Sejarah Hubungan Indonesia Mesir

egypt_map.jpg


  PROFIL NEGARA

I.          DATA UTAMA REPUBLIK ARAB MESIR

Nama Negara

Republik Arab Mesir

(Jumhuriyat Misr al-Arabiyah/Arab Republic of Egypt)

Bentuk PemerintahanRepublik
Hari Nasional23 Juli (Hari Revolusi)
Ibu KotaCairo
Luas Wilayah1.001.450 km2  
Kepala Negara

Presiden Abdel Fattah Al Sisi

(terpilih sejak 8 Juni 2014)

Kepala  Pemerintahan/ Perdana MenteriH.E. Sherif Ismail (diangkat oleh Presiden Al Sisi sejak 12 September 2015)
Menteri Luar NegeriH.E. Sameh Hassan Shoukry (17 Juni 2014)
Etnis / SukuMayoritas Mesir, terdapat juga Berber, Nubian, Bedouin, Beja, Yunani, Armenia dan Eropa lainnya
Agama 90% Islam (mayoritas Sunni), 9% Koptik / Kristen Orthodox, 1% Kristen
Jumlah Penduduk92,464 juta jiwa (CAPMAS, 12 Februari 2017)
GDP (harga berjalan)US$ 330,8 Miliar (Bank Dunia, 2015)
GDP Perkapita (harga berjalan)US$ 3,615 (Bank Dunia, 2015)
Pertumbuhan GDP4.2% (Bank Dunia, 2015)
Inflasi10.4% (Bank Dunia, 2015)
Industri Unggulan MesirPariwisata
Negara Tujuan Ekspor Utama (Mei 2016)UAE (11,69%), Saudi Arabia (9,28%), Italia (7,78%), Turki (5,87%), Inggris (5,15%), Amerika Serikat (4,99%), China (2,90%), India (2,78%), Sudan (2,72%), Jerman (2,70%), Perancis (2,69%), Yordan (2,58%), Spanyol (2,49%), Libya (2,41%),  Swiss (2,37%), Aljazair (2,29%), Rusia (2,22%), Lebanon (2,21%), Kuwait (1,72%), Indonesia (0,31%)

Negara Asal Impor Utama

(Mei 2016)

RRT (13,96%), Jerman (9,07%), Turki (5,76%),  Amerika Serikat (5,36%), Saudi Arabia (5,32%), Spanyol (4,88%), Italia (4,14%), Rusia (4,07%),  Ukraina (3,87%), India (3,25%), Brazil (2,88%), Korea Selatan (2,82%), Perancis (2,57%), Jepang (2,25%), Argentina (2,10%), Qatar (1,87%), Indonesia (1,55%)

 

 

II.         HUBUNGAN BILATERAL RI – REPUBLIK ARAB MESIR

 

Hubungan Diplomatik10 Juni 1947

Duta Besar

Mesir untuk Indonesia

H.E. Mr. Ahmed Amr Ahmed Moawad (Credentials 4 Oktober 2016)  
Duta Besar RI untuk MesirH.E. Helmy Fauzy (dilantik Presiden RI pada 25 Februari 2016, menyerahkan credentials kepada Presiden Sisi pada 23 Mei 2016)

Volume Perdagangan

(Kemendag RI)

2016                     : USD 1,232 miliar

2015                     : USD 1,205 miliar

2014                     : USD 1,4 miliar

2013                     : USD 1,2 miliar

Ekspor RI ke Mesir

(Kemendag RI)

2016                     : USD 895 juta

2015                     : USD 1,2 miliar

2014                     : USD 1,3 miliar

2013                     : USD 1,1 miliar

Impor RI dari Mesir

(Kemendag RI)

