Europalia Indonesia 2017

KICK-OFF FESTIVAL EUROPALIA INDONESIA 2017 DAN KEDATANGAN MISI EKONOMI BELGIA KE INDONESIA

 Pada tanggal 29 Februari 2016, bertempat di Gedung KBRI di Brussel, Deputy Chief of Mission (DCM) RI di Brussel, Ignacio Kristanyo Hardojo resmi mengumumkan Indonesia sebagai guest country Festival budaya terbesar di Eropa, EUROPALIA 2017, serta rencana kunjungan Misi Ekonomi Belgia ke Indonesia kepada kalangan media yang hadir dan undangan lainnya.

 Acara yang berformat cocktail ala Indonesia ini mengambil tema "Strengthening Indonesian and Belgian Ties: Festival Europalia-Indonesia 2017 and Belgian Economic Mission 2016" dan dihadiri oleh General Manager Europalia International, Baroness Kristine de Mulder dan Chief of Belgian Foreign Trade Agency, Mr. Marc Bogaerts.

Pada minggu ke-dua Maret 2016, Pemerintah Belgia akan memberangkatkan misi ekonominya ke Indonesia. Misi akan dipimpin oleh Putri Astrid dan membawa lebih dari 300 orang yang terdiri atas pengusaha, akademisi dan sejumlah Menteri terkait untuk peningkatan kerjasama ekonomi kedua negara.

 Menyambut rencana misi ekonomi Belgia ke Indonesia, Mr. Marc Bogaerts menyatakan rombongan akan berada di Indonesia dari tanggal 12 s/d 19 Maret 2016. Misi akan membawa pengusaha dari tiga wilayah utama Belgia yaitu Wallonia (AWEX), Flanders (Flanders Investment and Trade), Brussels (Brussels Investment and Export), dan akan mengunjungi 3 kota di Indonesia yaitu Jakarta, Bogor dan Bandung.

 Sementara itu dalam rangka Festival Europalia Indonesia 2017, setelah secara resmi Turki menyelesaikan rangkaian kegiatannya sebagai guest country Europalia 2015, DCM RI menyampaikan bahwa Indonesia siap bekerjasama dengan Europalia untuk menyajikan karya seni dan pertunjukkan warisan budaya terbaik Indonesia. Setelah penandatanganan MoU pada tahun 2015, persiapan festival telah mulai dilakukan dan terus berlangsung hingga saat ini. Kurator seni Indonesia dan Eropa telah berulangkali melakukan saling kunjung untuk persiapan materi festival.

 Ditargetkan Europalia Indonesia 2017 akan menampilkan pertunjukkan seni dan budaya Indonesia dengan ragam dan kualitas yang bukan hanya mengacu pada satu budaya tertentu namun dari berbagai karya budaya terbaik bangsa Indonesia. Festival akan diselenggarakan selama 4 bulan (Oktober 2017-Januari 2018) berturut-turut di berbagai kota di Eropa, dan akan menyajikan berbagai karya seni mulai dari musik, seni lukis, fotografi, film, teater, tarian, sastra, arsitektur, fashion hingga gastronomi.

 Pemerintah Indonesia telah menunjuk seorang General Coordinator yaitu mantan Dubes RI, Bapak Makarim Wibisono bekerjasama dengan General Coordinator Europalia International dalam mempersiapkan konsep promosi budaya Indonesia. DCM RI juga menekankan pentingnya keikutsertaan diaspora Indonesia dalam penyelenggaraan festival ini sebagai bagian dari penyebaran budaya yang lebih luas dan mendalam.

 Indonesia merupakan negara ke-8 di luar Uni Eropa, dan negara ASEAN pertama yang menjadi negara tamu setelah Jepang (1989), Meksiko (1993), Rusia (2005), China (2009), Brasil (2011), India (2013) dan Turki (2015).

Dalam acara cocktail tersebut juga ditampilkan tari Saman yang dipersembahkan oleh grup tari anak-anak Tamasya Brussel, makanan khas Indonesia, serta hasil foto relief Borobudur dari fotografer Belgia Caroline Leloup yang merekam detil setiap relief Borobudur untuk dapat dinikmati secara dekat dalam foto berukuran + 1x3 m.

(KBRI Brussel)