Studi di Belgia


Pendidikan tinggi di Belgia dikategorikan dalam dua komunitas bahasa, yakni komunitas Flemish – berbahasa Belanda dan komunitas Walloon – berbahasa Prancis. Selain Bahasa Belanda dan Bahasa Prancis, Bahasa Jerman juga merupakan salah satu bahasa resmi di negara ini, meskipun hanya sebagian kecil dari populasi. Bahasa Belanda dan Bahasa Prancise merupakan bahasa pengantar dalam pendidikan di Belgia.

Berdasarkan data dari QS World University Rankings 2016-2017, lima universitas terbaik di Belgia adalah Katholieke Universteit Leuven (KU Leuven), University of Ghent, Université Catholique de Louvain (UCL), Vrije Universiteit Brussel (VUB), dan Universite Libre de Bruxelles (ULB). Dalam ranking dunia, KU Leuven tercatat dalam urutan ke-79 universitas terbaik di dunia dan University of Ghent menduduki urutan ke-131 di dunia.

Dalam bidang life sciences, University of Ghent berada pada urutan ke-90, menunjukan bahwa Belgia cenderung unggul dalam bidang ilmu tersebut. Terlebih dalam bidang veterinary science, universitas tersebut menduduki urutan 27 di dunia.

Biaya kuliah di Belgia dapat dikatakan cenderung tidak semahal di negara-negara Uni Eropa lainnya untuk mahasiswa internasional. Mahasiswa Indonesia di Belgia, pada umumnya, banyak mengambil jurusan bisnis dan manajemen dan jurusan-jurusan yang berkaitan dengan life sciences dan agro studies. 

Untuk informasi mengenai peluang studi di wilayah Flanders (berbahasa Belanda) dapat dilihat pada: 

http://www.studyinflanders.be/

Untuk informasi mengenai peluang studi di wilayah Wallonia-Brussel (berbahasa Prancis) dapat dilihat pada: 

http://www.studyinbelgium.be/en


Beasiswa Erasmus+

Program Erasmus Mundus adalah sebuah program kerja sama di bidang pendidikan tinggi yang bertujuan untuk mempromosikan pendidikan di Uni Eropa. Program Erasmus Mundus ini didanai oleh Uni Eropa dan diperuntukan untuk warga negara yang berasal dari luar negara-negara Uni Eropa, sehingga program beasiswa Erasmus Mundus ini cukup menarik banyak peminat bagi para pelajar di Indonesia.

Program Erasmus Mundus berakhir pada tahun 2013. Dan di tahun 2014 diganti dengan Erasmus+ dengan dana dari Uni Eropa sebesar 16 milyar Euro untuk membiayai program pendidikan, termasuk pertukaran pelajar, pelatihan, pemuda, dan olahraga. Program Erasmus+ ini menggabungkan 7 program pendidikan yang didanai Uni Eropa, yakni: Tempus, Leonardo, Alfa, Comenius, Edulink, Erasmus dan Erasmus Mundus.

Informasi lebih lanjut mengenai program beasiswa Erasmus+ dapat mengakses tautan berikut:

http://eeas.europa.eu/archives/delegations/indonesia/more_info/erasmus_mundus/index_id.htm