2016                     : USD 336 juta

2015                     : USD 199 juta

2014                     : USD 145 Juta

2013                     : USD 126 Juta

Ekspor utama RI ke MesirPalm Oil (90% dari impor; pangsa pasar palm oil Indonesia adalah 14,69% vs Malaysia 7,97%), produk ban, benang, kopi, refrigerator, aki mobil ,perabot kantor, kayu & rotan (indoor & outdoor), produk kertas, kertas tisu toilet, produk perawatan bayi, perawatan kulit, sabun kecantikan, sampo, pasta gigi, kosmetik herbal, bahan makanan, barang pecah belah, plastik, kerajinan tangan, kendaraan roda empat, produk kelapa, palm kernel, dan produk perikanan
Impor utama RI dari MesirKalsium  & aluminium fosfat, kapur alami & kapur fosfat, kurma, buah ara, nanas, mangga, alpukat, jambu biji, ekstraksi atau pemurnian gula, kentang, bit-pulp, ampas tebu dan pembuatan bir atau penyulingan ampas dan limbah, buah jeruk segar atau kering, aspal, mineral atau pupuk kimia, biji adas manis, adas, ketumbar, jinten, kapas, karpet, produk tekstil, karbon aktif; produk mineral alam, konsentrat kopi dan teh

Wisatawan Mesir ke Indonesia

(Januari – November 2016)

13.156

(naik 39,25% dari periode yang sama tahun 2015 yaitu 10.445 orang wisatawan Mesir ke Indonesia)

Wisatawan Indonesia ke Mesir n/a

Investasi Mesir di RI

(BKPM, Q2 2015)

US$ 3,6  juta

(Wholesale, Distributor ekspor-impor)

Investasi RI di Mesir

(BKPM, 2015)

EGP 585 juta (sekitar US$ 70 juta)

(PT. Kedaung dan PT. Indorama, Sawata Egypt/Indomie)

  

 

 

III.        PERKEMBANGAN DALAM NEGERI REPUBLIK ARAB MESIR


POLITIK

  • Kebijakan Polugri Mesir

1.      Dalam wawancara eksklusif dengan tiga surat kabar milik Pemerintah Mesir pada 21 Agustus 2016, Presiden Sisi memaparkan kebijakan polugri yang sedang dijalankan Mesir saat ini. Menurut Presiden Sisi, setidaknya terdapat 4 prinsip yang menjadi dasar Mesir menjalin hubungan dengan negara luar; Partnership (bukan ketergantungan), Konstan dan tidak berubah-ubah, Terbuka dan seimbang, dan Saling menghormati.

2.      Wawancara tersebut merupakan kali pertama Presiden Sisi secara spesifik menjelaskan mengenai kebijakan polugri Mesir. Pemerintahan Mesir sangat konsisten akan posisinya terhadap berbagai isu khususnya pada isu Suriah, Libya dan Yaman. Mesir merupakan salah satu dari negara Arab yang konsisten menerapkan prinsip non interfence terhadap urusan dalam negeri negara lain.

3.      Di tengah-tengah kondisi ekonomi dalam negeri Mesir yang berada dalam tekanan hebat akibat inflasi dan melemahnya nilai tukar mata uang Mesir (EGP), Mesir mampu menunjukkan sentralitas peranannya di Kawasan Timur Tengah dan secara pro aktif terus berupaya menjaga keseimbangan kawasan.

 

EKONOMI

4.      Setelah Presiden Abdel Fattah Al Sisi menjabat sejak tanggal 8 Juni 2014, Pemerintahannya dihadapkan pada berbagai tantangan ekonomi yang diwariskan oleh pemerintahan-pemerintahan Mesir sebelumnya. Untuk mengatasi berbagai macam persoalan tersebut, Pemerintah Mesir segera melakukan berbagai inovasi antara lain penyelenggaraan Egypt Economic Development Conference (EEDC) pada Maret 2015 untuk meyakinkan dunia terhadap perkembangan positif ekonomi Mesir, pembukaan Terusan Suez baru yang diharapkan dapat melipatgandakan penghasilan Terusan Suez menjadi USD 13 miliar per tahun, serta membangun tambahan pembangkit tenaga listrik untuk menanggulangi krisis listrik yang dialami Mesir pada beberapa tahun terakhir.

