bea Cukai dengan disesuaikan dengan kepatuhan terhadap jam malam.

 

2.    Harga sayur mayur dan buah-buahan per tanggal 20 Agustus 2013 juga stabil dan ketersediaan barang tersebut di pasar-pasar, khususnya Cairo, cukup memadai berkat pengamanan aparat dalam mengamankan jalan sehingga para pensuplai barang dari luar Cairo dapat lancar masuk ke Cairo.

 

3.    Kadin Cairo menyebutkan bahwa meskipun terjadi peningkatan aktivitas belanja kebutuhan pangan pokok oleh masyarakat terkait adanya pemberlakuan jam malam, namun ditegaskan tidak ada kekurangan komoditas di Cairo. Pola belanja masyarakat sedikit berubah karena adanya jam malam: kebanyakan dari masyarakat berbelanja beberapa jam sebelum jam malam dan menurun aktivitas belanjanya di jam-jam pagi. Peningkatan konsumsi pangan terjadi karena selama jam malam, masyarakat tinggal di rumah sehingga mereka cenderung meningkat konsumsi makanannya. 

 

4.    Untuk jenis komoditas pangan tertentu seperti daging merah, memang terjadi kenaikan harga sekitar EGP 10 per kg di tingkat konsumen; ayam potong mengalami kenaikan dari EGP 14 menjadi EGP 20, karena pasokan yang kurang dari daerah-daerah ke Cairo. Hal ini dikarenakan gangguan transportasi di mana cukup banyak titik-titik kemacetan lalu-lintas serta masih diberlakukannya jam malam, yang mengakibatkan pasokan yang umumnya dilakukan dua atau tiga kali sehari menjadi hanya satu atau dua hari sekali. 

 

5.    Para importir Mesir meyakinkan bahwa cadangan bahan makanan pokok dalam negeri Mesir sejauh ini aman, karena harga di tingkat global dan lokal umumnya menurun. Harga gula stabil pada kisaran EGP 3.900 per ton (USD 557,14 per ton), sementara harga beras di tingkat pedagang besar bahkan turun dari EGP 2.400 menjadi EGP 2.100 per ton (dari USD 342,86 menjadi USD 300 per ton). Harga kacang juga turun sebesar USD 100 per ton dan jagung menjadi USD 150 per ton.

 

Catatan:

Kenaikan harga di tingkat konsumen umumnya dipicu oleh adanya aksi ambil untung oleh para pedagang, karena pasokan yang kurang sehubungan dengan adanya kekhawatiran keamanan angkutan bahan pangan di jalan raya serta pemberlakuan jam malam. Namun, kenaikan ini juga sebenarnya terjadi semenjak awal Ramadhan dan Idul Fitri, karena meningkatnya pola konsumsi masyarakat Mesir. Menurut Ahmad Sadek, sosiolog dari American University in Cairo,  umumnya konsumsi selama Ramadhan meningkat 3-5 kali lipat dari hari-hari biasa seperti sekarang ini.

 

6.    KBRI Cairo dalam mengantisipasi perkembangan kondisi perekonomian Mesir, sejak Senin, 19 Agustus 2013 lalu telah proaktif memberikan bantuan sembako kepada para WNI baik di Cairo maupun di kota-kota lainnya. KBRI Cairo menegaskan bahwa hal ini murni sebagai wujud tanggung jawab dalam upaya melindungi WNI dan sama sekali tidak mengandung unsur pencitraan sebagaimana yang diisukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

 

Press Release disampaikan dalam memenuhi upaya terus menerus KBRI Cairo dalam meningkatkan perlindungan WNI di Mesir serta untuk meluruskan sejumlah pemberitaan yang cenderung bersifat sensasional, yang dikhawatirkan dapat membentuk opini publik yang kurang tepat. KBRI Cairo akan menyampaikan update dari waktu ke waktu mengikuti perkembangan kondisi Mesir, untuk dapat menjadi bahan perimbangan berita di tanah air.

                                                                                                                            

 

Cairo,  22 Agustus 2013

 

Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Cairo