Pembukaan Paviliun Indonesia di Seafood Expo Global

4/27/2016

​​

PRESS RELEASE

No.  VIII/PEN/IV/2016

Dubes RI:  Indonesia Optimis Ekspor Hasil laut ke Uni Eropa akan Meningkat  

Brussel, 26 – 28  April 2016

 

Dalam sambutan pembukaan Paviliun Indonesia di Seafood Expo Global (SEG), Brussel, 26 – 28 April 2016,  Dubes RI untuk Belgia, Luksemburg dan Uni Eropa, Yuri O. Thamrin menegaskan bahwa Indonesia siap meningkatkan ekspor hasil laut ke Uni Eropa. Untuk mencapai hal ini, menurut Dubes Yuri, perlu dilakukan langkah-langkah antara lain mengundang lebih banyak investor untuk meningkatkan daya saing produk hasil laut Indonesia, pengembangan capacity building penanganan produk hasil laut yang baik (good handling process), dan peningkatan akses pasar Indonesia ke UE melalui penyelesaian instrumen perjanjian bilateral sepertiComprehensive Economic Partnership (CEPA) Indonesia-UE.

Senada dengan Dubes Yuri, Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) R. Nilanto Perbowo mengungkapkan bahwa potensi Indonesia dalam bidang perikanan sangat besar. Namun,  dengan nilai total impor produk perikanan Indonesia ke UE sebesar US $ 426 ribu, Indonesia berada di posisi ke-17 importir produk perikanan ke UE. Jumlah ini, menurut Perbowo, belum mencerminkan potensi yang kekayaan maritim dan potensi bahari Indonesia yang menurutnya dapat mencapai 65 juta ton per tahun, namun hanya sekitar 20 persennya yang telah dioptimalkan. Indonesia juga memfokuskan upaya-upaya pemberantasan kegiatan perikanan illegal atau yg lebih dikenal illegal, unregulated and unreported (IUU)fishing.

Dengan mengambil tema branding seafood nasional – Indonesia Seafood Naturally Diverse: Quali-safe and Sustainable, Paviliun Indonesia berdiri megah dengan desain kapal Phinisi, di atas lahan 288 m2 yang terdiri dari stand Kementerian Kelauatan dan Perikanan (KKP) seluas 64 m2 serta 18 perusahaan perikanan dan 1 (satu) Asosiasi Tuna Indonesia. 

Selain terus mengkampanyekan Anti IUUF (illegal, unregulated, unreported fishing) melalui pusat informasi yang digawangi KKP, Paviliun Indonesia juga menyajikan demo masak, produk perikanan andalan baik ikan segar maupun produk kalengan, serta displaytata cara perikanan Indonesia yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Pameran SEG ini merupakan salah satu dari pertemuan industri perikanan global dengan pasar utama di Uni Eropa, Amerika Serikat dan Jepang. Pameran yang berlangsung selama 3 (tiga) hari ini diikuti oleh lebih dari 1700 perusahaan dari 75 negara. Seafood Expo Global ini juga dinilai debagai salah satu event yang menentukan penjualan produk ikan dunia, di mana 81 persen pengunjung yang hadir merupakan pembeli aktif pasar ikan dunia. Pihak penyelenggara pameran menargetkan tahun ini pengunjung SEG akan mencapai lebih dari 27 ribu orang.

(KBRI Brussel)