Pusat Budaya Indonesia Resmi Berdiri di Brussel

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Duta Besar RI untuk Belgia, Luksemburg dan Uni Eropa, Nadjib RIPHAT Kesoema telah membuka berdirinya Pusat Budaya Indonesia di Boulevard de la Woluwe 38 Brussel-Belgia, 26 Maret 2010. Lembaga Pusat Budaya Indonesia Brussels yang menaungi kegiatan lengkap kesenian, bahasa, kuliner, film dan diskusi budaya ini adalah pertama dibentuk di Eropa.

 

“Pusat Budaya Indonesia perlu segera dibentuk sebagai representatif ke-Indonesia-an di jantung ibukota Uni Eropa. Lembaga ini akan menjadi jembatan kegiatan tidak hanya untuk mengenal budaya, kesenian dan bahasa, tapi juga melihat dari dekat kemajuan Indonesia secara luas,” demikian dinyatakan Dubes RI dalam sambutannya.

 

Tampak hadir dalam pembukaan para Dubes ASEAN, Jepang, Eropa, anggota parlemen UE, pimpinan lembaga sosial-budaya, museum, sineas dan kalangan wartawan Belgia. Dubes RI Brussel menyambut gembira dukungan Dirjen Pemasaran Pariwisata Sapta Nirwandar yang mengirimkan tim kesenian dari Kembudpar Jakarta khusus untuk pembukaan pusat budaya ini.

 

Acara inagurasi Pusat Budaya dan Promosi Indonesia diisi serangkaian pagelaran kesenian, pameran dan demo membatik, pameran kerajinan dan makanan dari Indonesia. “Ini gagasan luar biasa, dan KBRI Brussels telah memulai mendirikan lembaga ini sebagai instrumen memperluas jangkauannya kepada publik Eropa”, demikian komentar Allain Woodey, sineas lepas asal Perancis yang membuat film dokumenter Indonesia.

 

“Pusat Budaya Indonesia ini akan diisi kegiatan pelatihan gamelan Bali dan tari, kursus bahasa Indonesia, kursus membatik, kursus memasak makanan Indonesia, pagelaran kesenian, diskusi budaya dan juga ruang display produk berbasis budaya maupun produk ekspor ke mancanegara,” ujar PLE Priatna, Minister Counsellor Pensosbud/Diplomasi Publik KBRI Brussels yang menjadi penanggungjawab lembaga Pusat Budaya Indonesia ini.

 

Lembaga Pusat budaya juga akan menjadi instrumen tambahan untuk mengakomodasi keinginan masyarakat Belgia dalam mengenal Indonesia. Di tengah persaingan yang ketat saat ini, mendekatan hubungan, menyebarkan informasi dan menggalang dukungan, simpati dan pengenalan mengenai Indonesia ke seluruh pelosok Eropa adalah langkah yang perlu.

 

Brussels mempunyai sekitar 80 museum sebagai pusat budaya, yang mengetengahkan keragaman potret peradaban dan kebudayaan, sejarah lokal, perkembangan industri, teknologi dan ilmu pengetahuan, seni-budaya, klasik maupun kontemporer. Dari museum lukisan, instrumen musik, mainan anak, museum perbankan, farmasi, tekstil hingga museum kartun dan beer, menjadi aset budaya dan warisan peradaban Eropa yang dikunjungi ratusan orang setiap harinya. (PLE)