5.      Secara umum gambaran perekonomi Mesir saat ini; Mesir saat ini mengalami periode yang sulit (krisis ekonomi) dengan tingkat inflasi yang mencapai 25% pada Desember 2016 yang terjadi setelah Bank Central Mesir melakukan pengambangan nilai mata uang Pound Mesir terhadap US dolar pada November 2016.Beberapa indikator lain yang menunjukkan krisis ekonomi di Mesir antara lain, harga barang-barang kebutuhan pokok yang terus meningkat; hutang luar negeri Pemerintah Mesir yang mencapai USD 55 Milyar dan hutang dalam negeri mencapai EGP 2,496 Trilyun pada kuarter ketiga tahun 2016, dengan prosentase nilai hutang terhadap PDB mencapai 97,1%; cadangan devisa terus menurun dari USD 36 miliar pada Desember 2010 (sebelum pecahnya Revolusi 2011), menjadi USD 23,0582 miliar pada  Desember 2016; Mesir merupakan negara net importir dengan rata-rata defisit neraca perdagangan per tahun mencapai USD 33 milyar pada 5 tahun terakhir; tingkat kemiskinan mengalami kenaikan menjadi sebesar 27,8% pada tahun fiskal 2015/2016 dimana pada periode-periode sebelumnya berkisar di antara 24-26%.

6.      Pertumbuhan ekonomi Mesir pada 9 bulan pertama tahun fiskal 2015/2016hanya sebesar 4,3%.Nilai ini tidak berbeda dengan periode yang sama pada tahun fiskal 2014/2015. Meski mengalami kenaikan dua kali lipat dibanding tahun fiskal 2011-2014, namun pertumbuhan ekonomi Mesir dinilai masih berada di bawah potensi. Kondisi ini semakin diperburuk dengan beberapa faktor a.l. jatuhnya nilai mata uang pound Mesir, lambannya pertumbuhan ekonomi negara-negara Benua Eropa sebagai mitra dagang utama Mesir, serta semakin menurunnya harga minyak internasional yang memberikan dampak negatif kepada negara-negara di kawasan Teluk sebagai sumber utama pemberi bantuan. Sementara itu, beberapa sektor kunci ekonomi seperti sektor migas dan pariwisata juga terus mencatat pertumbuhan negatif.

7.      Di sisi lain, kondisi sosial Mesir juga dinilai masih cukup memprihatinkan, dimana tingkat pengangguran pada semester kedua tahun fiskal 2015/2016 mencapai 12,5%. Selain itu, tingkat inflasi pada Agustus 2016 mencapai 15,5%, menjadikannya yang tertinggi dalam kurun waktu 7 tahun terakhir. Kondisi tersebut dapat berdampak kepada naiknya tingkat kemiskinan di Mesir akibat kenaikan harga barang-barang impor yang tidak dapat terhindarkan.

8.      Menindaklanjuti lambatnya pelaksanaan reformasi fiskal yang dinilai sangat penting, pemerintah Mesir memutuskan untuk melanjutkan rencana konsolidasi fiskal. Pada tahun fiskal 2015/2016, defisit fiskal meningkat menjadi sekitar 12% dari PDB dimana pada tahun fiskal 2014/2015 hanya 11,5 persen dari PDB. Program reformasi subsidi energi yang diumumkan pada awal tahun fiskal 2015/2016 hanya sebagian terlaksana. Adapun program reformasi fiskal utama yang diperkirakan terlaksana pada tahun fiskal 2016/2017 a.l. kenaikkan tarif listrik sebesar 35% untuk keperluan rumah tangga dan industri pada awal Agustus 2016, serta pemberlakuan PPN yang telah disetujui pada akhir Agustus 2016. Selain itu, pemerintah juga berupaya untuk meningkatkan pendapatan pajak dengan melakukan optimalisasi pengumpulan pajak.

9.      Meski mengalami banyak tantangan dalam perekonomian domestik, namun Mesir tetap memiliki potensi ekonomi yang besar mengingat posisi strategisnya sebagai penghubung dan memiliki berbagai kerja sama perdagangan bebas antara berbagai kawasan di Timur Tengah, Afrika serta Eropa, terutama dengan pembukaan Terusan Suez yang baru. Selain itu, Mesir juga terus mendapat dukungan penuh dari negara-negara GCC (Kecuali Qatar) dari segi finansial dan pasokan energi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

10.  Mesir adalah kawasan yang sangat strategis dalam bidang perdagangan, dan merupakan salah satu anggota COMESA (negara-negara di kawasan Afrika Timur dan Selatan), AGHADIR (negara-negara Arab kawasan Mediterania) dan memiliki banyak perjanjian perdagangan dengan negara-negara sekitarnya seperti GAFTA (Greater Arab FTA), FTA dengan Turki, FTA dengan EFTA (Islandia, Lichtenstein, Norwegia dan Swiss), Qualifying Industrial Zone (QIZ) dengan Amerika Serikat, serta Egypt-EU Partnership sehingga menjadi pusat pintu masuk barang dan tempat yang paling berpengaruh bagi perdagangan di Timur Tengah.

