Pusat Kebudayaan dan Informasi KBRI Kairo

​​​​​

Pusat Kebudayaan dan Informasi (PUSKIN) KBRI Kairo merupakan sebuah lembaga [badan hukum] yang bertujuan mempromosikan budaya dan bahasa Indonesia kepada orang asing. Sejak pertama kali didirikan secara resmi pada tahun 1987, PUSKIN menjalankan berbagai aktivitas, seperti pelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya Indonesia yang lain.  Pada awalnya kegiatan PUSKIN terfokus pada pelajaran bahasa Indonesia dan belum banyak dikenal oleh masyarakat Mesir. Namun demikian, dengan berjalannya waktu PUSKIN semakin mendapat tempat di hati para pemerhati Indonesia dari kalangan masyarakat Mesir. Hal ini setidaknya bisa dilihat dari beraneka ragamnya status para peserta di kelas pelajaran bahasa, dari sisi umur maupun profesinya. 




Penggarapan PUSKIN ke arah yang lebih serius dilakukan semenjak Oktober 2009. Kongkretnya, jika sebelumnya berita mengenai PUSKIN hanya dari mulut ke mulut, semenjak saat itu PUSKIN dipromosikan  melalui iklan di beberapa surat kabar di Mesir. Hasilnya cukup menggembirakan, lebih dari 300 (tiga ratus) orang mendaftar untuk belajar bahasa Indonesia di PUSKIN. Namun karena keterbatasan ruangan kelas, PUSKIN tidak dapat menampung seluruh pendaftar. Untuk itu, dilakukan tes seleksi dan diterima 120 siswa yang dibagi ke dalam 16 kelas dengan jam pengajaran dibagi menjadi dua, yaitu jam 16.30-18.00 dan 18.30-20.00. Di sisi lain, untuk mengimbangi jumlah murid yang semakin banyak, training dan tes bagi para calon guru PUSKIN dilakukan secara lebih baik. Dari 24 (dua puluh empat) peminat yang mendaftar sebagai calon guru pada tahun 2009, PUSKIN merekrut 7 (tujuh) orang yang terbaik untuk menjadi guru PUSKIN menambahi 3 (tiga) guru PUSKIN yang telah ada sehingga saat ini guru PUSKIN berjumlah 10 (sepuluh) guru. Selain itu, sistem belajar mengajar juga diperbaiki. 




Jika sebelumnya tidak ada buku pegangan pasti dan berjenjang, maka sejak 2009 mulai dibentuk tim perumus buku diktat bahasa Indonesia di bawah bimbingan Prof. Dr. Sangidu M. Hum. Tim yang terdiri dari para guru PUSKIN tersebut berhasil mennyelesaikan 5 jilid buku untuk 6 tingkat kursus Bahasa Indonesia. Hingga saat ini PUSKIN masih membuka diri untuk melakukan perbaikan kurikulum sesuai ketentuan yang berlaku dan tuntutan di lapangan sesuai dengan kebutuhan para peserta. Lebih jauh lagi, aktivitas PUSKIN juga tidak hanya terbatas pada belajar bahasa Indonesia, namun juga ditambah dengan pelatihan musik angklung. Tercatat ada sekitar 12 orang murid PUSKIN yang ikut aktif belajar angklung. Mereka juga ikut berpartisipasi dalam penampilan musik angklung bersama dengan mahasiswa Indonesia dalam peringatan 63 tahun hubungan diplomatik Indonesia Mesir. Selain belajar bahasa Indonesia dan musik, PUSKIN juga melakukan berbagai aktivitas lain, seperti nonton film Indonesia. Selain untuk pelatihan pemahaman dan pendengaran mereka terhadap bahasa Indonesia, juga sebagai sarana penyebaran budaya Indonesia. Agenda ini dilakukan setiap dua bulan sekali. Juga ada olah raga bersama, seperti voli dan tenis meja. Bahkan dalam peringatan 17 Agustus 2010 juga dilakukan berbagai aktivitas ke-Indonesiaan, seperti tarik tambang, lomba lari kelereng, lari karung, dan memasukkan jarum ke dalam botol. Selain itu, siswa PUSKIN juga ikut aktif dalam berbagai aktivitas yang diselenggarakan oleh KBRI Kairo. 




Pada tahun 2011, aktivitas PUSKIN semakin meningkat.  Selain berbagai aktivitas di atas, juga ditambah dengan pelatihan memasak, tour bersama, pelatihan silat dan mengadakan berbagai seminar untuk para siswa Ke depan, selain melestarikan berbagai aktivitas yang sudah ada, juga akan dikembangkan berbagai pelatihan lain yang kiranya semakin mengenalkan budaya Indonesia dan menguatkan hubungan kebangsaan antara rakyat Mesir dan rakyat Indonesia. 

http://indomesir.com/id/sejarah-singkat-pusat-kebudayaan-indonesia-di-kairo/