Pendaftaran Dwi-Kewarganegaraan Terbatas

11/13/2009

 

UNDANG-UNDANG NOMOR 12 TAHUN 2006
TENTANG KEWARGANEGARAAN


A) Berdasarkan UU 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan maka Kewarganegaraan anak – anak hasil perkawinan antara Warga Negara Indonesia dengan Warga Negara Asing adalah Indonesia.


B) Dalam hal status Kewarganegaraan Indonesia tersebut berakibat anak-anak tersebut berkewarganegaraan ganda maka  setelah berusia 18 (delapan belas) tahun atau sudah kawin anak tersebut harus menyatakan memilih salah satu kewarganegaraannya.


C) Dwi Kewarganegaraan dalam UU 12 Tahun 2006 hanya berlaku untuk anak-anak hasil perkawinan campur antara WNA dan WNI yang berusia di bawah 18 tahun.


D) UU 12 Tahun 2006 ini diundangkan tanggal 1 Agustus 2006 sehingga bagi anak-anak yang lahir setelah tanggal 1 Agustus 2006 maka Kewarganegaraan Indonesia dapat diperoleh secara langsung tanpa melalui SK Menteri Hukum dan HAM RI.


E) Bagi anak-anak yang lahir sebelum tanggal 1 Agustus 2006 permohonan Kewarganegaraan Indonesia harus diajukan kepada kepada Menteri Hukum dan HAM RI melalui KBRI Brussel dengan melampirkan syarat-syarat sebagai berikut:


  • Fotokopi kutipan akte kelahiran anak beserta terjemahannya yang disahkan oleh pejabat yang berwenang atau Perwakilan Republik Indonesia (kutipan akte asli harus ditunjukan kepada petugas Protokol Konsuler KBRI Brussel);
  • Surat pernyataan dari orang tua atau wali bahwa anak belum kawin;
  • Fotokopi kartu tanda penduduk atau paspor orang tua anak yang masih berlaku yang disahkan oleh pejabat yang berwenang atau Perwakilan Republik Indonesia  (dokumen asli harus ditunjukan kepada petugas Protokol Konsuler KBRI Brussel);
  • Pas foto anak terbaru berwarna ukuran 4×6 cm sebanyak 8 (delapan) lembar;
  • Fotokopi paspor negara lain atas nama anak yang bersangkutan (dokumen asli harus ditunjukan kepada petugas Protokol Konsuler KBRI Brussel);
  • Fotokopi kutipan akte perkawinan/ buku nikah atau kutipan akte perceraian/ surat talak/ perceraian atau keterangan/ kutipan akte kematian salah seorang dari orang tua anak beserta terjemahannya dan disahkan oleh pejabat yang berwenang atau Perwakilan Republik Indonesia (dokumen asli harus ditunjukan kepada petugas Protokol Konsuler KBRI Brussel);
  • Fotokopi kutipan akte pengakuan atau penetapan pengadilan tentang pengangkatan anak beserta terjemahannya yang disahkan oleh pejabat yang berwenang atau Perwakilan Republik Indonesia (dokumen asli harus ditunjukan kepada petugas Protokol Konsuler KBRI Brussel).

 

Kewarganegaraan Indonesia Secara Langsung

Bagi anak-anak hasil perkawinan campur yang lahir setelah tanggal 1 Agustus 2006 maka Kewarganegaraan Indonesia dapat diperoleh secara langsung  di KBRI Brussel, Avenue de Tervuren 294, 1150, Woluwe Saint Pierre, dengan membawa persyaratan sebagai berikut :

  1. Fotokopi akte kelahiran anak beserta terjemahannya (akte asli harus dibawa dan ditunjukan kepada petugas Protokol Konsuler KBRI Brussel);
  2. Surat pernyataan dari orang tua atau wali bahwa anak belum kawin;
  3. Fotokopi kartu tanda penduduk atau paspor orang tua anak yang masih berlaku  (dokumen asli harus dibawa dan ditunjukan kepada petugas Protokol Konsuler KBRI Brussel);
  4. pas foto anak terbaru berwarna ukuran 4×6 cm sebanyak 8 (delapan) lembar;
  5. Fotokopi paspor negara lain atas nama anak yang bersangkutan (dokumen asli harus dibawa dan ditunjukan kepada petugas Protokol Konsuler KBRI Brussel);
  6. Fotokopi akte perkawinan/ buku nikah atau kutipan akte perceraian/ surat talak/ perceraian atau keterangan/ kutipan akte kematian salah seorang dari orang tua anak bagi anak yang lahir dari perkawinan yang sah  beserta terjemahannya (dokumen asli harus dibawa dan ditunjukan kepada petugas Protokol Konsuler KBRI Brussel);
  7. Fotokopi akte pengakuan atau penetapan pengadilan tentang pengangkatan anak yang disahkan oleh pejabat yang berwenang atau Perwakilan Republik Indonesia bagi anak yang diakui atau yang diangkat  beserta terjemahannya (dokumen asli harus ditunjukan kepada petugas Protokol Konsuler KBRI Brussel).