 

​SOSIAL BUDAYA

 

Media

11.  Pada tahun 2015, diperkirakan sekitar 36% penduduk Mesir mengakses internet secara reguler dan sekitar 70% memiliki akses telepon seluler. Media sosial seperti Facebook dan Twitter memiliki peran penting dalam penyebaran berita dan informasi.Sekitar 28 juta penduduk Mesir merupakan pengguna Facebook, yang jika dipersentasekan sekitar 30% dari seluruh pengguna Facebook di dunia Arab.

Seni dan Budaya

12.  Mesir dikenal sebagai negara yang memiliki sejumlah bangunan dan ribuan artefak dari era Mesir Kuno, Kristen, Islam hingga masa modern.Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Mesir dalam rangka melindungi dan menjaga serta mengembangkan peninggalan sejarah tersebut sehingga tetap menjadi daya tarik bagi para wisatawan.Pembangunan Grand Egyptian Museum di kawasan Giza dan Museum Malawi di Provinsi Menya terus dilakukan.

13.  Di bidang perfilman, Mesir juga menyelenggarakan Cairo International Film Festival (CIFF), di mana tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ke-38 dan memutar k.l. 200 film dari berbagai negara. Selain itu, Mesir juga menyelenggarakan Festival Film Internasional Perempuan, yang pada tahun 2016 sudah yang ke-9 kalinya, di mana diputar 60 film dari 40 negara.

Sosial Kemasyarakatan

14.  Di bidang Lembaga Swadaya Masyarakat, dua pertiga anggota parlemen Mesir menyetujui RUU yang mengatur jalannya LSM (NGO) di Mesir. RUU yang terdiri atas 89 pasal tersebut dirancang oleh komisi solidaritas sosial parlemen, yang akan memberikan waktu 1 (satu) tahun bagi LSM yang telah berjalan untuk menyesuaikan kondisi hukum mereka. Aturan hukum yang telah ditinjau oleh Dewan Negara dari sisi hukum dan konstitusionalnya ini juga mengamanatkan bahwa presiden akan diberikan hak eksklusif untuk menunjuk Sekretaris Jenderal National Foreign NGOs Regulation Apparatus (NFNRA) yang akan mengatur beroperasinya LSM asing di Mesir, serta mengawasi sumber pendanaan dari luar mereka.

 

IV.       HUBUNGAN BILATERAL RI-MESIR


Politik

15.  Mesir merupakan negara Arab pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia pada tahun 1946. Kedua negara membuka hubungan diplomatik yang ditandai dengan penandatanganan The Treaty of Friendship and Cordiality pada tanggal 10 Juni 1947 yang kemudian dilanjutkan dengan pembukaan Perwakilan RI di Kairo pada tahun 1949.

16.  Ketika Indonesia menghadapi masalah Timor Timur, Mesir yang sebelumnya selalu abstain, sejak tahun 1977 selalu mendukung posisi Indonesia dalam Sidang Majelis Umum PBB. Selain itu, Indonesia dan Mesir saling memberikan dukungan berdasarkan prinsip resiprositas dalam pencalonan untuk menjadi anggota atau menduduki jabatan dalam organisasi-organisasi internasional.

17.  Mengenai proses perdamaian di Timur Tengah, pada prinsipnya Indonesia memiliki posisi yang sama dengan Mesir tentang perlunya penyelesaian konflik Arab-Israel pada tiga jalur yang ada (Palestina-Israel, Lebanon-Israel dan Suriah-Israel) sesuai dengan resolusi-resolusi PBB yang relevan dan kesepakatan-kesepakatan yang pernah dicapai oleh pihak-pihak yang bertikai.


Ekonomi

18.  Hubungan bilateral bidang ekonomi antara Indonesia-Mesir mengalami peningkatan yang signifikan, baik dari peningkatan kuantitas pertemuan atau hubungan bilateral dalam kerangka kerjasama ekonomi multilateral seperti G-15, D-8 dan Organisasi Kerja sama Islam (OKI) maupun dari adanya peningkatan volume dan nilai perdagangan secara bilateral.

