Perempuan Indonesia Mainkan Peran Penting pada Sejarah Indonesia

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Upacara Peringatan Hari Ibu ke-81


Kiprah kaum Ibu dan Wanita Indonesia telah tercatat sejarah jauh sebelum Indonesia merebut kemerdekaan, dan terus berkembang hingga saat ini, di era Indonesia membangun dan meciptakan masyarakat yang sejahtera. Demikian salah satu inti sambutan Duta Besar RI untuk Kerajaan Belgia, Keharyapatihan Luksemburg dan Uni Eropa, Nadjib Riphat Kesoema pada upacara Peringatan ke-81 Hari Ibu bertempat di Aula KBRI Brussel, 22 Desember 2009.

Ditekankan oleh Dubes Nadjib bahwa kaum perempuan Indonesia telah membuka lembaran sejarah baru dan melakukan terobosan dengan menyelenggarakan kongres perempuan Indonesia untuk pertama kalinya pada tahun 1928. Pada kongres tersebut para Wanita Indonesia berikrar untuk mengambil peran yang sama dengan laki-laki dalam pergerakan menuju Indonesia merdeka. “Ini berarti, kesetaraan gender telah tumbuh di kalangan para pemimpin bangsa Indonesia, jauh sebelum kemerdekaan nasional 1945,” demikian Dubes Nadjib yang bertindak selaku Pembina Upacara. Kiprah luar biasa tersebut yang menjadi dasar peringatan Hari Ibu di Indonesia.

Disampaikan lebih lanjut bahwa kiprah kaum Wanita Indonesia telah melampaui jamannya. Kesetaraan gender, terbukanya kesempatan yang sama antara laki-laki dan perempuan, bahkan hingga ke pucuk pimpinan tertinggi Indonesia merupakan capaian khusus yang layak menjadi bagian dari buku sejarah. Capaian Wanita Indonesia tersebut melebihi capaian negara-negara yang justru telah terlebih dulu meraih kemerdekaan.

Dubes Nadjib juga mengutarakan bahwa peringatan Hari Ibu merupakan hari yang khusus, karena bertepatan dengan Peringatan HUT ke-10 Dharma Wanita Persatuan. Secara khusus disampaikan ungkapan terima kasih kepada Pengurus dan Anggota DWP yang telah menjalankan kemitraan guna mendukung pelaksanaan tugas KBRI Brussel.

Ditekankan bahwa berbagai keberhasilan dan capaian yang diraih oleh KBRI Brussel tidak dapat dilepaskan dari perana aktif DWP, seperti pada kunjungan Bapak Jusuf Kalla, Wakil Presiden RI saat itul, Peringatan HUT RI, Resepsi Diplomatik dan puncaknya pada Kunjugan Kerja Presiden RI ke Brussel pada tanggal 13 – 14 Desember 2009.

Untuk itu Dubes Nadjib mengamanatkan bahwa peran Wanita Indonesia dan juga DWP perlu untuk tetap ditingkatkan, sembari menjaga keseimbangan peran antara seorang ibu bagi generasi penerus, pendamping suami hingga kepada kiprahnya untuk memajukan bangsa.
Sementara itu, menurut Koordinator Fungsi Pensosbud dan Diplik KBRI Brussel, PLE Priatna, upacara diselenggarakan oleh KBRI Brussel sebagai salah satu bentuk penghargaan bagi pengorbanan dan peran para ibu dan Wanita Indonesia di manapun berada.

Selain amanat Duta Besar, Upacara juga memperdengarkan Hymne dan Mars Hari Ibu yang diikuti oleh para peserta upacara. Upacara itu sendiri berlangsung dengan kidmat dan sederhana. Seluruh petugas upacara adalah staf perempuan KBRI Brussel yang meskipun mengenakan pakaian nasional, namun tetap tampil dengan cergas dan penuh wibawa.

Upacara Peringatan HUT ke-10 Dharma Wanita Persatuan
Pada hari yang sama juga diselenggarakan Upacara Peringatan HUT ke-10 Dharma Wanita Persatuan yang diatur oleh Pengurus Dharma Wanita Persatuan KBRI Brussel dan diikuti oleh seluruh staf KBRI Brussel serta masyarakat Indonesia di Brussel.

Pada kesempatan itu, oleh Ketua Panitia Peringatan dilaporkan mengenai berbagai kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka peringatan HUT ke-10 DWP, mencakup antara lain, Gerakan Tanam Pohon di Wisma Duta Besar Indonesia serta lomba merangkai bunga. Berbagai kegiatan tersebut diselenggarakan sesuai dengan tema HUT DWP. Upacara juga diisi dengan pembacaan sambutan tertulis Ketua DWP Pusat, Nila F. Moeloek oleh Ketua DWP KBRI Brussel, Ibu Ratna Suminar Priatna.

Sementara itu, dalam sambutannya, Penasehat DWP KBRI Brussel, Ibu Nino Nadjib Riphat menyampaikan penghargaan atas kiprah dan peran aktif seluruh Pengurus dan Anggota DWP KBRI Brussel dalam berbagai kegiatan KBRI Brussel, baik yang bersifat internal maupun eksternal, seperti Keketuaan Indonesia pada Asia-Pacific Women Association (APWA) yang dipuncaki dengan penyelenggaraan Bazaar APWA pada bulan Mei 2009. Penasehat DWP juga berpesan agar para Pengurus dan Anggota terus meningkatkan kreativitas dan potensi usaha guna mendukung tugas kedinasan serta untuk menghadapi tantangan di masa depan.

Seluruh rangkaian kegiatan Peringatan Hari Ibu dan HUT DWP tersebut diakhiri dengan acara potong tumpeng dan ramah tamah antara Duta Besar RI, Penasehat DWP dengan seluruh hadirin. (PSN/PLE).