Dubes RI Brussel: Pelestarian Budaya adalah Pelestarian Identitas

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

(BRUSSEL, 10/3) “Pelestarian warisan budaya merupakan pelestarian identitas. Pelestarian identitas merupakan salah satu ciri dari komunitas masyarakat yang kuat, sejahtera dan damai,” demikian salah satu pokok paparan Dubes Nadjib Riphat Kesoema di hadapan Walikota dan pejabat Kotapraja Ghent dan pelaku usaha di kota Ghent, 60 km barat laut Brussel.

 

Dalam paparannya Dubes Nadjib Riphat menyampaikan showcase keragaman dan kekayaan warisan budaya negara-negara ASEAN, baik yang bersifat wujud (tangible) maupun bergerak (movable). Ditekankan pula mengenai makna identitas bagi satu masyarakat, sepuluh negara di kawasan Asia Tenggara yang telah menetapkan sasaran untuk mencapai satu Masyarakat ASEAN di tahun 2015, berkomitmen untuk melestarikan warisan budaya sebagai upaya pembangunan identitas ASEAN.

 

Komitmen tersebut tertuang dalam ASEAN Declaration on Cultural Heritage tahun 2000 dan dipertegas lagi melalui Bali Concord II, utamanya pada pilar ASEAN Socio-Cultural Community (ASCC). Penjabaran mengenai komitmen pelestarian budaya dan pembentukan identitas tersebut tertuang dalam ASCC Blueprint dan ASCC Plan of Action.

 

Kunjungan Dubes Nadjib Riphat ke kota Ghent merupakan salah satu program kegiatan ASEAN Brussels Committee (ABC) yang secara rutin mengadakan tatap muka dengan berbagai pemangku kepentingan di Belgia. Di kota Ghent, para Duta Besar Negara Anggota ASEAN yang tergabung dalam ABC tersebut mengadakan pertemuan dengan Walikota dan pejabat kota Ghent, Kamar Dagang Wilayah Vlaanderen (VOKA) yang disertai sejumlah pengusaha setempat.

 

Selain Dubes Nadjib Riphat, Duta Besar Malaysia di Brussel juga menyampaikan paparan mengenai perkembangan terkini di ASEAN, utamanya dari sisi kerjasama ekonomi ASEAN. Sebelumnya, Dubes Myanmar di Brussel, yang juga merupakan Ketua ABC periode paruh pertama 2010 menyampaikan paparan mengenai perkembangan pembentukan komunitas ASEAN dari sisi kerjasama politik dan keamanan.

 

Pada kesempatan yang sama, Dubes Nadjib Riphat juga diwawancarai oleh Radio Flanders tentang pandangannya mengenai Pelabuhan Ghent. Disampaikan bahwa Pelabuhan Ghent memiliki peran penting bagi perekonomian di Eropa. Utamanya mengingat posisi strategis yang terletak di tengah Eropa. Pelabuhan Ghent juga dapat memberikan arti pelengkap bagi pelabuhan Antwerpen dan Zeebrugge, dua pelabuhan utama di Belgia, dan Eropa pada umumnya.

 

Kota Ghent, yang dalam bahasa setempat ditulis sebagai Gent (Bahasa Belanda) maupun Gand (Bahasa Perancis), merupakan kota terbesar sekaligus ibu kota Provinsi Flanders Timur. Kota ini menduduki peringkat ke-3 dari 109 kota di dunia yang merupakan Authentic Historical Destination menurut versi National Geographic. Kota ini juga dinobatkan sebagai Creative City of Music oleh UNESCO sejak Juni 2009, dan dengan 66 ribu mahasiswa, Ghent merupakan kota dengan jumlah mahasiswa terbesar dengan mahasiswa asing terbanyak di Belgia.

 

Menutup kunjungan, para Duta Besar ABC diajak untuk melakukan peninjauan ke pelabuhan Ghent dengan menggunakan satu kapal yang telah disediakan secara khusus.(PSN/RNW)