19.  Sebagaimana dimaklumi, Mesir merupakan salah satu mitra dagang non-tradisional yang penting bagi Indonesia. Mesir adalah mitra eskpor nomor 26 bagi Indonesia. Pada tahun 2015 volume perdagangan RI Mesir mencapai USD 1,44 miliar. Total volume perdagangan Indonesia-Mesir pada periode Januari-Oktober 2016, tercatat sebesar USD 1,232 miliar, naik sebesar 2,25% dibanding dengan periode yang sama tahun 2015 yang tercatat sebesar USD 1,205 miliar. Adapun volume ekspor Indonesia ke Mesir pada periode Januari-Oktober 2016 tercatat sebesar USD 895 juta, terdapat selisih sebesar  10,92 % dari periode yang sama tahun 2015 yang tercatat sebesar USD 1 miliar. Sementara impor Indonesia dari Mesir pada periode Januari-Oktober 2016 sebesar USD 336 juta, naik 68,44% dibanding periode yang sama tahun 2015 yang tercatat sebesar USD 199 juta.

20.  Ekspor utama Indonesia ke Mesir adalah kelapa sawit & turunannya, ban, karet, benang filamen sintetis, kopi, lemari es, freezer, benang filamen buatan, kertas, lemak hewani atau sayuran, minyak & sejenisnya, sabun, papan fiber dari kayu, plywood, panel veneer dan kayu laminasi,  mobil, bubur kayu semi-kimia. Dalam dua tahun terakhir, upaya diversifikasi telah berhasil menambah jenis komoditi ekspor Indonesia ke Mesir dengan masuknya alloy wheel, aki mobil, perabot kantor, kayu & rotan furniture (indoor & outdoor), produk kertas, kertas tisu toilet, produk perawatan bayi, perawatan kulit, sabun kecantikan, sampo, pasta gigi, kosmetik herbal, bahan makanan, barang pecah belah, barang plastik, garam, dan kerajinan.

21.  Sedangkan impor utama Indonesia dari Mesir adalah kalsium & aluminium fosfat, kapur alami & kapur fosfat, kurma, buah ara, nanas, mangga, alpukat, jambu biji, ekstraksi atau pemurnian gula, kentang, bit-pulp, ampas tebu, buah jeruk segar atau kering, aspal, mineral atau pupuk kimia, biji adas manis, adas, ketumbar, jinten, kapas, karpet, produk tekstil, karbon aktif; produk mineral alam, konsentrat kopi dan teh.

22.  Adapun neraca perdagangan Indonesia-Mesir untuk periode 2011-2016 adalah sebagai berikut:

(Value : Thousand US$) ​ ​ ​ ​ ​ ​ ​ ​ ​
Description20112012201320142015Trend (%) 2011-2015Jan-OctChange(%) 2016/2015
20152016
TOTAL TRADE1,588,542.001,236,622.901,228,656.401,486,936.101,441,000.80-0.111,205,136.901,232,205.202.25
OIL & GAS45.4155.230159,162.000130,563.30257,522.8097.24
NON OIL & GAS1,588,496.601,236,467.701,228,653.401,486,936.101,281,838.90-2.421,074,573.50974,682.40-9.3
EXPORT1,397,514.801,013,770.101,101,772.801,341,002.201,197,912.50-0.281,005,159.00895,353.00-10.92
OIL & GAS1.931.70026,229.30026,228.901.6-99.99
NON OIL & GAS1,397,512.801,013,738.401,101,772.801,341,002.201,171,683.20-0.72978,930.10895,351.40-8.54
IMPORT191,027.30222,852.80126,883.50145,933.90243,088.300.59199,977.90336,852.2068.44
OIL & GAS43.5123.630132,932.700104,334.40257,521.20146.82
NON OIL & GAS190,983.80222,729.30126,880.60145,933.90110,155.60-14.1395,643.5079,331.00-17.06
BALANCE OF TRADE1,206,487.50790,917.20974,889.301,195,068.30954,824.10-0.55805,181.10558,500.80-30.64
OIL & GAS-41.6-91.9-30-106,703.400-78,105.40-257,519.50-229.71
NON OIL & GAS1,206,529.10791,009.10974,892.301,195,068.301,061,527.601.58883,286.60816,020.30-7.62
Source: BPS, Processed by Trade Data and Information Center, Ministry of Trade ​ ​ ​ ​ ​ ​ ​ ​ ​

