Tahun 2010 Era Baru Kerjasama RI-UE

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

“Diberlakukannya Traktat Lisabon serta ditandatanganinya payung kerjasama Indonesia-Uni Eropa dalam kerjasama Partnership Cooperation Agreement (PCA) RI-UE oleh Menteri Luar Negeri RI, Marty Natalegawa dan Menlu Swedia, Carl Bildt selaku Presidensi UE di Jakarta (9/11/09) dan Pertemuan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dengan Presiden Komisi Eropa, Jose Manuel Barosso di Brussel (14/12/09) merupakan tonggak baru hubungan Indonesia – Uni Eropa”, demikian satu kalimat pembuka laporan akhir tahun, kaleidoskop capaian kegiatan KBRI Brussel di Belgia hingga bulan Desember 2009 yang disampaikan Duta Besar RI untuk Belgia, Luksemburg dan Uni Eropa (UE), Nadjib Riphat Kesoema, di kantor KBRI di Woluwe, Brussel, 31 Desember 2009.

“Potensi dan peluang kerjasama di banyak sektor tetap terbuka, memasuki tahapan baru di tahun 2010 mendatang. Untuk itu, program kerja KBRI Brussel difokuskan dan disiapkan untuk memfasilitasi, mengurangi hambatan serta mempercepat realisasi tercapainya program prioritas di bidang politik, ekonomi, perdagangan, pariwisata, sosial-budaya hingga people to people contact dan peningkatan citra Indonesia, di tingkat akar rumput”, imbuhDubes RI yang akan mengakhiri masa tugasnya pada kuartal pertamatahun ini.

Indonesia dijadwalkan akan berpartisipasi sebagai guest country dalam pameran pariwisata internasional Charleroi Expo, Februari 2010. Kemudian, partisipasi Indonesia dalam Festival Budaya Etnik di kota Luksemburg, Maret 2010. Partisipasi dalam rangka KTT ASEM ke-8, pameran budaya Passage to Asia bekerjasama dengan Museum Palais de Bozar di kota Brussel, Juli s/d Oktober 2010 serta keikutsertaan dalam pameran dagang dan pariwisata Acenta Trade and Tourism Expo 2010, September 2010 di kota Gent.

KTT ASEM ke-8

Babak baru kerjasama Indonesia-Uni Eropa akan mencapai puncak dengan berlangsungnya KTT ASEM ke-8 di Brussel, Oktober 2010. Presiden RI diharapkan akan menghadiri KTT negara-negara utama di Eropa dan Asia tersebut. KTT ASEM diharapkan menjadi forum kerjasama negara berkembang dan negara maju, di luar pertemuan G20 serta hasil-hasil kesepakatannya diharapkan dapat mempercepat kemajuan dan hasil KTT Perubahaan Iklim di Denmark, Desember 2009.

Mulai 1 Januari 2010 Uni Eropa akan memberlakukan regulasi Dewan UE IUUF (Illegal, Unreported and Unregulated Fishing)bahwasanya impor ikan dan produk laut ke Uni Eropa harus hasil tangkapan legal. Untuk itu semua produk ikan dan hasil laut harus disertifikasi (catch certification) dan dapat dilacak asal usulnya. Indonesia adalah negara ke-26 dari 54 negara yang telah menyampaikan notifikasinya ke Uni Eropa, 19 November 2009 lalu, termasuk negara pengekspor ikan seperti China, Malaysia, Thailand, Taiwan dan Vietnam.

Surplus Neraca Perdagangan

Sementara di bidang perdagangan, ekspor non migas dari Indonesia ke UE diharapkan tetap tumbuh sebesar 10,4 persen pada tahun 2010, melebihi angka kumulatif total ekspor non migas 13,5 milyar Euro dan dari total perdagangan RI-UE sebesar 19,5 milyar Euro pada tahun 2009. Neraca perdagangan RI ke UE tetap dalam posisi surplus, dengan nilai rata-rata mencapai 543 juta Euro setiap bulannya pada tahun 2009 atau dengan kata lain surplus di atas angka 6 milyar Euro per tahunnya.

Pusat Kebudayaan Indonesia

Kerjasama pariwisata, budaya dan people to people contact semakin meluas dengan rencana dibentuknya Pusat Kebudayaan Indonesia di Brussel, Februari 2010. Pusat Kebudayaan Indonesia yang pertama didirikan di jantung Uni Eropa ini, akan menjadi embrio utama guna menggelar pusat pelatihan gamelan, tarian daerah, bahasa (Indonesia), pengajaran membatik dan pengenalan masakan Indonesia bagi para siswa sekolah dan khalayak umum masyarakat Eropa di Belgia, yang akan dikelola secara melembaga oleh KBRI Brussel.

“Gagasan itu akan memperkuat hadirnya Taman Indonesia di Parc Paradisio-Belgia, seluas 6 hektar yang akan menjadi show case permanen promosi Indonesia berupa taman yang mengetengahkan deretan Pura Bali sebesar ukuran sesungguhnya, deretan rumah adat Timor, Toraja, Replika Borobudur dan Candi Prambanan serta hadirnya sepasang Gajah Sumatra hasil kerjasama program breeding loan RI-Belgia, yang akan mengukuhkan ikon keindonesiaan di Eropa ini”, demikian tambah PLE Priatna, Koordinator Fungsi Pensosbud/Diplik KBRI Brussel.

Dalam pernyataan akhir tahun Dubes RI Brussel menggarisbawahi beberapa kegiatan penting di bidang politik, ekonomi, penerangan dan sosial-budaya serta prediksi potensi peluang kerjasama Indonesia- Belgia, Indonesia-Luksemburg dan Uni Eropa memasuki tahun 2010 mendatang. (PSN|PLE)