eid ul fitr celebration in Indonesian Embassy in Egypt

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Duta Besar RI A.M. Fachir dan keluarga besar KBRI Cairo serta masyarakat Indonesia KBRI Cairo pada hari Minggu, 20 September 2009 telah menyelenggarakan Sholat Idul Fitri di Masjid As Salam, Nasr City, Cairo, yang merupakan salah satu wilayah tempat tinggal terbanyak mahasiswa Indonesia di Cairo.

 

Bertindak sebagai khatib adalah Ustad Syaiful Bakhri, MA, seorang mahasiswa Indonesia program S3 di Universitas al Azhar Mesir. Dalam khutbahnya, khatib menjelaskan esensi Idul Fitri sebagai "hari kemenangan umat Islam". Menurutnya, bulan Ramadhan adalah "bulan ujian" yang menempa setiap muslim untuk menjadi orang yang lebih bemanfaat dan bertaqwa, sehingga diharapkan setelah selesainya Ramadhan, spirit tersebut masih terus terpatri dalam kehidupan seorang muslim.

 

Ditambahkannya bahwa bahwa Ramadhan secara esensi bukanlah "bulan kemalasan" tetapi "bulan rahmat", terbukti dari berbagai peristiwa penting yang terjadi di bulan Ramadhan, termasuk proklamasi kemerdekaan Indonesia. Dalam bagian lain khutbahnya, para mahasiswa Indonesia diingatkan juga untuk selalu melakukan refleksi dan perbaikan mentalitas positif, termasuk misalnya mentalitas untuk menghargai waktu, saling memperkuat persatuan dan belajar dengan tekun.

 

Selain itu pada saat ini, dimana masih banyak terjadi Islamophobia, diharapkan umat Islam dapat menunjukkan esensi ajaran agama Islam yang mulia yang rahmatan lil ‘alamiin. Setelah selesainya sholat Idul Fitri, acara dilanjutkan dengan silaturahmi dan halal bi halal bersalaman mengucapkan "minal aidzin wal faidzin" antara Dubes RI Cairo, A.M. Fachir beserta staff KBRI dengan seluruh jamaah warga negara Indonesia yang mencapai sekitar 2,000 orang.

 

Guna memberi essensi hari raya Idul Fitri dan melepas kerinduan pada tanah air, Dubes A.M Fachir pada siang harinya mengundang masyarakat Indonesia dalam kegiatan "Open House", Bagi masyarakat Indonesia, acara ini cukup bermakna sebagai sarana untuk saling bertemu dan silaturahmi dengan WNI lainnya. Acara berlangsung meriah dan penuh dengan kehangatan dan telah diikuti oleh lebih dari 1,000 masyarakat Indonesia dari kalangan ekspatriat, mahasiswa Indonesia, termasuk anak-anak WNI lainnya. Suasana kekeluargaan dan ke-Indonesiaan terasa hangat, ditengah kenyataan banyaknya anak-anak WNI di Mesir yang belum begitu mengenal Indonesia dikarenakan kebanyakan diantara mereka lahir dan besar di Mesir.

 

Dalam pesannya, Dubes Fachir menyampaikan ucapan selamat idul fitri dan mengharapkan dukungan dan kerjasama seluruh pihak untuk terus memajukan Indonesia di Mesir, termasuk memajukan kualitas pendidikan mahasiswa Indonesia di Mesir. Sebelumnya, dalam rangka mengisi kegiatan pada bulan suci Ramadhan, KBRI Cairo juga telah menyelenggarakan berbagai kegiatan Ramadhan yang umumnya dipusatkan di Masjid Indonesia Cairo. Berbagai kegiatan tersebut antara lain: shalat tarawih berjamaah, buka puasa dan ta’jilan setelah tarawih, tadarus Qur’an, dan berbagai lomba Ramadhan khususnya untuk anak-anak Indonesia. Untuk penyelenggaraan sholat tarawih, para imam dan khatib tarawih adalah para mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Universitas Al Azhar. Untuk lebih menyemarakkan pelaksanaan shalat tarawih, setiap harinya KBRI Cairo juga memfasilitasi transportasi jemputan bagi para mahasiswa Indonesia yang tinggal di wilayah Nasr City sekitar 30 km di luar Cairo. Pelaksanaan tarawih di Masjid Indonesia Cairo bersifat terbuka sehingga terdapat pula jamaah WN Mesir yang turut sholat berjamaah.

 

Banyak diantara mereka menyatakan, keindahan lafal pengucapan ayat-ayat Al Qur’an dari imam sholat,-yang adalah mahasiswa Indonesia-, memberikan tambahan kekhusyu’an pelaksanaan ibadah tarawih. Selain itu, beberapa diantara mereka juga cukup terkesan dengan hidangan ta’jil setelah tarawih yang disediakan oleh staff KBRI Cairo serta masyarakat Indonesia lainnya. Selain itu, sebagai upaya promosi budaya Indonesia di Mesir, KBRI Cairo pada 6 September 2009 telah menyelenggarakan "Ramadhan Lifestyle in Indonesia" di gedung kesenian paling bergengsi di Mesir, Cairo Opera House. Acara tersebut juga berupaya menampilkan adanya proses skulturasi dan assimilasi budaya Indonesia dengan nilai-nilai luhur Islam yang terpancar dalam 5 (lima) kesenian/ budaya Indonesia, antara lain: marawis, tari Melayu, tari Saman, Angklung dan kesenian nasyid Dai Nada. Penampilan kesenian tersebut telah mendapatkan presiasi yang cukup tinggi dari 350 penonton yang memadati Small Hall Cairo Opera House. Dalam kesempatan itu, Dubes A.M. Fachir juga secara resmi membuka penerimaan kelas kursus bahasa Indonesia untuk lebih dari 120 orang dari 250 orang yang mendaftar. Cairo, 19 September 2009