 

23.  Di bidang investasi, selain menarik investasi asing, Indonesia juga tengah berupaya mencari basis baru untuk ekspansi pabrik-pabrik dan teknologi. Di Mesir, terdapat beberapa proyek investasi yang saat ini beroperasi. Di antaranya adalah Salim Wazaran Abu Alata yang memproduksi mie instan Indomie, Pyramid Glass, produser glasswares, dan Young Industry Egypt, produsen meja kursi. Selain itu terdapat dua perusahaan trading Indonesia di Mesir, yaitu Transworld dan Ideal Innovation. Jumlah total investasi Indonesia di Mesir adalah sekitar USD 50 juta. Selain itu terdapat dua perusahaan Indonesia yang saat ini tengah menjajaki peluang perluasan usaha di Mesir melalui pendirian pabrik yaitu PT Multistrada Arah Sarana yang bergerak di bidang produksi ban kendaraan dan PT Kaldu Sari Nabati yang bergerak di bidang produksi makanan (wafer).

24.  Sebaliknya, dari 14 perusahaan Mesir yang beroperasi di Indonesia, kami menemukan bahwa investasi mereka secara keseluruhan selama lima tahun terakhir hanya mencapai USD 3,1 juta atau 0,02% dari total USD 131 miliar FDI sejak tahun 2010. Meskipun kecil dalam hal volume FDI, namun banyaknya jumlah proyek tersebut menjelaskan bahwa semakin banyak orang Mesir menargetkan Indonesia sebagai negara tujuan investasi mereka.

 


Sosial Budaya

25.  Hubungan kerja sama bilateral Indonesia dan Mesir di bidang penerangan merujuk pada Protokol Kerja Sama Bidang Penerangan antara Departemen Penerangan Indonesia dan Kementerian Penerangan Mesir tahun 1984 dan Protokol Kerja Sama Bidang Informasi antara kedua negara yang ditandatangani pada 2003. Di bidang penerangan, kesepakatan antara kantor berita ANTARA dan Middle East News Agency (MENA) melalui Persetujuan LKBN ANTARA-MENA yang ditandatangani di Cairo, 12 Oktober 1977, terus dilakukan di antaranya melalui penempatan koresponden berita di masing - masing negara. Penempatan koresponden ANTARA di Mesir sempat terhenti selama beberapa tahun dan kembali dibuka pada bulan Desember 2010.Sebelum itu, pada Agustus 2010 MENA menempatkan korespondennya di Jakarta.

26.  Pemberitaan media massa setempat mengenai Indonesia cukup banyak jika dibandingkan dengan negara- negara Asia Tenggara lainnya. Berbagai perkembangan Indonesia, seperti pemilu, bencana alam, aktivitas politik luar negeri Indonesia, serta beragam kegiatan perwakilan mendapat liputan luas dari berbagai media Mesir.Begitu pula beberapa media masa Indonesia.Dari hasil kunjungan ke Mesir, media Indonesia melakukan pengambilan gambar pariwisata Mesir dan sekaligus meliput berbagai kegiatan KBRI Cairo. Dalam kaitan ini, Pemerintah Mesir melalui Press Center secara konstruktif mendukung upaya peningkatan berita mengenai Mesir di Indonesia dengan diberikannya izin bagi jurnalis Indonesia, a.l. dari detik.com, Republika, TVOne, ANTV, Metro TV, Global TV, dan berbagai media lainnya untuk meliput di Mesir dari waktu ke waktu, termasuk pembuatan Film Ketika Cinta Bertasbih (KCB).

27.  Di bidang pendidikan, Pemerintah Mesir melalui Universitas Al-Azhar setiap tahun memberikan tawaran beasiswa kepada pelajar Indonesia untuk melanjutkan studi di Universitas Al-Azhar Cairo. Pemberian beasiswa tersebut dilakukan sejak tahun 60-an. Di samping itu, the Egyptian International Center for Agriculture (EICA) telah mengalokasikan 5 beasiswa bagi pemerintah Indonesia.​


 

---oo0oo---